Mengintip Rencana Transisi dan Swasembada Energi di Sektor Pembangkit Listrik

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 07 Februari 2025 | 13:56 WIB
Mengintip Rencana Transisi dan Swasembada  Energi di Sektor Pembangkit Listrik
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Ir Wanhar dalam Local Media Community 2025 dengan tema 'Menavigasi Transisi dan Swasembada Energi: Peran dan Peluang Media Lokal' di Surabaya, Rabu (5/2/2025) (Dok: Kementerian ESDM)

Suara.com - Pemerintah menargetkan Net Zero Emission (NZE) pada 2060, tak terkecuali di sektor produksi listrik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah membuat strateginya melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Ir Wanhar mengatakan RUKN ini berisikan kebijakan ketenaglistrikan, di dalamnya terdapat proyeksi demand atau permintaan dan optimasi supply (ketersediaan) serta rencana pengembangan sistem penyediaan tenaga listrik.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Ir Wanhar (Dok: Kementerian ESDM)
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Ir Wanhar (Dok: Kementerian ESDM)

"RUKN ini disusun berdasarkan KEN (kebijakan energi nasional) dan melibatkan pemerintah daerah provinsi, yang nantinya diputuskan dengan keputusan menteri," ujarnya dalam acara Local Media Community 2025 dengan tema 'Menavigasi Transisi dan Swasembada Energi: Peran dan Peluang Media Lokal' di Surabaya, Rabu (5/2/2025).

RUKN akan menjadi refrensi para pelaku usaha khususnya penyedia tenaga listrik, seperti PLN dalam menyusun rencana bisnisnya. Nantinya, dokumen ini juga akan diikuti oleh Rencana Umum Ketenaglistrikan Daerah (RUKD) milik pemerintah provinsi.

Wanhar menyampaikan, pemerintah menargetkan NZE pada 2060. Industri pembangkit tenaga listrik juga akan terlibat dalam capaian tersebut. Hingga saat ini, ada 65 industri pembangkit tenaga listrik di Indonesia, termasuk PLN.

Di sinilah peran RUKN untuk ikut menurunkan emisi, terutama di sektor industri pembangkit tenaga listrik. "Dalam jenis pembangkit masih menggarap fosil. Energi fosil masih mendominasi kemudian dalam kepemilikan pembangkit saat ini sudah berimbang antara PLN dengan yang non-PLN," katanya.

Penggunaan fosil berupa batubara masih banyak digunakan pembangkit tenaga listrik. Untuk menuju ke net zero emission, batubara akan digantikan dengan green ammonia (NH3).

Namun tidak sepenuhnya menghilangkan batubara. Sumber energi tersebut masih tetap akan dipakai sampai 2060. Tetapi sudah dicampur dengan bioenergi.

Saat ini, pencampuran batubara dengan bioenergi masih dipersiapkan. "Dari mulai yang kecil, apabila nanti sudah memungkinkan harganya, sudah terjangkau (dimulai)," ungkapnya.

baca juga

Dia yakin dengan strategi tersebut bisa mengenolkan emisi carbon dari pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara.

Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan pembangkit listrik menggunakan biotermal. "Selanjutnya kita mulai Tahun 2032 insyaAllah kita akan gunakan PLTN atau nuklir," katanya.

Berikutnya yang juga dilakukan yakni dengan memaksimalkan penggunaan gas sebagai energi untuk pembangkit listrik. "Kita tetap akan mengoptimalkan air, kita dianugerahi angin kemudian ada matahari meskipun tidak begitu maksimal," ungkapnya.

Khusus untuk pembangkit listrik tenaga air, rencana juga akan menggarap penggunaan pump storage. "Air laut yang dipompa kemudian digunakan pada puncak beban dialirkan," imbunnya .  

Ditargetkan nantinya pada 2027 sudah mulai untuk pemenuhan 74 persen pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan.

Wanhar menargetkan produksi listrik bisa terus meningkat. Pada 2045 konsumsi perkapita bisa naik menjadi 3990 ribu kwh dan 2060 menjadi 5 ribu kwh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Instruksi Presiden Prabowo : Pengecer (Sub Pangkalan) LPG 3 Kg Diaktifkan, KESDM dan Pertamina Gercep Tinjau Suplai LPG

Instruksi Presiden Prabowo : Pengecer (Sub Pangkalan) LPG 3 Kg Diaktifkan, KESDM dan Pertamina Gercep Tinjau Suplai LPG

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2025 | 09:00 WIB

PLN Bersama Kementerian IMIPAS Perluas Pemanfaatan FABA PLTU Adipala dengan Berdayakan Napi Nusakambangan

PLN Bersama Kementerian IMIPAS Perluas Pemanfaatan FABA PLTU Adipala dengan Berdayakan Napi Nusakambangan

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2025 | 06:16 WIB

Kembangkan Program Pembinaan Warga Lapas, Kementerian Imipas Gandeng PLN Manfaatkan Potensi FABA di Cilacap

Kembangkan Program Pembinaan Warga Lapas, Kementerian Imipas Gandeng PLN Manfaatkan Potensi FABA di Cilacap

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 20:03 WIB

Biomassa dari Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU: Indonesia Butuh Swasembada Energi

Biomassa dari Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU: Indonesia Butuh Swasembada Energi

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 19:35 WIB

Indonesia Butuh Transisi Energi: Biomassa Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU

Indonesia Butuh Transisi Energi: Biomassa Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 21:27 WIB

Usai Warga Meninggal Gegara Antre, Prabowo Perintahkan Menteri Bahlil Aktifkan Lagi Pengecer Gas LPG 3 Kg

Usai Warga Meninggal Gegara Antre, Prabowo Perintahkan Menteri Bahlil Aktifkan Lagi Pengecer Gas LPG 3 Kg

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 10:06 WIB

Terkini

3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan

3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Mitsubishi Fuso Siapkan 6 Langkah Antisipasi untuk Konsumen yang Gunakan Solar B50

Mitsubishi Fuso Siapkan 6 Langkah Antisipasi untuk Konsumen yang Gunakan Solar B50

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50 WIB

GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai

GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:35 WIB

4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!

4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!

Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks

Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia

Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026

Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya

Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit

Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit

Entertainment | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:36 WIB

×