Perempuan di Inggris Dihukum karena Kirim Video Kentut ke Mantan Pacar Kekasihnya

Bella | Suara.com

Minggu, 02 Februari 2025 | 05:05 WIB
Perempuan di Inggris Dihukum karena Kirim Video Kentut ke Mantan Pacar Kekasihnya
Ilustrasi orang kentut.[freepik/romeo22]

Suara.com - Seorang wanita di Inggris menghadapi hukuman setelah terbukti mengirim serangkaian video unik—dan menjengkelkan—kepada mantan kekasih pacarnya. Rhiannon Evans (25), asal Caernarfon, Gwynedd, Wales, mengaku bersalah atas tuduhan pelecehan setelah berulang kali mengirim video dirinya buang angin kepada Deborah Prytherch.

Kasus yang oleh banyak pihak disebut sebagai insiden "cyber farting" pertama di Inggris ini terungkap di pengadilan setelah Prytherch merasa terganggu dengan pesan berisi suara kentut yang terus-menerus dikirimkan oleh Evans.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Caernarfon, jaksa Diane Williams mengungkap bahwa Evans secara sengaja merekam dirinya saat buang angin, bahkan mendekatkan kamera ke bagian tubuhnya sebelum melepaskan suara kentut.

“Dalam video pertama, dia meletakkan kamera di bagian belakang tubuhnya dan kemudian mengeluarkan gas,” ujar Williams di hadapan majelis hakim.

Tak berhenti di situ, pada 22 Desember, Evans kembali mengirim tiga video serupa. Beberapa hari berikutnya, empat video tambahan menyusul, masing-masing menampilkan Evans dengan ekspresi bahagia dan tertawa ke arah kamera saat buang angin.

Bahkan, aksi tersebut terus berlanjut hingga malam Natal dan Tahun Baru, meskipun pihak kepolisian telah mengetahui kasus ini.

Ketika ditangkap di rumahnya, Evans mengakui telah mengirim video tersebut, namun mengklaim tidak bermaksud jahat. Pengacaranya, Harriet Gorst, mengatakan bahwa Evans hanya ingin membela pacarnya yang merasa diperlakukan tidak adil oleh mantannya.

“Dia sedang minum ketika mengirim video tersebut dan sekarang menyadari bahwa tindakannya telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi korban,” ujar Gorst.

Namun, jaksa menegaskan bahwa tindakan Evans adalah bentuk pelecehan yang disengaja.

“Dia tertawa sepanjang video, seolah-olah menganggap ini sebagai lelucon, padahal korban merasa terganggu,” tegas Williams.

Evans sendiri menganggap kasus ini sepele dan merasa hukumannya terlalu berlebihan.

“Saya tidak pernah menyangka kentut bisa membawa saya ke pengadilan,” katanya kepada media.

“Saya memang menyesal, tapi ini sangat berlebihan dan dramatis.” lanjutnya.

Majelis hakim akhirnya menjatuhkan hukuman satu tahun perintah komunitas, termasuk 15 sesi rehabilitasi, 60 hari pemantauan konsumsi alkohol, serta perintah larangan kontak dengan korban selama dua tahun. Selain itu, Evans juga diwajibkan membayar kompensasi sebesar £100 dan biaya pengadilan sebesar £199.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Inggris Perketat Undang-Undang Antiterorisme untuk Menindak Jaringan Penyelundupan Manusia

Pemerintah Inggris Perketat Undang-Undang Antiterorisme untuk Menindak Jaringan Penyelundupan Manusia

News | Jum'at, 31 Januari 2025 | 16:58 WIB

Elkan Baggott Menyala! Cetak Assist Bawa Blackpool Hajar Lincoln City

Elkan Baggott Menyala! Cetak Assist Bawa Blackpool Hajar Lincoln City

Bola | Rabu, 29 Januari 2025 | 07:23 WIB

Kisah Jenaka Syaikh Juha dalam Buku Telur Keledai dan Kentut Seorang Sufi

Kisah Jenaka Syaikh Juha dalam Buku Telur Keledai dan Kentut Seorang Sufi

Your Say | Selasa, 28 Januari 2025 | 15:59 WIB

Happy Chinese New Year 2025! Ini 30 Ucapan Imlek dalam Bahasa Inggris

Happy Chinese New Year 2025! Ini 30 Ucapan Imlek dalam Bahasa Inggris

Lifestyle | Selasa, 28 Januari 2025 | 11:11 WIB

Apa Hukum Menahan Kentut Saat Shalat? Ini Penjelasan UAS!

Apa Hukum Menahan Kentut Saat Shalat? Ini Penjelasan UAS!

Religi | Senin, 27 Januari 2025 | 17:58 WIB

Ole Romeny Debut bersama Oxford United, Tendangannya Kena Tiang

Ole Romeny Debut bersama Oxford United, Tendangannya Kena Tiang

Bola | Minggu, 26 Januari 2025 | 07:55 WIB

Yaman Bebaskan Kapal Inggris Terkait Israel, Isyarat Perdamaian di Gaza?

Yaman Bebaskan Kapal Inggris Terkait Israel, Isyarat Perdamaian di Gaza?

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 21:40 WIB

Bingung Ucapkan Selamat Imlek dalam Bahasa Inggris? 40 Ide Terbaik Ada di Sini!

Bingung Ucapkan Selamat Imlek dalam Bahasa Inggris? 40 Ide Terbaik Ada di Sini!

Lifestyle | Kamis, 23 Januari 2025 | 20:29 WIB

Oxford United Soal Marselino Ferdinan: Leo Snowden Menemukannya...

Oxford United Soal Marselino Ferdinan: Leo Snowden Menemukannya...

Bola | Kamis, 23 Januari 2025 | 23:05 WIB

30 Ucapan Isra Miraj 2025 dalam Bahasa Inggris untuk Media Sosial

30 Ucapan Isra Miraj 2025 dalam Bahasa Inggris untuk Media Sosial

Religi | Rabu, 22 Januari 2025 | 13:33 WIB

Terkini

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB