Duh, Harga Ramyeon Bakal Naik Imbas Tarif Trump

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 11 April 2025 | 08:45 WIB
Duh, Harga Ramyeon Bakal Naik Imbas Tarif Trump
Ilustrasi ramyeon, makanan ala Korea (Freepik/jcomp)

Suara.com - Langkah mengejutkan Trump untuk mengenakan tarif 25 persen pada impor ke AS dari Korea Selatan mulai hari Rabu akan mengganggu ekspor utama. Salah satunya lada produk makanan yang sedang berada di puncaknya. 

Di antara yang paling terpukul tampaknya adalah mi instan Korea, atau ramyeon, yang telah menjadi sangat populer di kalangan konsumen Amerika. Ramyeon telah memimpin karena ekspor makanan Korea terus meningkat selama dekade terakhir.

Menurut data dari Institut Promosi Statistik Perdagangan Korea, ekspor makanan Korea melonjak dari 3,51 miliar dollar AS pada tahun 2015 menjadi 7,02 miliar dollar pada tahun 2024. 

Ramyeon memimpin dengan penjualan sebesar 1,36 miliar dollar , yang mencakup 19,4 persen dari total ekspor makanan Korea, sementara AS muncul sebagai importir teratas, sebagai tujuan untuk 20,8 persen dari total ekspor.

Pada kuartal pertama tahun ini, ramyeon membukukan pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 27,3 persen di antara berbagai jenis makanan dengan volume ekspor lebih dari 100 juta dollar AS. 

Sedangkan ekspor makanan Korea secara keseluruhan mencapai rekor 2,48 miliar dollar AS, menurut Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan.

Namun, momentum itu kini masih belum pasti. Meskipun sebelumnya telah ada perlindungan berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas AS–Korea, tarif baru tersebut dapat menekan margin keuntungan dan menaikkan harga ramyeon. Dampaknya mungkin lebih berat bagi perusahaan makanan Korea yang tidak memiliki produksi berbasis di AS.

Dilansir Korea Herald, Samyang Foods, produsen ramyeon Buldak yang populer, menghadapi masa depan yang suram karena tidak memiliki pabrik di AS sebagai tempat bergantung.

Perusahaan tersebut mengirimkan mi-nya langsung dari Korea, sementara pabrik pertamanya di luar negeri yang dijadwalkan selesai pada tahun 2027. Ini berada di Tiongkok, negara yang menghadapi tarif yang bahkan lebih tinggi daripada Korea.

Perusahaan membukukan rekor penjualan luar negeri tahun lalu sebesar 1,33 triliun won ( 908 juta dollar AS), naik 65 persen dari tahun sebelumnya. Anak perusahaannya di Amerika mengalami kenaikan yang lebih tajam, dengan pendapatan melonjak 127 persen dari tahun ke tahun menjadi sekitar $280 juta.

Menurut CEO Kim Dong-chan, Samyang Foods telah membentuk gugus tugas untuk mengatasi dampak kebijakan tarif AS yang baru.

“Kami mengambil pendekatan multifaset dalam arti luas seperti melakukan diversifikasi ke pasar regional lain atau memperbaiki struktur biaya,” kata Kim di Pameran Ramyeon Internasional Korea minggu lalu, seraya menambahkan bahwa perusahaan tersebut juga mengevaluasi lokasi potensial untuk pabrik di luar negeri.

Produsen makanan lain, seperti Nongshim dan CJ CheilJedang, mungkin lebih siap menghadapi badai ini, berkat fasilitas produksi mereka yang mapan di AS.

Nongshim, pembuat makanan pokok Korea lainnya, Shin Ramyun, telah mengoperasikan anak perusahaan di AS sejak 1994 dan saat ini menjalankan dua pabrik di Amerika untuk menangani sebagian besar permintaan lokalnya.

CJ CheilJedang, perusahaan di balik merek Bibigo, yang mencakup lini produk mi sendiri, mengoperasikan 20 fasilitas manufaktur di seluruh AS. Raksasa makanan itu melaporkan penjualan luar negeri sebesar 5,58 triliun won tahun lalu, dengan 4,7 triliun won berasal dari pasar Amerika Utara saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Prabowo Bantah Keras! Indonesia Tak Pernah Janji Setor USD 1 Miliar ke Dewan Buatan Trump

Prabowo Bantah Keras! Indonesia Tak Pernah Janji Setor USD 1 Miliar ke Dewan Buatan Trump

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:17 WIB

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 17:10 WIB

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:18 WIB

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:10 WIB

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:03 WIB

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:02 WIB

Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan

Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:50 WIB

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:38 WIB

Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia

Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:30 WIB

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:24 WIB

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:37 WIB

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:18 WIB