Mahmoud Abbas Tegaskan Palestina Tidak Akan Menyerah

Andi Ahmad S | Suara.com

Kamis, 20 Februari 2025 | 13:29 WIB
Mahmoud Abbas Tegaskan Palestina Tidak Akan Menyerah
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. [Foto: AFP/Getty/file Deutsche Welle]

Suara.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa Palestina bukanlah sesuatu yang dapat diperjualbelikan dan menolak segala upaya pemindahan rakyat Palestina.

"Palestina bukan untuk dijual," tegas Abbas, menekankan bahwa tidak ada bagian dari wilayah Palestina—termasuk Gaza, Tepi Barat, atau Yerusalem—yang akan dilepaskan.

Pernyataan tersebut disampaikan Abbas dalam pertemuan Komite Sentral Fatah di Ramallah, Tepi Barat, pada Rabu, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Palestina, Wafa.

Ia juga menyoroti pentingnya berpegang teguh pada hukum internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab sebagai dasar dalam mencari solusi bagi konflik Palestina.

Di sisi lain, Abbas menyambut baik pernyataan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed, yang dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu menegaskan penolakannya terhadap upaya pemindahan rakyat Palestina dari Jalur Gaza. Zayed menekankan bahwa rekonstruksi Gaza harus dikaitkan dengan proses menuju perdamaian yang menyeluruh.

Komite Sentral Fatah turut menegaskan penolakan mereka terhadap semua upaya pemindahan warga Palestina dari Gaza atau wilayah Palestina lainnya yang diduduki Israel. Menurut mereka, rencana semacam itu akan menemui kegagalan karena mendapat penolakan luas dari negara-negara Arab dan komunitas internasional, yang menganggapnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Komite tersebut juga memberikan apresiasi kepada Yordania, Mesir, Arab Saudi, serta negara-negara Arab lainnya atas sikap tegas mereka dalam menolak upaya pengusiran warga Palestina dan melindungi hak-hak sah mereka.

Sebagai referensi, Inisiatif Perdamaian Arab yang diadopsi dalam KTT Liga Arab di Beirut pada 2002 menyerukan pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Rencana tersebut menawarkan pengakuan dan normalisasi hubungan dengan Israel sebagai imbalannya.

Namun, gagasan yang diajukan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang mengusulkan untuk "mengambil alih" Gaza dan merelokasi penduduknya demi mengubah wilayah tersebut menjadi "Riviera Timur Tengah," menuai kecaman keras dari dunia Arab dan komunitas internasional. Usulan tersebut dianggap sebagai bentuk pembersihan etnis dan ditolak secara luas. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:03 WIB

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 12:44 WIB

Gaza di Ambang Krisis Kemanusiaan, Israel Hanya Izinkan 6 Alat Berat untuk Reruntuhan

Gaza di Ambang Krisis Kemanusiaan, Israel Hanya Izinkan 6 Alat Berat untuk Reruntuhan

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 22:26 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB