Protes Anti Perang, Ilmuwan Prancis Serang Konsulat Rusia dengan Nitrogen Cair!

Bella

Jum'at, 28 Februari 2025 | 07:18 WIB
Protes Anti Perang, Ilmuwan Prancis Serang Konsulat Rusia dengan Nitrogen Cair!
Ilustrasi Nitrogen. [WikimediaImages/Pixabay]

Suara.com - Dua fisikawan asal Prancis dijatuhi hukuman delapan bulan penjara setelah melemparkan botol berisi nitrogen cair ke Konsulat Rusia di Marseille sebagai bentuk protes terhadap invasi Moskow ke Ukraina. Meski demikian, mereka diizinkan menjalani hukuman dengan mengenakan tanda elektronik.

Georges Sitja (59) dan Vasile Heresanu (48), yang bekerja di Pusat Riset Ilmiah Nasional Prancis (CNRS), mengakui telah melemparkan tiga botol berisi nitrogen cair ke gedung konsulat pada peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina, Senin lalu. Tindakan ini membuat Moskow menuding bahwa misi diplomatiknya di Marseille menjadi sasaran "serangan teroris".

Kedua fisikawan tersebut segera ditangkap dalam aksi demonstrasi pro-Ukraina dan dilarang mendekati Konsulat Rusia serta membawa senjata selama lima tahun ke depan. Saat ini, mereka harus menghabiskan malam di penjara sebelum hukuman mereka disesuaikan dengan pemakaian gelang elektronik.

Menurut laporan kepolisian Prancis, dua dari tiga botol yang dilemparkan jatuh di atap tempat parkir konsulat dan menyebabkan ledakan. Beruntung, tidak ada korban luka maupun kerusakan yang dilaporkan. Polisi sempat menyebut bahwa alat peledak rakitan telah digunakan dalam insiden tersebut.

Sidang kasus ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Konsul Jenderal Rusia di Marseille, Stanislav Oranskiy, dan perwakilan dari CNRS. Oranskiy menilai insiden ini sebagai "serangan teroris", sementara jaksa Prancis, Olivier Redon, menyatakan bahwa tindakan Sitja dan Heresanu lebih mencerminkan perilaku "orang-orang jujur" yang tidak bermaksud menciptakan bahaya serius.

"Aspek terorisnya seperti botolnya, ia meledak," kata Redon dalam persidangan, menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap melanggar norma internasional.

Ia menuntut hukuman satu tahun penjara dengan pemakaian tanda elektronik.

Dalam persidangan, Sitja mengaku bahwa tindakannya adalah bentuk kepedulian terhadap situasi global, terutama karena istrinya merupakan warga keturunan Ukraina.

"Istri saya mengatakan bahwa ini ide yang sangat buruk, tetapi saya sudah berpikir panjang agar prosedurnya tetap aman," ujarnya.

baca juga

Sementara itu, Heresanu, pria asal Rumania yang menjadi warga negara Prancis, mengungkapkan bahwa ia ingin "membuat kegaduhan" untuk menarik perhatian terhadap situasi dunia yang memburuk. Ia menyebut konflik Rusia-Ukraina dan hasil pemilu Amerika Serikat yang mengembalikan Donald Trump ke tampuk kekuasaan sebagai tanda-tanda yang mengkhawatirkannya. "Saya benar-benar kewalahan dan menyesali tindakan saya," katanya.

Pengacara kedua fisikawan, Rami Chahine, membela kliennya dengan menekankan bahwa mereka bukanlah kriminal, melainkan "orang-orang yang sangat cemas" terhadap kondisi dunia saat ini.

Pihak CNRS mengecam tindakan kedua ilmuwan tersebut dengan menyebut insiden ini sebagai serangan dan menuduh mereka telah menyalahgunakan produk ilmiah. Sementara itu, Komite Investigasi Rusia membuka penyelidikan terhadap kasus ini dengan tuduhan serangan terhadap orang atau lembaga yang mendapat perlindungan internasional, yang di Rusia dapat dihukum hingga 20 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Utara Kirim Tambahan Pasukan ke Rusia, Ditempatkan di Garis Depan Kursk

Korea Utara Kirim Tambahan Pasukan ke Rusia, Ditempatkan di Garis Depan Kursk

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 05:05 WIB

Trump Batalkan Pertemuan Uni Eropa, Ketegangan AS-Eropa Meningkat Dramatis

Trump Batalkan Pertemuan Uni Eropa, Ketegangan AS-Eropa Meningkat Dramatis

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 10:00 WIB

Perang Dagang Memanas! Trump Umumkan Tarif Baru untuk Produk Eropa

Perang Dagang Memanas! Trump Umumkan Tarif Baru untuk Produk Eropa

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 05:33 WIB

Presiden Serbia Minta Maaf Usai Salah Dukung Resolusi PBB yang Menyalahkan Rusia: Mungkin Saya Lelah

Presiden Serbia Minta Maaf Usai Salah Dukung Resolusi PBB yang Menyalahkan Rusia: Mungkin Saya Lelah

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 14:58 WIB

"Anda Tidak Sendirian":  Janji Dukungan Mengalir untuk Ukraina di Tengah Invasi Rusia dan Sikap Netral AS

"Anda Tidak Sendirian": Janji Dukungan Mengalir untuk Ukraina di Tengah Invasi Rusia dan Sikap Netral AS

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 11:32 WIB

Donald Trump Ungkap Kehangatan Hubungan dengan Putin: Kami Diperlakukan Baik

Donald Trump Ungkap Kehangatan Hubungan dengan Putin: Kami Diperlakukan Baik

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 17:47 WIB

Sirine Meraung-raung! Serangan Rudal Rusia Guncang Ukraina

Sirine Meraung-raung! Serangan Rudal Rusia Guncang Ukraina

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 14:43 WIB

Momen Hangat Prabowo Sambut Sekutu Putin di Istana Merdeka

Momen Hangat Prabowo Sambut Sekutu Putin di Istana Merdeka

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 13:12 WIB

Siang Ini, Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana

Siang Ini, Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 08:41 WIB

Trump Ungkap Sedang Membahas Kesepakatan Ekonomi Besar dengan Putin

Trump Ungkap Sedang Membahas Kesepakatan Ekonomi Besar dengan Putin

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 07:33 WIB

Terkini

Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian

Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:43 WIB

Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop

Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:42 WIB

Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat

Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:41 WIB

Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta

Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:38 WIB

Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti

Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:36 WIB

4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari

4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:35 WIB

Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS

Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:34 WIB

Koperasi Desa hingga Pelosok, Mengapa Sekolah Rusak Justru Dibiarkan?

Koperasi Desa hingga Pelosok, Mengapa Sekolah Rusak Justru Dibiarkan?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:30 WIB

Detik-Detik Ibu di Way Kanan Melahirkan di Mobil Akibat Jalan Rusak Parah

Detik-Detik Ibu di Way Kanan Melahirkan di Mobil Akibat Jalan Rusak Parah

Lampung | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:28 WIB

Sutrimo Pembantu Febrie Adriansyah Tewas Tak Wajar, Puslabfor Polri Uji Sampel dari Lokasi Kejadian

Sutrimo Pembantu Febrie Adriansyah Tewas Tak Wajar, Puslabfor Polri Uji Sampel dari Lokasi Kejadian

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:26 WIB

×