Kubahnya bukan seperti kubah biasa—melainkan terdiri dari panel-panel kaca berbentuk segitiga yang menyerupai potongan kristal.
Desain ini disebut-sebut terinspirasi dari mozaik kaca dan pola kaligrafi Islam, sehingga memberikan kesan megah dan sakral sekaligus futuristik.
3. Memiliki Empat Menara Setinggi 99 Meter
Salah satu daya tarik utama Masjid Al Jabbar adalah empat menaranya yang menjulang tinggi di empat penjuru masjid. Tingginya 99 meter, yang bukan tanpa makna.
Angka ini melambangkan 99 Asmaul Husna, nama-nama indah Allah dalam Islam.
Setiap menara menjadi simbol kekuatan spiritual yang ingin dihadirkan dari kehadiran masjid ini.
4. Dikelilingi Danau Buatan yang Mempesona
Masjid ini dikelilingi oleh danau buatan seluas kurang lebih 6,9 hektare, membuatnya seolah-olah “mengapung” di atas air.
Danau ini bukan hanya elemen estetika, tetapi juga menjadi bagian dari sistem ekologi masjid.
Saat musim hujan, danau berfungsi sebagai resapan air untuk mencegah banjir di kawasan sekitarnya. Jadi, keindahan dan fungsionalitas berjalan beriringan.
5. Bisa Menampung Lebih dari 30 Ribu Jamaah
Dengan luas bangunan sekitar 25.000 meter persegi, Masjid Al Jabbar mampu menampung lebih dari 30 ribu jamaah.
Area utamanya memiliki tiga lantai, terdiri dari ruang utama salat, ruang edukasi, dan galeri.
Saat momen besar seperti Idulfitri atau salat Jumat, masjid ini benar-benar menjadi lautan manusia yang datang dari berbagai daerah.
6. Terdapat Museum Islam di Dalam Masjid
Salah satu keunikan Masjid Al Jabbar adalah adanya museum yang menampilkan sejarah Islam, termasuk sejarah penyebaran Islam di Nusantara.
Museum ini menjadi ruang edukasi bagi pengunjung, terutama generasi muda, untuk memahami warisan budaya Islam secara lebih mendalam.
Konsep masjid sebagai pusat ilmu dan peradaban benar-benar diwujudkan di sini.
7. Nama “Al Jabbar” Penuh Makna Filosofis
Nama “Al Jabbar” bukan hanya diambil dari salah satu Asmaul Husna, tetapi juga memiliki hubungan dengan bidang keilmuan.
Aljabar adalah cabang ilmu matematika yang berkembang dari ilmuwan Muslim, Al-Khwarizmi.
Dengan memilih nama ini, masjid ingin menegaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk mencintai ilmu pengetahuan.
Selain itu, “JABBAR” juga merupakan akronim dari “Jawa Barat”.
Masjid Al Jabbar bukan hanya bangunan megah yang indah dipandang mata.
Ia adalah representasi dari semangat baru masyarakat Jawa Barat dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai Islam, keilmuan, dan kemajuan teknologi.
Tidak heran jika masjid ini cepat menjadi ikon dan destinasi favorit warga Bandung dan sekitarnya.
Bagi kamu yang ingin merasakan suasana spiritual sekaligus menikmati keindahan arsitektur modern, Masjid Al Jabbar adalah tempat yang wajib dikunjungi.
Bukan hanya untuk beribadah, tapi juga untuk merenung dan belajar tentang sejarah, seni, dan makna Islam dalam kehidupan sehari-hari.