Diklaim Demi K3, Kemenaker: Keberadaan AI Sudah Tak Bisa Disanggah Lagi

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 25 April 2025 | 08:48 WIB
Diklaim Demi K3, Kemenaker: Keberadaan AI Sudah Tak Bisa Disanggah Lagi
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Fachrurozi (tengah) dalam acara press briefing “Merevolusi Kesehatan dan Keselamatan: Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja” di Thamrin Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Keberadaan kecerdasan buatan alias Artificial Intelegence (AI) kerap menjadi kekhawatiran, khususnya bagi para pekerja. Rata-ratam kaum pekerja merasa khawatir nantinya teknologi buatan tersebut bisa menggantikan pekerjaan manusia. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Fachrurozi mengakui keberadaan AI tak bisa lagi disanggah. Sebaliknya, menurut Fachrurozi AI malah disebutnya harus dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan manusia.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan press briefing “Merevolusi Kesehatan dan Keselamatan: Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja” di Thamrin Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). 

Dalam diskusi publik itu, Fachrurozi justru menyebut jika AI akan memberi manfaat lebih, khususnya dalam mengefisiensi pekerjaan manusia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Fachrurozi (tengah) dalam acara press briefing “Merevolusi Kesehatan dan Keselamatan: Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja” di Thamrin Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Fachrurozi (tengah) dalam acara press briefing “Merevolusi Kesehatan dan Keselamatan: Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja” di Thamrin Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

"Dalam konteks AI ini, ini keniscayaan tidak bisa disanggah lagi. Dia akan mendorong efisiensi, akurasi. Baik dalam perencanaan, AI membantu kita dalam proses perencanaan, proses menganalisa artinya agar sesuai dengan yang ada di masyarakat," papar Fachrurozi.

Lebih jauh lagi, pemanfaatan AI disebutnya bisa juga diterapkan dalam pelaksanaan K3. Misalnya, dengan melibatkan AI dalam melakukan promosi dan pencegahan kecelakaan kerja di tempat kerja.

"Ketika bicara AI dalam konteks K3 banyak hal yang kita bisa implementasikan mana saja dalam K3 yang perlu kita AI-kan," bebernya lagi. 

Peran Ditjen K3 ini, menurut Fachrurozi tak boleh hanya berhenti sampai di sosialisasi semata. Perlu ada dampak positif jelas agar tak memakan biaya.

"K3 itu harus memberikan value kepada improvement. Jangan sampai hanya mengawasi tapi tidak memberikan dampak apa-apa," beber Fachrurozi. 

baca juga

Dalam acara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Buruh Kamiparho KSBSI, Sulistri ikut menyambung papar yang disampaikan oleh Fachrurozi.

Sulis mengatakan pemanfaatan AI juga bisa dilakukan untuk pekerjaan seperti petani sawit. Mereka bisa menggunakan AI untuk memastikan mana saja titik yang rawan. 

"Ai bisa digunakan untuk deteksi dini, misalnya di sawit untuk mendeteksi sawit mana yang matang atau belum. Tapi enggak cuma itu. Kami bisa lihat mana yang lokasinya rawan, gambut, ada lubang. Ini untuk keselamatan kerja," beber Sulis. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Fachrurozi (tengah) dalam acara press briefing “Merevolusi Kesehatan dan Keselamatan: Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja” di Thamrin Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Fachrurozi (tengah) dalam acara press briefing “Merevolusi Kesehatan dan Keselamatan: Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja” di Thamrin Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Selain itu, AI bisa dipakai untuk mempelajari lebih lanjut mengenai data kecelakaan kerja. Dengan cara ini, para pekerja dan pengusaha bisa melakukan tindakan pencegahan. 

"Misalnya berapa buruh yang terluka karena hewan buas, karena jatuh, bagaimana prosesnya. Jadi kita bisa lakukan pencegahan. Bisa juga seperti deteksi penyakit, jadi butuh penanganan seperti apa, obatnya seperti apa," beber Sulis. 

Programme Office International Labour (ILO) Indonesia, Abdul Hakim mengatakan pembaruan aturan K3 semakin diperlukan untuk mengatasi risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh teknologi digital baru. Apalagi, sejumlah negara mulai meninjau dan mengadaptasi kerangka kerja hukum untuk melindungi pekerja yang berinteraksi dengan robotika dan AI dengan lebih baik.

"Ini untuk memastikan bahwa teknologi ini meningkatkan keselamatan di tempat kerja dan potensi risiko dapat dicegah secara memadai," pungkas Sulis. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diutus Prabowo Melayat Paus: Jokowi, Thomas, Pigai, hingga Ignasius Jonan Terbang ke Vatikan

Diutus Prabowo Melayat Paus: Jokowi, Thomas, Pigai, hingga Ignasius Jonan Terbang ke Vatikan

News | Jum'at, 25 April 2025 | 08:33 WIB

Tak Gentar Dipolisikan, Dokter Tifa Siap Lawan Balik Jokowi soal Isu Ijazah Palsu: Tagih Janji Ini!

Tak Gentar Dipolisikan, Dokter Tifa Siap Lawan Balik Jokowi soal Isu Ijazah Palsu: Tagih Janji Ini!

News | Kamis, 24 April 2025 | 12:01 WIB

Heboh Video Monolog Gibran, Golkar: Kadang jadi Wapres Serba Salah, Untung Prabowo Gak Baperan!

Heboh Video Monolog Gibran, Golkar: Kadang jadi Wapres Serba Salah, Untung Prabowo Gak Baperan!

News | Kamis, 24 April 2025 | 10:05 WIB

Prabowo Absen, Jokowi Bakal Diutus ke Pemakaman Paus Fransiskus, Apa Alasannya?

Prabowo Absen, Jokowi Bakal Diutus ke Pemakaman Paus Fransiskus, Apa Alasannya?

News | Rabu, 23 April 2025 | 13:56 WIB

Terkini

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 14:04 WIB

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:03 WIB

×