Misteri Program Era Pemerintahan Sebelumnya Yang Disebut Konyol Oleh Hashim, Apa Saja?

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Selasa, 04 Februari 2025 | 12:55 WIB
Misteri Program Era Pemerintahan Sebelumnya Yang Disebut Konyol Oleh Hashim, Apa Saja?
Ilustrasi Jembatan Dirgahayu IKN. [Ist]

Suara.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo baru-baru ini mengungkap bahwa banyak program yang ‘konyol’ di balik pemerintahan era sebelumnya.

Hashim pun mengaku bahwa program yang disebut ‘konyol’ ini sudah dilihat oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan pemeriksaan APBN secara seksama beberapa minggu terakhir.

Meski tak menjelaskan secara detil, namun Hashim mengatakan bahwa program ‘konyol’ tersebut sudah langsung dipangkas oleh Prabowo untuk mendukung program yang produktif.

“Ada program konyol. Iya, program konyol itu dihapus, dipangkas. Nanti bisa saya cerita ke Pak CT (Chairul Tanjung), ada yang konyol, banyak yang konyol ternyata,” ucap Hashim, dalam acara ESG Sustainability Forum 2025, di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (31/1/25).

Sementara itu, kata ‘konyol’ ini banyak ditafsirkan netizen dengan berbagai macam hal, dan mengarah pada IKN.

Hal ini justru diperkuat dengan pernyataan Pengamat Politik, Rocky Gerung yang membenarkan bahwa IKN pantas dianggap sebagai sesuatu yang konyol.

“Ketika Pak Hashim menyebutkan banyak anggaran yang konyol, dan itu mesti dihentikan, nah yang jadi pertanyaan mana yang konyol,” ujar Rocky, dikutip dari kanal youtubenya, Selasa (4/2/25).

“Kalau IKN memang bertahun-tahun sudah dianggap konyol itu. Karena Pembangunan IKN itu adalah pemborosan anggaran, perusakan lingkungan dan ambisi Jokowi. Jadi kalau disebut konyol ya nggak salah, kalau publik menafsirkan yang disebut konyol itu adalah IKN,” sambungnya.

Rocky sontak mengatakan bahwa yang lebih pantas disebut konyol adalah orang-orang penggagas IKN.

“Nah yang disebut konyol itu sebenarnya yang punya gagasan membuat IKN, yang disebut konyol itu yang punya ambisi untuk meresmikan IKN, yang konyol itu adalah dinasti yang ingin dianggap sebagai pemilik IKN,” ujarnya.

“Siapa itu? Ya Mulyono (Jokowi),” tandasnya.

Menurut Rocky, pilihan Prabowo soal memangkas anggaran untuk dialokasikan kepada program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah langkah yang tepat.

“Jadi Secara ideologis, Prabowo memilih perintah konstitusi itu cerdaskan kehidupan bangsa, bukan bangun Menara Babel di IKN yang konyol,” sebutnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Prabowo Mengintip dari Jendela Kelas Bikin Netizen Terharu

Momen Prabowo Mengintip dari Jendela Kelas Bikin Netizen Terharu

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 12:41 WIB

DPR Tak Kena Pemotongan Anggaran: Manuver Prabowo Demi 'Karpet Merah' APBN?

DPR Tak Kena Pemotongan Anggaran: Manuver Prabowo Demi 'Karpet Merah' APBN?

Liks | Selasa, 04 Februari 2025 | 12:32 WIB

Hashim Sebut Program Jokowi 'Konyol', Rocky Gerung: IKN Pemborosan!

Hashim Sebut Program Jokowi 'Konyol', Rocky Gerung: IKN Pemborosan!

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 12:25 WIB

Terkini

DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif

DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:44 WIB

Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini

Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:44 WIB

Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar

Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:41 WIB

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:32 WIB

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:20 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:46 WIB

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB