Lautan Manusia di Gaza Menunggu Pulang: Harapan Pupus di Hadapan Tentara Israel

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 27 Januari 2025 | 13:13 WIB
Lautan Manusia di Gaza Menunggu Pulang:  Harapan Pupus di Hadapan Tentara Israel
Ilustrasi warga Gaza. /ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Sekelompok besar warga Gaza berkumpul di dekat penghalang militer Israel yang mencegah mereka menuju rumah mereka di utara pada hari Minggu di tengah pertikaian antara Hamas dan Israel mengenai ketentuan kesepakatan gencatan senjata mereka.

Rekaman udara dari AFPTV menunjukkan kerumunan menyebar hingga ratusan meter dari persimpangan di jalan pesisir di daerah Nuseirat dan tumpah ke pantai di dekatnya.

Di antara kerumunan itu terdapat truk tangki air, ambulans, kereta keledai, kru TV dan kendaraan mereka, dan puluhan tenda tempat warga Gaza yang mengungsi duduk dan menunggu izin untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Wartawan AFP di tempat kejadian mengatakan massa membentang sejauh tiga kilometer (1,9 mil) di sepanjang Jalan Al-Rashid, dengan polisi Gaza mencegah warga sipil mendekati orang Israel, yang jet dan drone-nya terbang di atas kepala.

Beberapa kilometer ke pedalaman, ratusan keluarga Palestina menunggu di samping mobil mereka dalam kemacetan lalu lintas yang panjang di Jalan Salah al-Din, dengan semua barang milik mereka ditumpuk dalam tumpukan besar di atas kendaraan mereka dan diikat erat.

"Puluhan ribu orang yang mengungsi menunggu di dekat Koridor Netzarim untuk kembali ke Jalur Gaza utara," kata juru bicara badan pertahanan sipil Gaza Mahmud Bassal kepada AFP, sementara Israel menolak mengizinkan mereka lewat karena perselisihan mengenai pembebasan sandera.

Ismail al-Thawabtah, direktur jenderal kantor media pemerintah di Gaza yang dikuasai Hamas, juga mengatakan ada puluhan ribu orang yang menunggu di persimpangan tersebut.

Ia memperkirakan jumlah total warga Gaza yang ingin kembali ke utara "antara 615.000 dan 650.000", dengan dua pertiga dari mereka kemungkinan akan menggunakan jalan pesisir.

Koridor Netzarim adalah sebidang tanah sepanjang tujuh kilometer yang dimiliterisasi oleh Israel yang membelah Jalur Gaza dari perbatasan Israel hingga Laut Mediterania. Koridor tersebut memisahkan wilayah utara dari wilayah lainnya.

baca juga

Israel dan Hamas saling menuduh melanggar ketentuan gencatan senjata, yang dimulai seminggu lalu.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Israel akan mengizinkan warga Gaza yang mengungsi menyeberangi koridor tersebut dan kembali ke rumah mereka, dengan pejabat Hamas mengatakan hal ini akan terjadi pada hari Sabtu.

Namun, Israel menuduh Hamas mengingkari kesepakatan tersebut dengan tidak membebaskan sandera Arbel Yehud pada hari Sabtu. Yehud adalah salah satu dari 251 sandera yang ditawan selama serangan 7 Oktober 2023 di Israel yang memicu perang tersebut.

Sebagai seorang wanita sipil, Yehud "seharusnya dibebaskan" sebagai bagian dari pertukaran sandera-tahanan kedua berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, kata sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Israel tidak akan mengizinkan warga Gaza melewati bagian utara Jalur Gaza sampai pembebasan warga sipil Arbel Yehud... diatur," tambahnya.

Dua sumber Hamas mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu bahwa Yehud "hidup dan dalam keadaan sehat", dengan satu sumber mengatakan dia akan "dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran ketiga yang ditetapkan untuk Sabtu depan", pada tanggal 1 Februari.

Hamas pada hari Minggu mengatakan bahwa Israel memblokir kembalinya mereka ke utara yang merupakan pelanggaran gencatan senjata, dan menambahkan bahwa mereka telah memberikan "semua jaminan yang diperlukan" untuk pembebasan Yehud.

Di sisi lain koridor di Gaza utara adalah Bashar Naser, seorang pria berusia 28 tahun dari Jabalia, yang telah menunggu kerabatnya sejak dini hari.

"Kami ingin menyambut mereka dan merayakan... ini adalah kegembiraan yang luar biasa."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Usul "Bersihkan" Gaza, Abbas dan Hamas Bersatu Menolak Pengusiran Warga Palestina

Trump Usul "Bersihkan" Gaza, Abbas dan Hamas Bersatu Menolak Pengusiran Warga Palestina

News | Senin, 27 Januari 2025 | 11:00 WIB

Tragedi di Lebanon Selatan: 22 Warga Sipil Tewas Ditembak Israel, Gencatan Senjata Retak

Tragedi di Lebanon Selatan: 22 Warga Sipil Tewas Ditembak Israel, Gencatan Senjata Retak

News | Senin, 27 Januari 2025 | 10:19 WIB

Israel Sebut Warga Palestina Bisa Kembali ke Gaza Utara, Hamas Lepaskan 6 Sandera

Israel Sebut Warga Palestina Bisa Kembali ke Gaza Utara, Hamas Lepaskan 6 Sandera

News | Senin, 27 Januari 2025 | 10:00 WIB

Ketegangan Memuncak! Bentrokan Pasca-Gencatan Senjata Tewaskan 22 Warga Lebanon yang Pulang Kampung

Ketegangan Memuncak! Bentrokan Pasca-Gencatan Senjata Tewaskan 22 Warga Lebanon yang Pulang Kampung

News | Senin, 27 Januari 2025 | 09:53 WIB

Presiden Lebanon Bersumpah Pertahankan Kedaulatan Usai Serangan Israel Tewaskan 22 Orang

Presiden Lebanon Bersumpah Pertahankan Kedaulatan Usai Serangan Israel Tewaskan 22 Orang

News | Senin, 27 Januari 2025 | 07:26 WIB

Israel Abaikan Gencatan Senjata, Lebanon Kecam Penundaan Penarikan Mundur

Israel Abaikan Gencatan Senjata, Lebanon Kecam Penundaan Penarikan Mundur

News | Senin, 27 Januari 2025 | 06:15 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×