Dari 10 komoditas yang dianalisis NEXT Indonesia, Christiantoko menguraikan bahwa yang terbesar diekspor ke Amerika memang komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, yakni senilai US$4,2 miliar pada 2024 atau US$14,7 miliar untuk periode 2020-2024.
Namun, dari total ekspor Indonesia ke dunia untuk komoditas tersebut, rata-rata daya serap pasar Amerika hanya 22,6 persen.
“Jadi, walaupun ada pengaruhnya, ya tidak sebesar yang terjadi pada empat komoditas lainnya, yang lebih dari separuhnya diserap pasar Amerika,” jelas Christiantoko.

Menurutnya, yang paling mendesak untuk dilakukan oleh pemerintah saat ini harus lakukan diplomasi dengan Pemerintah AS.
Dia menyarankan, bisa saja melalui Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat yang melakukan perundingan bilateral dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk memperjuangkan penurunan tarif timbal balik yang sudah diumumkan, mumpung sebelum pemberlakuannya jatuh tempo.