Mengapa Sampah dari Indonesia Bisa Berakhir di Pantai Brasil?

Bimo Aria Fundrika | BBC | Suara.com

Senin, 10 Februari 2025 | 13:49 WIB
Mengapa Sampah dari Indonesia Bisa Berakhir di Pantai Brasil?
Ilustrasi sampah plastik menumpuk (shutterstock)

Suara.com - Pantai Segredo di Brasil terkenal karena keindahannya yang masih alami. Namun, ada fakta menyedihkan di baliknya. Jika diperhatikan lebih dekat, pasir pantainya dipenuhi sampah, sebagian besar berasal dari Asia, termasuk Indonesia

Lantas, mengapa sampah dari Asia, termasuk Indonesia bisa berakhir di asana? 

Dikutip dari BBC, mereka menemukan puluhan kemasan produk dari Indonesia, China, Singapura, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Korea Selatan.

Botol minuman, produk pembersih, dan wadah oli mesin jadi jenis sampah paling banyak ditemukan. Hampir semuanya berbahan plastik, meski ada juga kemasan kaleng seperti penghapus cat.

Kondisinya masih utuh, sebagian besar diproduksi dalam beberapa tahun terakhir. Pantai Segredo membentang luas di pusat Natal, Brasil. Tak seramai pantai urban seperti Ponta Negra, tempat ini lebih sunyi.

Namun, kesunyian itu kontras dengan pemandangan sampah berwarna mencolok yang berserakan di pasir putih. Tak hanya produk Asia, ditemukan juga kemasan dari Brasil, Amerika Serikat, dan Afrika. Tapi, sampah asal Asia mendominasi.

Mengapa Sampai ke Brasil? 

Ilustrasi sampah plastik di laut
Ilustrasi sampah plastik di laut

Sebuah penelitian Verocel menemukan banyak sampah asing di pantai Belmonte, Bahia selatan pada 2024. Dalam lima minggu, 140 kilogram plastik dikumpulkan dari pasir. Mayoritas botol plastik berasal dari Asia.

Tapi bagaimana sampah dari belahan dunia lain bisa sampai ke Brasil?

Profesor di Institut Oseanografi Universitas São Paulo (USP), Alexander Turra, menduga sampah ini berasal dari pembuangan kapal. Transportasi laut mengangkut 90 persen perdagangan global. Asia memiliki 20 dari 30 pelabuhan tersibuk dunia.

Brasil dan Asia punya lalu lintas pelayaran yang padat. Brasil mengimpor banyak produk industri dan mengekspor bahan mentah dalam jumlah besar.

"Kapal ini mengangkut orang, mereka mengonsumsi produk, dan sering kali sampahnya dibuang ke laut," kata Turra.

Produk yang dibuang bisa berasal dari Singapura, Vietnam, atau China, tergantung dari mana kapal berangkat.

Sampah ini umumnya dibuang di sekitar pelabuhan sebelum akhirnya terbawa arus ke pantai. Dampaknya terasa di banyak pantai Brasil, terutama yang terpencil dan jarang dibersihkan. Kota pelabuhan seperti Natal bahkan lebih rentan karena menjadi tempat transit kapal besar.

Alexander Turra menegaskan, sampah ini membawa dampak luas bagi pantai dan kehidupan laut.

"Salah satunya pariwisata. Siapa yang ingin liburan ke pantai penuh sampah?" katanya.

Bukan hanya mengganggu pemandangan, polusi ini juga berbahaya bagi hewan. Banyak yang terjebak dalam kemasan atau memakannya.

"Mereka bisa mati tercekik atau merasa kenyang palsu, lalu kelaparan sampai mati," jelasnya.

Belum lagi dampaknya pada pelayaran. Sampah ini bisa merusak mesin, baling-baling, dan sistem pendingin kapal. Ada juga ancaman bagi manusia. Plastik yang terurai menjadi mikroplastik dapat dikonsumsi ikan—dan akhirnya masuk ke tubuh manusia.

Apa Solusinya?

Sejak 1972, aturan internasional melarang pembuangan sampah non-organik ke laut. Sampah organik boleh dibuang, tapi dengan syarat tertentu.

Namun, aturan ini sering dilanggar. Turra menyebut dua alasan utama. Pertama, banyak kapal tidak memilah sampah. Plastik dan limbah organik bercampur, lalu dibuang ke laut untuk menghindari bau tak sedap.

Kedua, biaya. Pelabuhan menarik tarif berdasarkan berat sampah. Untuk menghemat, banyak kapal memilih membuangnya langsung ke laut.

Solusinya? Turra mengusulkan tarif tetap, tanpa bergantung pada jumlah sampah. Selain itu, pengawasan ketat dan denda bagi kapal yang tidak memilah sampah bisa menjadi langkah pencegahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Skuad Malaysia dan Hong Kong di BAMTC 2025, Lawan Indonesia di Grup B!

Skuad Malaysia dan Hong Kong di BAMTC 2025, Lawan Indonesia di Grup B!

Your Say | Senin, 10 Februari 2025 | 12:10 WIB

Penampakan Bendungan Leuwikeris Ciamis Dipenuhi Sampah

Penampakan Bendungan Leuwikeris Ciamis Dipenuhi Sampah

Foto | Jum'at, 07 Februari 2025 | 20:08 WIB

Emiten Konstruksi BUMN Ini Olah Sampah Plastik Jadi Material Jalan Tol

Emiten Konstruksi BUMN Ini Olah Sampah Plastik Jadi Material Jalan Tol

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2025 | 18:17 WIB

Terkini

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:38 WIB

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:33 WIB

Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik

Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:24 WIB

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:11 WIB

Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:58 WIB

H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup

H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:41 WIB

Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal

Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:36 WIB

Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh

Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:32 WIB

Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri

Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:20 WIB

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:48 WIB