Mengapa Trump Tetap Berlakukan Tarif untuk China, Meski ke Indonesia Ditundu?

Bimo Aria Fundrika, BBC

Jum'at, 11 April 2025 | 13:41 WIB
Mengapa Trump Tetap Berlakukan Tarif untuk China, Meski ke Indonesia Ditundu?
Presiden AS Donald Trump (Instagram/Whitehouse)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menangguhkan kenaikan tarif resiprokal selama 90 hari untuk puluhan negara, termasuk Indonesia. Namun, penundaan ini tidak berlaku untuk China mengapa demikian? 

Merujuk data yang dikeluarkan Gedung Putih, Rabu (09/04), persentase tarif timbal balik untuk seluruh negara diturunkan ke angka 10 persen, terhitung per 5 April lalu.

Bersamaan dengan pemberlakuan persentase terbaru ini selama 90 hari ke depan, AS akan bernegosiasi dengan berbagai negara.

Penundaan dan penurunan tarif sementara ke angka 10 persen ini tak berlaku untuk China. Trump justru menaikkan tarif resiprokal untuk China dari 34 persen ke 125 persen.

Alasannya, klaim otoritas Gedung Putih, adalah sikap "tidak hormat" pemerintah China yang membalas kebijakan Trump dengan menaikkan tarif hingga 84 persen pada komoditas AS yang masuk ke Tiongkok.

Penurunan tarif ke angka 10 persen juga tidak berlaku untuk negara-negara yang dianggap Trump sebagai "penentang terburuk". Trump menuduh negara-negara ini menjalankan praktik perdagangan yang tidak adil dengan AS.

Negara yang masuk kategori itu antara lain 27 negara anggota Uni Eropa, Vietnam, dan Afrika Selatan. Tarif resiprokal yang diterapkan Trump kepada negara kategori ini berkisar antara 11 persen hingga lebih dari 100 persen.

Pejabat di kantor Perdana Menteri Inggris menilai "perang dagang tidak akan menguntungkan siapa pun".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [Tangkapan layar akun X @realDonaldTrump]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [Tangkapan layar akun X @realDonaldTrump]

Merujuk penangguhan kebijakan tarif resiprokal, seorang narasumber berkata kepada BBC bahwa "sikap tenang dapat membuahkan hasil".

baca juga

Saat mengumumkan rencana terbarunya di platform media sosial Truth Social, Trump menyebut penangguhan tarif selama 90 hari hanya berlaku bagi negara-negara yang tidak membalas kebijakannya.

Di sisi lain, kata Trump, tarif tambahan untuk China akan segera dia terapkan.

"Pada suatu saat, mudah-mudahan dalam waktu dekat, China akan menyadari bahwa hari-hari di mana mereka mengelabui AS dan negara-negara lain tidak dapat lagi dilakukan atau diterima begitu saja," tulis Trump.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membuat klaim bahwa perubahan kebijakan tarif tidak dipengaruhi oleh kejatuhan pasar global. Namun politikus senior Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyebut penangguhan tarif baru memperlihatkan posisi Trump yang "terhuyung-huyung".

Gejolak pasar saham terjadi pekan lalu tak lama setelah Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal baliknya.

Aksi jual saham yang masif memicu kerugian triliunan dolar di seluruh dunia. Di AS, muncul pula kekhawatiran tentang kenaikan harga berbagai komoditas dan potensi terjadinya resesi.

Rabu kemarin, sebelum Gedung Putih mempublikasikan keputusan menunda kebijakan tarif resiprokal, suku bunga utang AS melonjak menjadi 4,5 persen, yang tertinggi sejak Februari 2025.

Ketika penangguhan diumumkan, berbagai saham di AS meroket. S&P 500 melonjak 7 persen dalam perdagangan Rabu sore sebelum naik ke 9,5 persen ketika perdagangan ditutup. Sementara itu Dow Jones juga melonjak ke angka 7,8 persen.

Berbicara di luar Gedung Putih, Rabu kemarin, Trump berkata bahwa dia harus mengubah kebijakan tarif resiprokal karena "banyak orang menjadi bergairah".

"Saya melakukan jeda 90 hari untuk orang-orang yang tidak membalas karena saya memberi tahu mereka 'jika Anda membalas, kami akan menggandakannya'," kata Trump.

"Dan itulah yang saya lakukan terhadap China," ujarnya.

Trump berkata, "semuanya akan berjalan dengan luar biasa."

Presiden China Xi Jinping, menurut Trump, pada suatu titik "ingin mencapai kesepakatan dengan AS".

Presiden China Xi Jinping (Instagram)
Presiden China Xi Jinping (Instagram)

Kebuntuan diplomasi kini terjadi antara China dan AS, dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Situasi itu muncul ketika Trump mengumumkan tarif resiprokal baru pekan lalu.

Pada awal kebijakan Trump itu, komoditas China yang masuk ke AS bakal dikenai tarif sebesar 34 persen. Angka itu lebih besar dari pungutan yang telah ditetapkan Trump pada awal 2025, yakni 20 persen.

Ketika dikenai tarif 34 persen, Presiden Xi Jinping membalas dengan menetapkan tarif sebesar 34 persen atas terhadap komoditas AS yang masuk ke China.

Trump lalu mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen kepada China, jika balasan itu tidak dibatalkan.

Namun China tidak bergeming dan menyatakan akan "berjuang sampai akhir" jika AS "bersikeras memprovokasi perang tarif atau perang dagang".

Hanya beberapa jam setelah tarif 104 persen diberlakukan Trump, China juga menaikkan tarif resiprokal terhadap AS, dari 34 persen menjadi 84 persen, terhitung per 10 April ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan bahwa AS "terus mengenakan tarif pada negaranya dengan cara yang kasar".

Lin berkata, China menentang "praktik intimidasi" itu dan meminta AS menunjukkan "sikap yang setara, saling menghormati, dan timbal balik" jika berharap dapat menyelesaikan masalah melalui negosiasi.

Hubungan yang memburuk antara kedua negara itu dapat menyebabkan perdagangan barang di antara mereka turun hingga 80 persen atau setara dengan Rp7.815 triliun, menurut perkiraan Organisasi Perdagangan Dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Duh, Harga Ramyeon Bakal Naik Imbas Tarif Trump

Duh, Harga Ramyeon Bakal Naik Imbas Tarif Trump

Bisnis | Jum'at, 11 April 2025 | 08:45 WIB

27 Tahun Terpisah, Wanita China Temukan Keluarga Kandung Hanya dalam 2 Hari

27 Tahun Terpisah, Wanita China Temukan Keluarga Kandung Hanya dalam 2 Hari

News | Kamis, 10 April 2025 | 20:31 WIB

Gelombang PHK Mengintai: Tarif Trump Hantam Buruh Indonesia!

Gelombang PHK Mengintai: Tarif Trump Hantam Buruh Indonesia!

Video | Kamis, 10 April 2025 | 17:32 WIB

Terkini

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:12 WIB

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:17 WIB

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:08 WIB

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:07 WIB

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:57 WIB

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:47 WIB

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:43 WIB

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:39 WIB

MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!

MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:59 WIB

Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer

Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:45 WIB