Banyak Menteri dari NU, Gus Yahya Ingatkan Kader Tak Boleh Berebut Kekuasaan Politik

Selasa, 04 Februari 2025 | 16:18 WIB
Banyak Menteri dari NU, Gus Yahya Ingatkan Kader Tak Boleh Berebut Kekuasaan Politik
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf. [Suara.com/Lilis Varwati]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa kader NU tidak boleh terlibat dalam entitas kompetisi kekuasaan politik di dalam negeri.

Prinsip tersebut, kata Gus Yahya, telah ditetapkan sejak muktamar ke-27 PBNU pada 1984.

"NU tidak boleh, sebagai entitas kolektif, melibatkan diri menjadi pihak dalam kompetisi kekuasaan dalam kontruksi bangsa yang kita bangun. Ini terkait juga dalam konsern lebih fundamental lagi," katanya dalam sambutan acara Sarasehan Ulama 'Asta Cita Dalam Perspektif Ulama NU' di Jakarta, Selasa (4/2/2025). 

Menurut Gus Yahya, Masyarakat Indonesia saat ini banyak yang menjadi kader NU. Itu sebabnya, NU telah menjadi organisasi dengan budaya yang luas. 

"Sehingga, sekarang saya sendiri merasa kemana-mana ketemuanya orang NU. Kalau ada menteri datang rasanya kok NU semua," tuturnya.

Walau begitu, dengan lingkungan budaya yang luas, Gus Yahya mengingatkan agar NU tidak boleh dibiarkan menjadi identitas politik. Karena bisa jadi berbahaya terhadap lingkungan bangsa negara.

Yahya memberikan contoh, India telah mengalami dampak buruk akibat membiarkan budaya agama tertentu jadi identitas politik dan ikut terlibat dalam kompetisi perebutan kekuasaan. 

"Karena itu NU tidak boleh dibiarkan atau bahkan didorong sebagai identitas politik, tidak boleh," tegasnya.

Ada pun posisi NU dalam kontruksi negara, Yahya menjelaskan adanya nilai dasar untuk mengabdi, melayani, dan berbakti kepada masyarakat.

Baca Juga: Soal Kampus Dapat IUP, PBNU Terserah DPR dan Pemerintah

Dia menyebut bahwa posisi NU menyediakan diri untuk membantu dan mendukung rencana program pemerintah.

NU sebagai organisasi agama, menurut Gus Yahya, sebenarnya tidak bertanggungjawab atas berbagai urusan negara, seperti kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa, pendidikan, kesehatan, ekonomi, termasuk juga persoalan agama dalam negara. Hanya saja, posisi NU tetap ada untuk bisa ikut membantu pemerintah. 

"Ikut serta kontribusi dalam upaya-upaya agar agenda-agenda kemaslahatan mencapai tujuannya. Hanya dengan cara itu maka kehadiran NU sungguh-sungguh berarti bagi masyarakat, berarti bagi bangsa dan negara," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI