Bitcoin dan Aset Digital Lainnya Merosot ke Level Terendah dalam Lima Bulan Terakhir

Bella

Senin, 07 April 2025 | 16:19 WIB
Bitcoin dan Aset Digital Lainnya Merosot ke Level Terendah dalam Lima Bulan Terakhir
Ilustrasi kripto.

Suara.com - Mata uang kripto mengalami gejolak yang signifikan di Asia menjelang awal pekan ini, di tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Bitcoin, salah satu mata uang digital utama, mengalami penurunan sekitar 7 persen dari Minggu malam hingga Senin pagi di Singapura, mencapai titik terendah di angka $77.077 atau sekitar Rp1,23 miliar.

Sementara itu, Ether, token peringkat kedua, juga merosot tajam ke $1.538 atau sekitar Rp24,6 juta, mencatat level intraday terendah sejak Oktober 2023. Namun, kedua mata uang digital tersebut berhasil sedikit memangkas kerugian mereka seiring waktu.

Penurunan ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif besar-besaran oleh Presiden AS Donald Trump, yang telah menggerus triliunan nilai pasar ekuitas Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump (Instagram/Whitehouse)
Presiden AS Donald Trump (Instagram/Whitehouse)

Dampaknya terasa luas di seluruh pasar keuangan global, dengan indeks saham berjangka AS mengalami penurunan dan yen Jepang melonjak tajam.

Charlie Sherry, kepala keuangan dan analis kripto di BTC Markets, menyatakan bahwa pasar kripto memasuki fase panik saat para investor terbangun dalam "mode jual" penuh pada hari Minggu. Hal ini menjadi konsekuensi dari sifat pasar kripto yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu tanpa henti.

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa sekitar $758 juta atau sekitar Rp12,1 triliun posisi bullish pada aset kripto telah dilikuidasi hanya dalam 24 jam terakhir — angka terbesar dalam hampir enam minggu.

Para ahli di pasar derivatif memperkirakan tekanan jual masih bisa berlanjut. Permintaan terhadap opsi jual (put option) terus meningkat, menandakan kekhawatiran investor terhadap penurunan lebih lanjut.

Sean McNulty dari FalconX menyebut bahwa level dukungan penting untuk Bitcoin dan Ether berada di $75.000 (Rp1,2 miliar) dan $1.500 (Rp24 juta) secara berurutan.

baca juga

Data dari bursa derivatif Deribit juga menunjukkan open interest terbesar saat ini ada pada opsi jual dengan harga kesepakatan $70.000, menandakan meningkatnya permintaan perlindungan terhadap penurunan harga yang lebih tajam.

Julia Zhou, COO dari Caladan, perusahaan pembuat pasar kripto, menyebutkan bahwa aset digital kerap menjadi indikator utama untuk aset berisiko.

Ia memperingatkan bahwa jika pasar ekuitas AS dibuka negatif, bisa jadi akan terjadi koreksi lebih dalam di sektor kripto. Zhou juga menyoroti korelasi tinggi antara kripto dan indeks Nasdaq 100 yang telah terbentuk sejak era pandemi.

Sebelumnya, tekanan di pasar kripto kian dalam setelah Presiden Trump mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap mitra dagang utama AS.

Tarif minimum 10 persen akan dikenakan pada semua negara pengekspor ke Amerika, sementara Tiongkok dikenakan tarif 34 persen, Uni Eropa 20 persen, dan Jepang 24 persen.

John Wu, Presiden Ava Labs, menegaskan bahwa kripto selalu sensitif terhadap ketidakpastian kebijakan.

"Sebagai aset berisiko, mata uang kripto umumnya diperdagangkan dengan buruk selama periode ketidakpastian menyusul pengumuman seperti ini," ujarnya.

Tak hanya kripto, pasar saham AS juga ikut terdampak. Dana indeks SPY yang melacak S&P 500 turun sekitar 2,5 persen dalam perdagangan pasca-jam, menghapus reli yang sempat terbentuk sebelumnya.

Ben Kurland, CEO platform riset kripto DYOR, menilai bahwa penurunan ini bukan semata karena tarif, melainkan karena meningkatnya ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan.

“Para pedagang membenci ketidakpastian, dan ini menandakan akan ada lebih banyak ketidakpastian yang akan datang,” katanya.

Di tengah tekanan ini, emas justru menguat signifikan dan mencapai rekor hampir $3.160 per ons, atau sekitar Rp50,5 juta.

Emas batangan menjadi salah satu dari sedikit komoditas yang dikecualikan dari tarif, menurut Gedung Putih. Meskipun Bitcoin kerap dipandang sebagai “emas digital”, aset ini masih menunjukkan kerentanan di tengah gejolak selama setahun terakhir.

Rachael Lucas, analis kripto dari BTC Markets, mengatakan bahwa pergerakan selanjutnya untuk Bitcoin sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan respons kebijakan.

“Langkah besar berikutnya bergantung pada geopolitik, perubahan kebijakan, dan apakah pedagang melihat Bitcoin sebagai risiko atau tempat berlindung,” jelasnya.

Lucas menambahkan bahwa $80.000 (Rp1,28 miliar) kini menjadi titik penting yang "harus dipertahankan" oleh Bitcoin agar tidak memicu aksi jual lanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Aset Digital, Cloudflare Perkenalkan Firewall AI untuk Bisnis Modern

Lindungi Aset Digital, Cloudflare Perkenalkan Firewall AI untuk Bisnis Modern

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2025 | 14:25 WIB

Cara Menyimpan Kripto Aman

Cara Menyimpan Kripto Aman

Tekno | Sabtu, 22 Maret 2025 | 13:47 WIB

Pasca FOMC, Bitcoin Bertahan di Atas 80.000 Dolar AS

Pasca FOMC, Bitcoin Bertahan di Atas 80.000 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 13:43 WIB

Koinsayang Peroleh Izin Penuh Pedagang Aset Kripto oleh OJK

Koinsayang Peroleh Izin Penuh Pedagang Aset Kripto oleh OJK

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 09:21 WIB

Top Up DANA dengan Bitcoin? Begini Cara Praktisnya Lewat Aplikasi Pintu

Top Up DANA dengan Bitcoin? Begini Cara Praktisnya Lewat Aplikasi Pintu

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 15:34 WIB

Marak Penipuan Kripto, Upbit Bagikan Cara Aman Berinvestasi

Marak Penipuan Kripto, Upbit Bagikan Cara Aman Berinvestasi

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 15:27 WIB

Bitcoin Reserve AS: Sinyal Positif Bagi Regulasi Kripto Indonesia?

Bitcoin Reserve AS: Sinyal Positif Bagi Regulasi Kripto Indonesia?

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 14:53 WIB

4 Analisis Harga Bitcoin Terkini, Naik atau Kembali Tertekan?

4 Analisis Harga Bitcoin Terkini, Naik atau Kembali Tertekan?

Bisnis | Kamis, 13 Maret 2025 | 14:31 WIB

Intip Tren Harga Kripto Selama Ramadan 2025

Intip Tren Harga Kripto Selama Ramadan 2025

Bisnis | Senin, 10 Maret 2025 | 13:21 WIB

Pemimpin Industri dan Regulator Berkumpul di Bangkok, Bahas Ekosistem Aset Digital

Pemimpin Industri dan Regulator Berkumpul di Bangkok, Bahas Ekosistem Aset Digital

Bisnis | Sabtu, 08 Maret 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×