Puan Maharani Hadiri Dua Agenda Kepresidenan Prabowo, Apa Pesan Politik di Baliknya?

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 03 Maret 2025 | 12:06 WIB
Puan Maharani Hadiri Dua Agenda Kepresidenan Prabowo, Apa Pesan Politik di Baliknya?
Ketua DPR RI Puan Maharani (kiri) dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kanan) bersiap mengecek pasukan saat parade senja di Lapangan Pancasila Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2025). [Handout/DPR RI]

Suara.com - Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Demokrasi (PSHD), Ade Irfan Pulungan, menyoroti kehadiran Puan Maharani dalam dua agenda kepresidenan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, yakni peluncuran Danantara di Istana Kepresidenan, Jakarta dan retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Dalam agenda tersebut, Prabowo juga mengundang dua mantan presiden, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Irfan, kehadiran Puan bukan sekadar sebagai Ketua DPR, melainkan juga sebagai representasi Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP).

Irfan menilai, kehadiran Puan dalam dua acara tersebut bukan tanpa maksud. Ia menduga ada pembicaraan lain di luar konteks pertemuan resmi, termasuk kemungkinan upaya untuk menjadwalkan pertemuan antara Prabowo dan Megawati.

"Sepertinya ada komunikasi yang dilakukan, apakah untuk menjadwalkan pertemuan Prabowo dengan Megawati," ujar Irfan kepada Suara.com, Senin (3/3/2025).

Selain itu, kehadiran Puan di acara retret kepala daerah dinilai sebagai upaya untuk mencairkan hubungan antara Prabowo dan Megawati.

Sebelumnya, Megawati sempat memberikan instruksi kepada kepala daerah dari PDIP untuk menunda keberangkatan ke Magelang. Menurut Irfan, kehadiran Puan bisa menjadi jembatan untuk membangun komunikasi politik dan menjelaskan maksud di balik surat Megawati tersebut.

"Bisa jadi kehadiran Puan dapat membangun komunikasi politik dan memberikan penjelasan adanya surat Megawati ya," kata Irfan.

Irfan juga mengapresiasi langkah Prabowo yang mengundang dua mantan presiden dalam dua acara tersebut.

Menurutnya, langkah ini menunjukkan niat Prabowo untuk menjalin kebersamaan, persatuan, dan keselarasan di antara para pemimpin bangsa.

"Prabowo sebagai presiden ingin menjadikan kebersamaan, persatuan, keselarasan, semua potensi anak bangsa untuk bisa bersinergi dalam semangat menuju Indonesia Emas," ujar Irfan.

Ia menilai, kehadiran mantan presiden dalam acara tersebut merupakan momentum sejarah.

Gagasan Prabowo untuk menyatukan potensi dan belajar dari pengalaman para pemimpin sebelumnya dinilai sebagai langkah luar biasa.

"Ini menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dan mensejahterakan rakyat. Intinya adalah semangat Presiden Prabowo dalam merangkul, mengajak semua potensi anak bangsa, termasuk para pemimpin sebelumnya, untuk bersatu dalam melaksanakan program kesejahteraan rakyat," jelas Irfan.

Irfan menegaskan, gagasan dan praktik baik yang dilakukan Prabowo perlu didukung oleh seluruh elemen bangsa. Tujuannya adalah untuk mencapai visi besar Indonesia Emas pada tahun 2045.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul di Retret Kepala Daerah, Puan Bongkar Isi Obrolannya Bareng Jokowi, SBY dan Prabowo

Muncul di Retret Kepala Daerah, Puan Bongkar Isi Obrolannya Bareng Jokowi, SBY dan Prabowo

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 13:29 WIB

Kebersamaan Jokowi, Puan, SBY, dan Prabowo di Retret Kepala Daerah

Kebersamaan Jokowi, Puan, SBY, dan Prabowo di Retret Kepala Daerah

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 21:36 WIB

Terbang Bareng Ketua MPR dan DPD, Puan Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah di Magelang

Terbang Bareng Ketua MPR dan DPD, Puan Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah di Magelang

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 14:04 WIB

Terkini

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:02 WIB

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:00 WIB

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:41 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB