Rekam Jejak Letjen Sutiyoso, Dibela Eks Panglima TNI Usai Dihina Hercules Bau Tanah: Pakai Otak!

Riki Chandra | Suara.com

Kamis, 01 Mei 2025 | 12:44 WIB
Rekam Jejak Letjen Sutiyoso, Dibela Eks Panglima TNI Usai Dihina Hercules Bau Tanah: Pakai Otak!
Kolase Hercules dan Sutiyoso. [Dok. Istimewa]

Suara.com - Nama Letjen TNI (Purn) Sutiyoso kembali jadi sorotan setelah ikut mengomentari perilaku sejumlah Ormas yang menyerupai preman. Dia pun mengkritik Ormas tersebut mengenakan pakaian atribut militer secara tidak pantas.

Atas dasar itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mendukung revisi UU Ormas. Pernyataan Sutiyoso pun dibalas keras oleh Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rosario de Marshall. Bahkan, Hercules menyebut mulut Sutiyoso sudah bau tanah.

Lantas, siapa Sutiyoso?

Sosok yang akrab disapa Bang Yos ini tak hanya dikenal sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode, tetapi juga sebagai arsitek awal sistem transportasi massal TransJakarta dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Pria kelahiran Semarang, 6 Desember 1944, ini telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia militer dan politik nasional.

Jejak karier Sutiyoso dimulai dari jalur militer, di mana ia tercatat sebagai lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1968, setelah sebelumnya sempat mengenyam pendidikan di Universitas 7 Agustus selama satu tahun.

Karier Militer

Dalam dunia militer, Sutiyoso dikenal sebagai perwira yang memiliki rekam jejak mentereng. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus, Asisten Personil, Kepala Staf Kodam Jaya, dan Panglima Kodam Jaya. Selama mengabdi, ia dikenal memiliki strategi dan pendekatan yang tegas dalam menjaga stabilitas ibu kota.

Jabatan sebagai Pangdam Jaya menjadi pijakan penting bagi karier politik Sutiyoso. Dari sana, ia mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dan berhasil menjabat selama dua periode berturut-turut, dari 1997 hingga 2007.

Masa jabatannya diwarnai dengan berbagai kebijakan penting, termasuk peluncuran TransJakarta, yang kini menjadi tulang punggung transportasi publik ibu kota.

TransJakarta yang diluncurkan pada masa pemerintahannya menjadi proyek percontohan Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara.

Program ini menjadi bagian dari visi Sutiyoso dalam mengurangi kemacetan Jakarta dan meningkatkan mobilitas warga.

Karier Politik

Setelah pensiun dari militer, Sutiyoso tak lantas berhenti mengabdi pada negara. Ia terjun ke dunia politik dan sempat menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari 2010 hingga 2015.

Sebelumnya, ia juga menjadi Ketua Umum PB PBSI (2004-2008) dan Ketua Umum Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) pada 2006.

Pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo menunjuk Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Marciano Norman.

Penunjukan ini menandai keterlibatan langsungnya dalam aspek pertahanan dan keamanan negara di era pemerintahan baru. Namun, masa jabatannya sebagai Kepala BIN relatif singkat karena berakhir pada 2016, digantikan oleh Jenderal (Purn) Budi Gunawan.

Di arena politik, Sutiyoso juga sempat bergabung dengan Partai NasDem dan masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan DPP Partai tersebut.

Meski tak lagi aktif di panggung politik nasional, nama Sutiyoso masih kerap disebut sebagai tokoh yang berpengaruh, terutama dalam konteks transisi pemerintahan dan kebijakan transportasi publik.

Di balik posisinya yang strategis, kehidupan pribadi Sutiyoso tergolong tenang. Ia menikahi Setyorini pada 1974 dan dikaruniai dua anak perempuan, yakni Yessy Riana Dilliyanti dan Renny Yosnita Ariyanti, yang kini telah berkeluarga.

Kini, ketika TransJakarta menjadi sistem angkutan andalan warga Jakarta, warisan Sutiyoso sebagai pemimpin yang menginisiasi sistem ini tak bisa diabaikan. Namanya masih tercatat sebagai pemimpin yang mampu melihat kebutuhan jangka panjang masyarakat urban.

Hercules Sebut Sutiyoso Bau Tanah

Ketua Umum GRIB, Hercules Rosario de Marshall, memicu kemarahan sejumlah purnawirawan TNI usai menyebut Letjen Sutiyoso sebagai sosok yang “mulutnya sudah bau tanah.” Ucapan kasar itu disampaikan saat Hercules menanggapi kritik Sutiyoso terhadap ormas yang mengenakan atribut mirip militer.

Pernyataan keras Hercules hina Sutiyoso itu disampaikan pada Selasa (29/4/2025). Dalam video yang beredar, pria yang dikenal sebagai mantan preman Tanah Abang itu menolak keras komentar Sutiyoso soal ormas yang kerap bertindak seperti preman dan mengenakan seragam mirip tentara.

“Kayak Pak Sutiyoso itu ngapain? Mulutnya sudah bau tanah. Enggak usah menyinggung-nyinggung ormas kita,” kata Hercules, dikutip dari Suara.com.

Sutiyoso sebelumnya memang menyatakan dukungannya terhadap rencana revisi Undang-Undang Ormas yang digulirkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Sutiyoso menyoroti perilaku ormas yang menurutnya kerap menyerupai preman dan bahkan mengenakan atribut militer secara tidak pantas.

“Saya sangat mendukung Pak Tito dalam merevisi UU Ormas ini. Tingkah laku dan cara berpakaian mereka perlu ditinjau ulang,” ujar Sutiyoso, Minggu (27/4/2025).

Ia menyoroti penggunaan baret merah oleh ormas. “Untuk dapat baret merah itu tidak mudah. Kami latihan enam bulan, dari Batujajar ke hutan dan gunung, jalan kaki ke Nusakambangan. Sekarang kok dipakai ormas? Kami kecewa,” tegasnya.

Eks Panglima TNI Murka

Pernyataan Hercules pun mendapat respons keras dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Dalam sebuah siniar yang disiarkan daring dan dikutip Kamis (1/5/2025), Gatot menyatakan kemarahannya.

Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Hercules bicara seenaknya dan tidak sopan terhadap Sutiyoso yang juga merupakan purnawirawan jenderal TNI. Dia juga mempersoalkan Grib yang menggunakan baret merah khas Kopassus TNI.

Kolase Gatot Nurmantyo dan Sutiyoso. [Dok. Istimewa]
Kolase Gatot Nurmantyo dan Sutiyoso. [Dok. Istimewa]

“Hei, Pak Sutiyoso itu purnawirawan baret merah dari Kopassus, bintang tiga, dia jenderal. Saya juga purnawirawan, tidak kau anggap, kau ngomong seenak mulut kau saja itu,” kata Gatot dalam siniar yang disiarkan secara daring, dikutip pada Kamis (1/5/2025).

Dia menyebut bahwa Grib merupakan ormas berisi preman-preman yang menggunakan pakaian dan atribut khas TNI. Gatot juga menekankan bahwa Hercules adalah preman.

“Grib Jawa Barat mengatakan kalau ingin didukung oleh Grib, pertama mencintai dulu Grib, baru mencintai rakyat. Pakai dong otakmu. Gubernur, bupati, wali kota itu harus mencintai rakyat dulu karena yang milih rakyat, bukan Grib. Preman itu,” tegas Gatot Nurmantyo.

Soal Hercules yang menyebut Sutoyoso bau tanah, Gatot Nurmantyo merasa tersinggung lantaran dia juga merupakan purnawirawan TNI. Selain itu, Gatot Nurmantyo juga menyebut Hercules telah menghina Presiden Prabowo Subianto yang juga pernah bertugas di Kopassus dan Kostrad.

“Hei, kau juga menghina presiden saya. Presiden Prabowo itu Komandan Jenderal Kopassus, Pangkostrad presiden saya, kau bilang bau-bau tanah lagi, saya juga bau bau tanah, yang sopan bicara,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuding Purnawirawan TNI Mau Kudeta, Eks Panglima Gatot ke Hercules: Kau Apa Jasanya untuk Negara?

Tuding Purnawirawan TNI Mau Kudeta, Eks Panglima Gatot ke Hercules: Kau Apa Jasanya untuk Negara?

News | Kamis, 01 Mei 2025 | 10:03 WIB

Sutiyoso Dihina Bau Tanah, Gatot Nurmantyo Ngamuk ke Hercules: Ngomong Seenak Mulut Kau Saja!

Sutiyoso Dihina Bau Tanah, Gatot Nurmantyo Ngamuk ke Hercules: Ngomong Seenak Mulut Kau Saja!

News | Kamis, 01 Mei 2025 | 09:37 WIB

Angkat Cak Lontong Jadi Komisaris Ancol, Pramono Anung: Siapa yang Meragukan Kemampuannya?

Angkat Cak Lontong Jadi Komisaris Ancol, Pramono Anung: Siapa yang Meragukan Kemampuannya?

News | Selasa, 29 April 2025 | 14:12 WIB

Cak Lontong, Sutiyoso Hingga Mantan Bos Garuga Didapuk Jadi Komisaris Ancol

Cak Lontong, Sutiyoso Hingga Mantan Bos Garuga Didapuk Jadi Komisaris Ancol

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 16:43 WIB

Danjen Kopassus TNI Minta Maaf Buntut Anggotanya Berswafoto dengan Hercules

Danjen Kopassus TNI Minta Maaf Buntut Anggotanya Berswafoto dengan Hercules

News | Sabtu, 26 April 2025 | 18:31 WIB

Profil dan Rekam Jejak Hercules, Bela Jokowi soal Isu Ijazah Palsu

Profil dan Rekam Jejak Hercules, Bela Jokowi soal Isu Ijazah Palsu

Lifestyle | Rabu, 16 April 2025 | 13:05 WIB

Terkini

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:59 WIB

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:54 WIB

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:36 WIB

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:32 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:23 WIB

Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap

Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:20 WIB

Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam

Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:16 WIB

Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih

Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:11 WIB

Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:10 WIB

Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar

Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:08 WIB