AS Pulihkan Bantuan untuk Ukraina Setelah Pembicaraan di Arab Saudi

Bella

Rabu, 12 Maret 2025 | 10:14 WIB
AS Pulihkan Bantuan untuk Ukraina Setelah Pembicaraan di Arab Saudi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)

Suara.com - Amerika Serikat telah sepenuhnya memulihkan pembagian intelijen dengan Ukraina setelah pembicaraan yang dimediasi oleh Arab Saudi, menurut seorang pejabat senior pemerintah Ukraina pada Selasa (12/3).

Selain itu, bantuan militer yang sebelumnya dihentikan juga telah kembali disalurkan, menandai perubahan signifikan dalam kebijakan Washington terhadap Kyiv.

Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara pejabat tinggi kedua negara di Jeddah, Arab Saudi, yang bertujuan membahas langkah-langkah menuju perdamaian di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

Dalam pernyataan bersama, kedua pihak sepakat bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai proses menuju perdamaian abadi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat bertemu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman Al Saud. (x.com)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat bertemu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman Al Saud. (x.com)

Delegasi Ukraina menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Donald Trump, Kongres AS, dan rakyat Amerika Serikat atas upaya mereka dalam mendukung solusi damai bagi Ukraina.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Ukraina telah menyatakan kesiapannya untuk menerima usulan gencatan senjata sementara selama 30 hari yang dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak. Namun, keberlanjutan gencatan senjata tersebut bergantung pada penerimaan dan implementasi oleh Federasi Rusia.

Washington menegaskan bahwa keterlibatan Rusia sangat penting dalam mewujudkan perdamaian, dan pihaknya berkomitmen untuk membahas proposal perdamaian abadi yang menjamin keamanan jangka panjang bagi Ukraina. Selain itu, mitra-mitra Eropa juga diharapkan ikut serta dalam perundingan ini guna memastikan stabilitas kawasan.

Sebagai bagian dari upaya rekonstruksi ekonomi, kedua negara juga menyepakati perjanjian komprehensif untuk mengembangkan sumber daya mineral Ukraina. Perjanjian ini diharapkan dapat memperluas perekonomian Ukraina serta menjamin kemakmuran dan keamanan jangka panjang negara tersebut.

Sebelumnya, Zelenskyy sempat menolak proposal yang diajukan Trump terkait eksploitasi sumber daya mineral Ukraina oleh AS, namun kini ia menyatakan kesiapannya untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

baca juga

Sementara itu, di medan perang, Kyiv mengklaim telah meluncurkan serangan drone terbesar dalam sejarah, dengan ratusan drone menghantam Moskow dan wilayah lainnya pada Senin malam (11/3). Serangan ini diklaim bertujuan untuk mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin agar menyetujui gencatan senjata di udara dan laut.

Namun, serangan ini juga menyebabkan korban jiwa, dengan laporan tiga orang tewas akibat serangan drone tersebut. Militer Rusia menyatakan telah menembak jatuh 337 drone di berbagai lokasi di negaranya. Kremlin belum memberikan respons resmi terhadap tawaran gencatan senjata terbatas dari Ukraina.

Presiden Trump diketahui meningkatkan tekanan terhadap Ukraina untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 2022.

Beberapa pekan sebelumnya, Washington sempat menangguhkan bantuan militer dan intelijen sebagai bentuk tekanan terhadap Kyiv agar lebih kooperatif dalam perundingan perdamaian. Kini, dengan adanya kesepakatan baru, bantuan tersebut kembali dipulihkan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang hadir dalam pertemuan di Jeddah, menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap mendukung Ukraina, tetapi menginginkan adanya konsesi dari kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian.

“Anda tidak akan mendapatkan gencatan senjata dan mengakhiri perang ini kecuali kedua belah pihak membuat kompromi,” ujarnya kepada wartawan.

Meskipun ada harapan baru untuk perundingan damai, belum ada kejelasan mengenai bagaimana Rusia akan menanggapi usulan ini.

Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov menghindari memberikan komentar langsung terkait sikap Rusia terhadap gencatan senjata dan mengatakan bahwa posisi mereka akan ditentukan setelah mengetahui detail kesepakatan dari Ukraina dan AS.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, perundingan di Jeddah dianggap sebagai langkah awal menuju deeskalasi konflik. Namun, masih perlu dilihat apakah Rusia akan menerima tawaran gencatan senjata ini atau tetap mempertahankan posisinya di medan perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Departemen Pendidikan AS Siap untuk Memberhentikan Hampir Setengah dari Stafnya: Itu Mandat Presiden

Departemen Pendidikan AS Siap untuk Memberhentikan Hampir Setengah dari Stafnya: Itu Mandat Presiden

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 09:45 WIB

Trump Beli Tesla: Balas Dendam ke Pengunjuk Rasa atau Dukungan ke Elon Musk?

Trump Beli Tesla: Balas Dendam ke Pengunjuk Rasa atau Dukungan ke Elon Musk?

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 08:00 WIB

Zelensky Setuju Gencatan Senjata 30 Hari, Tapi Minta AS Bujuk Rusia!

Zelensky Setuju Gencatan Senjata 30 Hari, Tapi Minta AS Bujuk Rusia!

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 06:22 WIB

Disebut Sindir Donald Trump, Bong Joon-ho Jawab Teori Villain di Mickey 17

Disebut Sindir Donald Trump, Bong Joon-ho Jawab Teori Villain di Mickey 17

Your Say | Selasa, 11 Maret 2025 | 13:57 WIB

"Satu Tembakan Saja Bisa Memicu Perang": Korut Beri Peringatan Keras ke Korsel soal Rudal

"Satu Tembakan Saja Bisa Memicu Perang": Korut Beri Peringatan Keras ke Korsel soal Rudal

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 07:14 WIB

Tiongkok Tegaskan 'Penyatuan Damai' dengan Taiwan, tapi Siap Ambil Tindakan Keras!

Tiongkok Tegaskan 'Penyatuan Damai' dengan Taiwan, tapi Siap Ambil Tindakan Keras!

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 10:00 WIB

Terungkap Isi Pertemuan Rahasia Utusan Trump dengan Hamas Soal Pembebasan Sandera

Terungkap Isi Pertemuan Rahasia Utusan Trump dengan Hamas Soal Pembebasan Sandera

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 06:16 WIB

"Deportasi Mandiri": Aplikasi Baru Trump Paksa Imigran Ilegal Pilih Pulang Atau Diburu!

"Deportasi Mandiri": Aplikasi Baru Trump Paksa Imigran Ilegal Pilih Pulang Atau Diburu!

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 06:05 WIB

Korea Utara Kecam Latihan Militer Gabungan Korea Selatan-AS, Sebut Sebagai Tindakan Provokatif

Korea Utara Kecam Latihan Militer Gabungan Korea Selatan-AS, Sebut Sebagai Tindakan Provokatif

News | Senin, 10 Maret 2025 | 15:17 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Saat Korsel-AS Gelar Latihan Militer: Perang Sungguhan di Ambang Pintu?

Korea Utara Luncurkan Rudal Saat Korsel-AS Gelar Latihan Militer: Perang Sungguhan di Ambang Pintu?

News | Senin, 10 Maret 2025 | 13:51 WIB

Terkini

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

×