Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:21 WIB
Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara
Ilustrasi Pemadaman Listrik [Unsplash/Carly Hendrickson]
baca 10 detik
  • Pemadaman listrik di wilayah Jawa pada 9–10 Juni 2026 mengungkapkan kerentanan sistem kelistrikan nasional yang masih bergantung pada bahan bakar fosil.
  • IESR mendesak Kementerian ESDM melakukan investigasi menyeluruh dan transparan untuk mengidentifikasi penyebab gangguan serta kelemahan pada sistem interkoneksi Jamali.
  • Kurangnya cadangan bahan bakar dan gangguan pembangkit menyebabkan kerugian ekonomi besar, sehingga diperlukan transisi menuju energi terbarukan dan modernisasi jaringan.

Suara.com - Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa pada 9–10 Juni 2026 dinilai membuka pertanyaan lebih besar tentang seberapa tangguh sistem kelistrikan Indonesia menghadapi gangguan.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai insiden tersebut bukan semata persoalan teknis, tetapi juga memperlihatkan kerentanan sistem listrik nasional yang masih bertumpu pada pembangkit berbasis bahan bakar fosil dan pola pasokan yang tersentralisasi.

Dalam sistem interkoneksi Jawa–Madura–Bali (Jamali), gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan seharusnya tidak dengan mudah berkembang menjadi pemadaman luas.

IESR menjelaskan sistem tersebut dirancang dengan cadangan daya (reserve margin), proteksi jaringan, dan redundansi yang memungkinkan pasokan tetap berjalan ketika terjadi gangguan.

Ilustrasi PLTU
Ilustrasi PLTU

Di sistem PLN, cadangan daya yang ditetapkan mencapai sekitar 30 persen semestinya menjadi bantalan untuk menjaga keandalan pasokan.

Karena itu, menurut IESR, perlu ada penjelasan yang lebih komprehensif mengenai penyebab gangguan hingga berujung pada pemadaman di sejumlah wilayah.

Lembaga itu mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab langsung, faktor pemicu, dan kelemahan sistem yang memungkinkan gangguan berkembang menjadi pemadaman meluas.

IESR juga meminta hasil investigasi dibuka ke publik sebagai bentuk akuntabilitas.

Di saat yang sama, IESR menduga terdapat faktor lain yang turut memengaruhi kondisi sistem kelistrikan, termasuk rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa–Bali sehingga pembangkit beroperasi di bawah kapasitas optimal.

baca juga

Gangguan pembangkit lain, seperti yang dilaporkan terjadi pada PLTGU Jawa 1, juga disebut dapat mempersempit ruang cadangan pasokan.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan pemadaman yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar dibanding kompensasi yang diterima pelanggan.

“Pemadaman bergilir yang terjadi selama tiga hari terakhir merugikan konsumen secara finansial. Walaupun konsumen berhak mendapatkan ganti rugi, nilai ganti rugi tersebut tidak sebanding dengan biaya dan kerugian yang terjadi akibat pemadaman listrik,” kata Fabby.
Menurut Fabby, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang transparan mengenai kondisi keandalan pasokan listrik dari Kementerian ESDM sebagai regulator dan PLN sebagai operator.

IESR menilai peristiwa ini juga menunjukkan tantangan yang lebih struktural.

“Jika informasi mengenai gangguan pasokan batu bara yang membuat PLTU menurunkan kapasitas pembangkit benar, ini menunjukkan ketergantungan pada sistem kelistrikan yang didominasi batu bara dan sistem yang terpusat merupakan ancaman terhadap keamanan pasokan energi,” ujar Fabby.

IESR menilai meningkatnya kebutuhan listrik dari pertumbuhan industri, pusat data baru, dan elektrifikasi transportasi membuat keandalan sistem menjadi semakin penting.

Lembaga tersebut mendorong percepatan pembangunan energi terbarukan, modernisasi jaringan listrik, serta relaksasi aturan PLTS Atap dan pemanfaatan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (BESS).

Tanpa perubahan arah kebijakan, IESR menilai sistem kelistrikan Indonesia akan terus menghadapi risiko gangguan yang semakin besar dalam beberapa tahun ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:16 WIB

Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman Listrik

Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman Listrik

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:56 WIB

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×