Mantan Pejabat NATO Ungkap Negara-Negara yang Jadi Target Rusia Setelah Ukraina

Bella | Suara.com

Senin, 10 Maret 2025 | 15:49 WIB
Mantan Pejabat NATO Ungkap Negara-Negara yang Jadi Target Rusia Setelah Ukraina
Vladimir Putin [Xinhua]

Suara.com - Seorang mantan petinggi NATO mengeluarkan peringatan keras tentang potensi ancaman yang akan dihadapi Inggris dan negara-negara Eropa lainnya jika mereka gagal mengirimkan bantuan militer ke Ukraina dan sekutu di kawasan Baltik.

Sir Richard Shirreff, mantan wakil komandan tertinggi sekutu NATO di Eropa, menyebut bahwa kebijakan Presiden AS Donald Trump telah memberikan "pukulan mematikan" bagi aliansi pertahanan tersebut. Trump mendapat kritik tajam karena menekan Ukraina dengan melarang berbagi intelijen dan menangguhkan bantuan militer dari AS, padahal negara itu masih berperang dengan pasukan Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin.

Kekhawatiran meningkat bahwa jika AS benar-benar keluar dari NATO, maka negara-negara anggota lainnya, termasuk Inggris, akan kehilangan dukungan militer utama. Selama ini, AS membiayai sekitar 22 persen dari anggaran tahunan NATO yang mencapai £3,2 miliar, tetapi kini kontribusinya turun menjadi kurang dari 16 persen. AS juga memiliki anggaran pertahanan terbesar di dunia, menjadikannya kekuatan militer paling dominan.

Rongsokan tank Rusia di perang Ukraina. [Dok.Reuters]
Rongsokan tank Rusia di perang Ukraina. [Dok.Reuters]

Sir Richard memperingatkan bahwa jika perang di Ukraina berakhir dengan kesepakatan damai yang menguntungkan Rusia—sesuatu yang mungkin terjadi jika Trump menengahi perundingan—maka Putin akan mendapatkan kesempatan untuk memperkuat militernya dan melanjutkan ambisinya menguasai seluruh Ukraina. Ia mengingatkan bahwa dalam esainya pada 2021, Putin pernah menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia adalah satu bangsa, sehingga mengindikasikan niatnya untuk melenyapkan kedaulatan Ukraina.

Menurut Sir Richard, setelah menguasai Ukraina, Putin kemungkinan besar akan berupaya menempatkan pemerintahan boneka di Georgia, Moldova, dan Rumania sebelum akhirnya mengarahkan perhatiannya ke negara-negara Baltik. Jika hal itu terjadi, perang langsung antara Eropa dan Rusia tak dapat dihindari, termasuk potensi serangan terhadap Inggris.

Sir Richard menegaskan bahwa jika Rusia melanjutkan agresinya ke Eropa, maka pola serangannya akan menyerupai kehancuran yang terjadi di Ukraina, seperti yang terlihat di Mariupol. Ia menggambarkan bagaimana Rusia menggunakan rudal untuk menghancurkan kota-kota sebelum melancarkan serangan darat yang disertai kekejaman terhadap warga sipil.

"Ini akan melibatkan deportasi anak-anak, pemerkosaan terhadap perempuan, dan pembantaian warga sipil," ujar Sir Richard, mengacu pada pelanggaran HAM yang dilaporkan terjadi di Ukraina.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Rusia telah mendeportasi anak-anak Ukraina ke wilayahnya sendiri, sementara di kota Bucha ditemukan banyak warga sipil yang dieksekusi dengan tangan terikat di belakang punggung dan luka tembak di kepala.

Rusia, tanpa bukti, mengklaim bahwa pembantaian di Bucha adalah operasi palsu, tetapi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebutnya sebagai tindakan "genosida".

Selain itu, mantan Komandan Angkatan Darat AS di Eropa, Ben Hodges, mengingatkan bahwa dalam skenario perang dengan NATO, Rusia bisa menargetkan infrastruktur transportasi vital seperti bandara dan pelabuhan. Oleh karena itu, ia menyerukan agar negara-negara Eropa memperkuat pertahanan mereka sebelum terlambat.

Sir Richard menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah ekspansi militer Rusia adalah dengan terus memasok senjata ke Ukraina. Ia juga menyarankan agar negara-negara NATO mempertimbangkan wajib militer atau konskripsi untuk meningkatkan kesiapan pertahanan mereka.

"Jika Eropa terpecah belah, dan jika Eropa tidak mengambil langkah yang diperlukan, maka saya benar-benar khawatir akan masa depan kita," ujarnya, menyoroti pentingnya solidaritas Eropa dalam menghadapi ancaman Rusia.

Polandia menjadi salah satu negara yang telah mengambil langkah nyata dalam menghadapi situasi ini. Pemerintah Polandia sedang merancang program pelatihan militer skala besar bagi seluruh pria dewasa, sebagai bagian dari rencana untuk membangun pasukan yang terdiri dari 500.000 tentara, termasuk pasukan cadangan.

Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengomentari potensi keluarnya AS dari NATO. Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, ia menyebut bahwa meskipun situasi itu akan menjadi "mengerikan", Eropa masih memiliki kapasitas finansial dan kemauan politik untuk membangun pertahanan sendiri.

Di tengah meningkatnya ancaman perang, Inggris dan Prancis tetap berupaya memimpin koalisi perdamaian global. Mereka sedang berusaha meyakinkan negara-negara lain untuk berpartisipasi dalam operasi penjaga perdamaian di Ukraina, meskipun tidak semua pihak yang tertarik akan mengirim pasukan. Beberapa di antaranya kemungkinan akan berkontribusi dalam bentuk lain, seperti dukungan logistik atau keuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Gaya Ninja, Pasukan Rusia Sembunyi di Pipa Gas untuk Sergap Tentara Ukraina!

Serangan Gaya Ninja, Pasukan Rusia Sembunyi di Pipa Gas untuk Sergap Tentara Ukraina!

News | Senin, 10 Maret 2025 | 15:03 WIB

Zelenskyy Kunjungi Arab Saudi Jelang Negosiasi Penting dengan AS

Zelenskyy Kunjungi Arab Saudi Jelang Negosiasi Penting dengan AS

News | Senin, 10 Maret 2025 | 14:55 WIB

Prancis Gelontorkan Rp3,4 Triliun untuk Ukraina: Bunga Aset Rusia Jadi Sumbernya!

Prancis Gelontorkan Rp3,4 Triliun untuk Ukraina: Bunga Aset Rusia Jadi Sumbernya!

News | Senin, 10 Maret 2025 | 13:25 WIB

Prancis Kucurkan Bantuan Militer Rp3,4 Triliun untuk Ukraina dari Bunga Aset Rusia

Prancis Kucurkan Bantuan Militer Rp3,4 Triliun untuk Ukraina dari Bunga Aset Rusia

News | Senin, 10 Maret 2025 | 12:35 WIB

Tragedi di Ukraina, Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang Termasuk 5 Anak-Anak!

Tragedi di Ukraina, Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang Termasuk 5 Anak-Anak!

News | Sabtu, 08 Maret 2025 | 17:39 WIB

Rusia Murka: Prancis dan Inggris Kirim "Pasukan Penjaga Perdamaian" ke Ukraina?

Rusia Murka: Prancis dan Inggris Kirim "Pasukan Penjaga Perdamaian" ke Ukraina?

News | Sabtu, 08 Maret 2025 | 15:48 WIB

Serangan Rudal Rusia Lumpuhkan Ukraina: Zelensky Mendesak Gencatan Senjata Segera!

Serangan Rudal Rusia Lumpuhkan Ukraina: Zelensky Mendesak Gencatan Senjata Segera!

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 22:20 WIB

Ukraina Dibombardir Habis-habisan usai Bantuan AS Dihentikan

Ukraina Dibombardir Habis-habisan usai Bantuan AS Dihentikan

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 20:49 WIB

Buka Peluang Kembali ke Eropa, 3 Klub Ini Bisa Jadi Pilihan Rafael Struick

Buka Peluang Kembali ke Eropa, 3 Klub Ini Bisa Jadi Pilihan Rafael Struick

Your Say | Jum'at, 07 Maret 2025 | 12:52 WIB

Putin Kecam Pidato Macron yang Isyaratkan Penggunaan Senjata Nuklir

Putin Kecam Pidato Macron yang Isyaratkan Penggunaan Senjata Nuklir

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 09:36 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB