"Anda Tidak Sendirian": Janji Dukungan Mengalir untuk Ukraina di Tengah Invasi Rusia dan Sikap Netral AS

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 26 Februari 2025 | 11:32 WIB
"Anda Tidak Sendirian":  Janji Dukungan Mengalir untuk Ukraina di Tengah Invasi Rusia dan Sikap Netral AS
Ilustrasi dukungan terhadap Ukraina oleh massa yang menentang perang yang dilakukan Rusia (Pexels/Mathias Reding)

Suara.com - Puluhan negara bersatu mendukung Ukraina dalam sebuah pertemuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa pada hari Selasa, sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi rancangan AS yang mengambil sikap netral terhadap konflik tersebut.

Acara tersebut, yang diadakan untuk memperingati "perlawanan terhadap agresi Rusia", mengikuti resolusi yang diadopsi di New York pada ulang tahun ketiga perang tersebut yang mencerminkan perubahan kebijakan AS terhadap Ukraina oleh Presiden Donald Trump dan sikapnya yang lebih lunak terhadap Rusia.

"Anda tidak sendirian. Norwegia dan negara-negara lain, semua negara yang ada di sini, tetapi juga negara-negara lain, akan terus mendukung Anda saat Anda berjuang untuk integritas teritorial, kedaulatan, dan martabat manusia Anda," kata Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia Andreas Motzfeldt Kravik kepada ruang yang penuh dengan menteri dan diplomat.

Ribuan warga Ukraina telah tewas sejak Rusia menginvasi pada tahun 2022 dan lebih dari 6 juta orang adalah pengungsi di luar negeri. Rusia mengatakan tidak punya pilihan selain meluncurkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus" karena perluasan aliansi NATO ke arah timur.

Minna-Liina Lind, Wakil Menteri Urusan Global dari Estonia, mengatakan kepada hadirin bahwa ia "sangat khawatir" oleh fakta bahwa Dewan Keamanan mengeluarkan resolusi yang tidak memuat bahasa yang sudah lama berlaku mengenai integritas teritorial Ukraina.

"Tetapi saya pikir tekad Eropa bahkan lebih besar. Ketika ada pihak lain yang tidak sekuat itu, pihak lain akan menggantikannya," katanya kepada Reuters setelah pertemuan tersebut, yang diselenggarakan bersama oleh Ukraina dan Liechtenstein di sela-sela Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

AS gagal meyakinkan Majelis Umum PBB untuk mengeluarkan resolusi yang sama yang disahkan di Dewan Keamanan pada hari Senin. Majelis Umum malah mengadopsi mosi yang dianggap lebih menguntungkan bagi Ukraina, dalam kemenangan diplomatik atas Washington.

Sebagian besar negara yang menghadiri acara Jenewa adalah negara-negara Eropa dan termasuk Prancis dan Jerman, tetapi negara-negara lain seperti Turki, Korea Selatan, Australia, dan Jepang juga hadir. Washington mengirim seorang delegasi yang tidak ikut berbicara.

Duta Besar Ukraina Yevheniia Filipenko, yang pada suatu saat menjadi emosional saat berbicara di ruangan itu, meminta negara-negara untuk terus mendukung pembangunan kembali Ukraina dan mencari pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan sejak invasi Rusia.

"Jalan di depan sangat menantang, tetapi jika kita bersatu, kita bisa menang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Optimis 'Kartu Emas' Senilai Rp78 Miliar untuk Imigran Kaya Bisa Lunasi Utang Nasional

Trump Optimis 'Kartu Emas' Senilai Rp78 Miliar untuk Imigran Kaya Bisa Lunasi Utang Nasional

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:54 WIB

Usai Bertemu Trump, Macron Beri Bocoran soal Gencatan Senjata di Ukraina

Usai Bertemu Trump, Macron Beri Bocoran soal Gencatan Senjata di Ukraina

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:42 WIB

Kartu Emas vs Green Card: Trump Umumkan Jalur Baru Izin Tinggal AS, Harganya Puluhan Miliar?

Kartu Emas vs Green Card: Trump Umumkan Jalur Baru Izin Tinggal AS, Harganya Puluhan Miliar?

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 08:04 WIB

Dua Langkah Besar Inggris Tahun Ini Sebelum Bertemu Donald Trump

Dua Langkah Besar Inggris Tahun Ini Sebelum Bertemu Donald Trump

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 02:15 WIB

Donald Trump Ungkap Kehangatan Hubungan dengan Putin: Kami Diperlakukan Baik

Donald Trump Ungkap Kehangatan Hubungan dengan Putin: Kami Diperlakukan Baik

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 17:47 WIB

Trump Dukung Elon Musk, Pegawai Federal Wajib Lapor Kinerja Mingguan via Email

Trump Dukung Elon Musk, Pegawai Federal Wajib Lapor Kinerja Mingguan via Email

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 04:40 WIB

Terkini

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB