Imbas Demo Tolak MBG, Prabowo Kini Diusulkan Agar Gratiskan Sekolah Anak-anak Papua, Bisa Gak?

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 18 Februari 2025 | 20:26 WIB
Imbas Demo Tolak MBG, Prabowo Kini Diusulkan Agar Gratiskan Sekolah Anak-anak Papua, Bisa Gak?
Imbas Demo Tolak MBG, Prabowo Kini Diusulkan Agar Gratiskan Sekolah Anak-anak Papua, Bisa Gak?. [Ist]

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN, Paulus Ubruangge meminta agar pemerintah menggratiskan sekolah bagi anak-anak di Papua Pegunungan dan Papua Tengah ketimbang gencar memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan itu disampaikan Paulus menanggapi adanya aksi unjuk rasa siswa di Papua yang salah satunya menolak program MBG. 

"Memang dalam hal menyangkut dengan makan siang gratis yang akhirnya terjadi demo di mana-mana sehingga saya sebagai anggota DPR mewakili rakyat saya, saya menyampaikan kepada pemerintah bahwa alangkah baiknya untuk program makan siang ini kalau bisa, kalau bisa untuk secara khusus untuk Papua Pegunungan dengan Papua Tengah, saya hanya usulkan kepada pemerintah bahwa untuk dua provinsi ini saya minta supaya kalau dari pemerintah bisa perhatikan anak-anak itu bisa biaya siswa yang dikasih gratiskan," kata Paulus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2025). 

Anggota DPR RI dari Dapil Papua Pegunungan ini mengatakan, adanya pembiayaan sekolah gratis dirasa lebih bermanfaat ketimbang MBG. 

"Sehingga ini yang lebih manfaat kepada anak sekolah yang ada di dua provinsi itu dan itu secara khusus," katanya. 

"Sebenarnya ini seluruh Papua dan juga seluruh Indonesia itu sebenarnya kita harus memberikan biaya anak-anak sekolah itu biaya gratis. Sehingga ini bisa menjadi mereka belajar fokus dan bisa jadi anak pintar di seluruh Indonesia," sambungnya. 

Ia mengatakan, program MBG yang merupakan unggulan Prabowo Subianto sebenarnya bukannya tak baik. Namun, biaya untuk sekolah gratis lebih bermanfaat. 

Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN, Paulus Ubruangge. (Suara.com/Bagaskara)
Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN, Paulus Ubruangge. (Suara.com/Bagaskara)

"Ya, benar. Jadi dialihkan ke biaya sekolah. karena pengalaman yang sekarang jadi penolakan terjadi di dua provinsi itu karena di Papua itu biasa terjadi di warung maupun di kios-kios itu mereka beli air, habis minum orangnya meninggal. beli jajan, habis makan meninggal dan itu biasa terjadi di Papua. sehingga ini itu trauma yang dalam, trauma yang dalam di dua provinsi itu sehingga mereka tidak mau makanan gratis," katanya. 

"Apalagi ini penanganannya sekarang ini langsung dari Kodim, sehingga memang mereka tidak akan terima itu makanan gratis ini. Ini program yang bagus namun yang sekarang diambil alih sama TNI memang walaupun dipaksa anak-anak tidak akan makan dan itu kita hanya buang-buang uang negara," imbuhnya. 

Untuk itu, ia berharap ke Prabowo dan Badan Gizi Nasional untuk mengkaji ulang usulannya tersebut. 

"Sehingga saya hari ini minta supaya Pak Presiden kalau bisa program ini bagus namun kita harus diskusi ulang dengan Kepala Badan dan Menteri-Menteri yang terkait dan juga Komisi 9 ini harus dibahas ulang supaya program ini kita bisa alihkan kemana," pungkasnya. 

Demo Pelajar Papua Tolak MBG 

Massa dari kalangan pelajar SMA di Wamena, Jayapura, Papua pada Senin (16/2/2025) menggelar demonstrasi untuk menolak program MBG yang sedang digencarkan Presiden Prabowo. Demonstrasi itu pun diwarnai bentrokan antara pendemo dengan aparat. 

Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) menyampaikan bentrokan bermula saat massa SMA menggelar aksi demonstrasi. Adapun tuntutan mereka adalah agar pemerintah memberikan pendidikan gratis di Bumi Cendrawasih. 

"Kami mendapatkan kabar dari @LbhPapua bahwa ratusan siswa Sekolah Menengah Atas di Jayapura melakukan aksi demonstrasi pagi ini, untuk menuntut pendidikan gratis di Papua," tulis akun x @YLBHI dikutip Suara.com, Senin. 

YLBHI mengatakan aksi yang dibubarkan aparat membuat massa pelajar marah. Adapun dalih polisi membubarkan aksi ini karena tidak berizin. 

"Sayangnya, aksi ini dibubarkan oleh pihak kepolisian dengan dalih tak berizin," katanya. 

Dalam video yang dilihat Suara.com, aparat tampak menenteng gas air mata dan dilengkapi tameng. Aparat itu nampak menembakkan gas air mata ke arah massa. 

Rasa perih dari gas air mata aparat kepolisian ini bahkan membuat warga di sekitar lokasi merasakan perih pada bagian matanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelajar Papua Demo Tolak MBG, Mensesneg Ungkap Strategi Baru Prabowo: Jangan Dipelintir!

Pelajar Papua Demo Tolak MBG, Mensesneg Ungkap Strategi Baru Prabowo: Jangan Dipelintir!

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 18:16 WIB

Mahasiswa Demo Indonesia Gelap di Era Prabowo, Gerindra Sebut Reaksi Berlebihan dan Kontraproduktif!

Mahasiswa Demo Indonesia Gelap di Era Prabowo, Gerindra Sebut Reaksi Berlebihan dan Kontraproduktif!

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 17:50 WIB

Usai Diledek Mirip Bocah, Fedi Nuril Kini Kuliti Jejak Prabowo saat Kabur ke Yordania: Gue Punya Bukti...

Usai Diledek Mirip Bocah, Fedi Nuril Kini Kuliti Jejak Prabowo saat Kabur ke Yordania: Gue Punya Bukti...

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 16:14 WIB

Sikapi Tren #Kabur Aja Dulu, Menaker Yassierli dan Wamenaker Noel Dinilai Beda Kelas: Berpendidikan vs Buzzer!

Sikapi Tren #Kabur Aja Dulu, Menaker Yassierli dan Wamenaker Noel Dinilai Beda Kelas: Berpendidikan vs Buzzer!

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 14:17 WIB

Terkini

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:39 WIB

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:38 WIB

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:37 WIB

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:34 WIB

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:31 WIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:29 WIB

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:21 WIB

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:19 WIB

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07 WIB

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB