AS dan Rusia Bersatu, Siap Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina?

Andi Ahmad S | Suara.com

Jum'at, 28 Februari 2025 | 23:09 WIB
AS dan Rusia Bersatu, Siap Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina?
Donald Trump dan Vladimir Putin (REUTERS/Kevin Lamarque)

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Rusia nampaknya terus menjalin kemesraan diduga dalam rangka menyatukan kekuatan untuk bisa menguasai harta karun mineral tanah langka di Donetsk dan Luhansk Ukraina.

Perlu diketahui, bahwa belakangan ini kekayaan dimiliki Ukraina itu menjadi perhatian dunia. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyatakan minatnya untuk mendapatkan akses ke sumber daya tersebut sebagai imbalan atas bantuan militer yang diberikan kepada Ukraina.

Melansir dari New York Times, keinginan Donald Trump itu mendapatkan penolakan dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Dia bahkan menolak perjanjian yang akan memberikan 50% cadangan mineral Ukraina kepada AS.

Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan kesiapan Rusia untuk bekerja sama dengan AS dalam menambang mineral tanah jarang di wilayah Ukraina yang saat ini dikuasai Moskow, seperti Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Tentunya hal tersebut jadi sorotan dunia, apalagi Rusia dan AS telah melakukan pertemuan dalam rangka menghentikan perang Rusia-Ukraina.

Diketahui, Ukraina sendiri memiliki cadangan mineral yang signifikan, termasuk litium dan titanium, yang sangat penting bagi industri teknologi tinggi dan pertahanan.

Gambar udara menunjukkan para pekerja sedang membongkar lambang bekas Uni Soviet dari perisai Monumen Ibu Pertiwi di Kyiv, Ukraina, Selasa (1/8/2023). [Sergii VOLSKYI/AFP]
Gambar udara menunjukkan para pekerja sedang membongkar lambang bekas Uni Soviet dari perisai Monumen Ibu Pertiwi di Kyiv, Ukraina, Selasa (1/8/2023). [Sergii VOLSKYI/AFP]

Rusia dan AS Adakan Pertemuan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Kamis mengatakan bahwa Rusia dan AS mengadakan pembicaraan tingkat ahli di Istanbul mengatasi ketegangan dan memperkuat langkah-langkah membangun kepercayaan antara kedua negara.

"Kami berharap pertemuan hari ini, yang pertama dari serangkaian konsultasi ahli, akan membawa kami dan pihak Amerika lebih dekat untuk mengatasi perbedaan dan memperkuat kepercayaan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita TASS.

Zharakova mengatakan pertemuan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan apa yang digambarkannya sebagai "banyak hal yang mengganggu" dalam dialog Rusia-AS.

Delegasi Rusia dan AS bertemu selama enam setengah jam di kediaman Konsulat Jenderal AS di Istanbul untuk membahas pengoperasian kedutaan masing-masing sebagai bagian dari normalisasi hubungan kedua negara.

Setelah pertemuan tersebut, delegasi Rusia meninggalkan tempat tanpa mengeluarkan pernyataan.

Delegasi kedua negara bertemu untuk pertama kalinya pada 18 Februari di Riyadh, Arab Saudi, untuk membahas hubungan bilateral dan upaya untuk mengakhiri perang Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

Sementara itu, persiapan juga sedang dilakukan untuk pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Sebut Intelijen Ukraina Rencanakan Pembunuhan Uskup 'Bapak Pengakuan Putin'

Rusia Sebut Intelijen Ukraina Rencanakan Pembunuhan Uskup 'Bapak Pengakuan Putin'

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 21:45 WIB

Rencana Pembunuhan Uskup Rusia 'Bapak Pengakuan Putin' Digagalkan

Rencana Pembunuhan Uskup Rusia 'Bapak Pengakuan Putin' Digagalkan

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 18:38 WIB

Awal Ramadhan 2025 di Malaysia Mulai Minggu?

Awal Ramadhan 2025 di Malaysia Mulai Minggu?

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 18:19 WIB

Pemantauan Hilal di Arab Saudi, Raja Salman: Selamat Ramadhan

Pemantauan Hilal di Arab Saudi, Raja Salman: Selamat Ramadhan

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:44 WIB

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Nepal, Pusatnya Dekat Kodari

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Nepal, Pusatnya Dekat Kodari

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:25 WIB

Terkini

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:50 WIB

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:45 WIB

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:25 WIB

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:07 WIB

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:14 WIB

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:07 WIB