Pembicaraan Rahasia AS dengan Hamas Membuat Israel Terkejut

Bella

Jum'at, 07 Maret 2025 | 06:47 WIB
Pembicaraan Rahasia AS dengan Hamas Membuat Israel Terkejut
Ilustrasi Kelompok Hamas di Jalur Gaza. ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Negosiasi rahasia antara Amerika Serikat dan kelompok Hamas mengalami perkembangan yang disebut positif, menurut sumber Mesir yang mengetahui jalannya perundingan.

Kemajuan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Hamas untuk segera membebaskan para sandera yang masih ditahan di Gaza atau menghadapi hukuman berat.

Pembicaraan yang berlangsung di Doha ini dipimpin oleh Adam Boehler, utusan khusus Trump untuk penyanderaan. Laporan menyebutkan bahwa diskusi terbaru dengan Hamas berakhir dengan semangat positif, menandakan kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Pemerintahan Trump saat ini fokus pada tahap kedua gencatan senjata Israel-Hamas, yang salah satu poin utamanya adalah pembebasan seluruh sandera yang masih hidup.

Namun, kemajuan negosiasi ini mengejutkan Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa mereka tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya mengenai perundingan tersebut.

"Kami tidak mengetahui adanya kemajuan dalam pembicaraan tahap kedua," kata pernyataan resmi kantor perdana menteri Israel.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada The Washington Post bahwa Netanyahu baru mengetahui adanya negosiasi ini melalui saluran lain. Menurut pejabat tersebut, jika Trump berhasil membebaskan sandera Amerika, hal itu bisa menjadi pukulan politik bagi Netanyahu, yang hingga kini masih enggan memasuki tahap kedua kesepakatan.

Trump: Bebaskan Sandera atau Segalanya Akan Berakhir bagi Hamas

Donald Trump (Instagram)
Donald Trump (Instagram)

Presiden Trump memberikan ultimatum tegas kepada Hamas melalui unggahannya di Truth Social.

"Bebaskan semua sandera sekarang, jangan nanti, dan segera kembalikan semua mayat orang yang kalian bunuh, atau semuanya BERAKHIR bagi kalian," tulisnya.

baca juga

Ia juga menegaskan bahwa Israel akan mendapat semua dukungan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan konflik jika Hamas tidak memenuhi tuntutannya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada Fox News bahwa peringatan keras dari Trump muncul setelah ia bertemu dengan para mantan sandera Israel yang dibebaskan.

Rubio menyebut bahwa presiden mulai kehilangan kesabaran setelah melihat kondisi para tawanan yang dilepaskan dalam keadaan mengenaskan.

Sementara itu, Hamas menanggapi ancaman Trump dengan skeptis. Juru bicara kelompok tersebut, Abdel-Latif al-Qanua, menegaskan bahwa tekanan Amerika tidak akan mempercepat negosiasi.

Sebaliknya, ia meminta Washington untuk lebih menekan Israel agar setuju dengan tahap kedua gencatan senjata.

Di tengah meningkatnya tekanan internasional, masa depan perundingan ini masih belum pasti. Israel sendiri masih mempertimbangkan opsi memperpanjang kesepakatan awal demi membebaskan 59 sandera yang tersisa, tanpa masuk ke tahap kedua yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Pertukaran Sandera, Trump Peringatkan Hamas: Tinggalkan Gaza atau Hadapi Konsekuensi!

Setelah Pertukaran Sandera, Trump Peringatkan Hamas: Tinggalkan Gaza atau Hadapi Konsekuensi!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:25 WIB

Drama di Barnard College: Ancaman Bom dan Aksi Duduk Pro-Palestina Berakhir Ricuh!

Drama di Barnard College: Ancaman Bom dan Aksi Duduk Pro-Palestina Berakhir Ricuh!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:12 WIB

"Trump Utusan Tuhan", Sandera Israel Beri Pujian di Ruang Oval, Presiden Janji Pembebasan Lainnya

"Trump Utusan Tuhan", Sandera Israel Beri Pujian di Ruang Oval, Presiden Janji Pembebasan Lainnya

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 17:22 WIB

Trump Gunakan Strategi "Wortel dan Tongkat" untuk Akhiri Konflik Rusia-Ukraina

Trump Gunakan Strategi "Wortel dan Tongkat" untuk Akhiri Konflik Rusia-Ukraina

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 03:10 WIB

Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Mati!

Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Mati!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 16:37 WIB

Donald Trump Berencana Bubarkan Departemen Pendidikan AS

Donald Trump Berencana Bubarkan Departemen Pendidikan AS

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 05:05 WIB

AS Berencana PHK 80.000 Pekerja Urusan Veteran untuk Pemotongan Anggaran Trump

AS Berencana PHK 80.000 Pekerja Urusan Veteran untuk Pemotongan Anggaran Trump

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:21 WIB

AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika

AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:01 WIB

Prancis, Inggris, dan Jerman Desak Israel Tak Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Prancis, Inggris, dan Jerman Desak Israel Tak Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 08:39 WIB

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 08:29 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×