Takut Anak Alami Night Terror? IDAI: Tak Perlu Obat, Ini Solusinya

Chandra Iswinarno

Selasa, 18 Februari 2025 | 22:00 WIB
Takut Anak Alami Night Terror? IDAI: Tak Perlu Obat, Ini Solusinya
Ketua Satgas Perlindungan Anak IDAI, dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A, Subsp.TKPS(K). [Tangkapan layar]

Suara.com - Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Eva Devita Harmoniati, SpA, SubspTKPS(K) mewanti-wanti terjadinya gangguan tidur yang dialami anak-anak dengan ditandai kondisi ketakutan ekstrem saat tidur.

Night terror atau sleep terror pada anak tersebut ditandai dengan kebiasaan menjerit, menendang, hingga tampak panik, namun tidak sadar sepenuhnya.

Eva mengemukakan bahwa night terror sering dialami pada anak usia 3-7 tahun. Night terror yang terjadi pada anak umumnya berlangsung selama 10 hingga 40 menit.

"Night terror sering terjadi pada anak usia 3-7 tahun dan biasanya menghilang sendiri pada usia 10 tahun. Prevalensinya mencapai 30 persen pada anak," jelasnya, Selasa (18/2/2025).

Gangguan ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kelelahan, stres emosional, dan kurang tidur.

Meskipun anak tidak dapat mengingat kejadian yang dialami, night terror dapat menyebabkan tekanan yang signifikan dalam kehidupan interpersonal, akademik, pekerjaan, dan interaksi sosial.

Walaupun kondisi tersebut tampak menyeramkan, Eva menegaskan bahwa night terror tidak memerlukan pengobatan khusus.

"Tidak ada terapi spesifik selain memastikan keamanan anak. Jika frekuensinya sering, metode scheduled awakenings dapat membantu memperbaiki kualitas tidur mereka," ujarnya.

Untuk mengatasi night terror, Eva menyarankan bahwa metode scheduled awakenings, yakni dengan tiga tahap.

baca juga

Pertama, membangunkan anak secara rutin setiap hari di waktu yang biasanya anak terbangun. Kedua, membangunkan anak 15 hingga 30 menit lebih awal. Ketiga, tenangkan anak sampai tertidur kembali.

Metode ini membuat anak terbangun secara spontan, lalu kembali tidur sendiri, dan akhirnya memperbaiki konsolidasi tidur.

Orang tua juga disarankan untuk menerapkan sleep hygiene yang baik, seperti menjaga rutinitas tidur, menghindari konsumsi kafein sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan kamar yang nyaman.

Reporter : Kayla Nathaniel Bilbina

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infrastruktur Belum Merata, Survival Rate Kanker Anak di Indonesia Hanya 25 Persen

Infrastruktur Belum Merata, Survival Rate Kanker Anak di Indonesia Hanya 25 Persen

News | Rabu, 05 Februari 2025 | 05:52 WIB

Leukemia Ancam Anak Indonesia, IDAI: Deteksi Dini Sangat Penting

Leukemia Ancam Anak Indonesia, IDAI: Deteksi Dini Sangat Penting

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 19:02 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Guru Besar FKUI: Dampak Gizi Terlihat Bertahun-tahun

Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Guru Besar FKUI: Dampak Gizi Terlihat Bertahun-tahun

News | Senin, 06 Januari 2025 | 11:06 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×