'Capek Pak Dedi' Kata Pelajar Jawa Barat Yang Protes Wajib Jalan Kaki ke Sekolah

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Sabtu, 03 Mei 2025 | 10:23 WIB
'Capek Pak Dedi' Kata Pelajar Jawa Barat Yang Protes Wajib Jalan Kaki ke Sekolah
Tangkap Layar [tiktok @idiwae3]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat peraturan baru soal anak-anak sekolah wajib jalan kaki menuju sekolahnya setiap pagi.

Tidak diperuntukkan semuanya, Dedi Mulyadi menggaris bawahi, siswa-siswi yang diwajibkan jalan kaki itu dengan maksimal jarak tempuhnya sejauh 2 km dari rumah.

Dedi Mulyadi juga menyarankan agar jalan kakinya di pagi hari saat berangkat sekolah, lantaran udaranya masih segar dan tidak panas.

Namun, ada saja tingkah siswa-siswi yang kini sudah mulai berjalan kaki ke sekolah setiap harinya.

Ada yang menyambutnya dengan senang hati, bercandaan, namun tidak sedikit juga yang mengeluh.

Seperti sebuah video yang belakangan ini viral. Dalam video yang diposting akun tiktok @idiwae3 itu memperlihatkan para pelajar laki-laki sedang berjalan kaki.

Mereka sengaja merekam momen itu dan ditujukan pada sang Gubernur.

Lucunya, mereka mengeluhkan sudah lelah berjalan di bawah terik matahari, sehingga meminta bantuan untuk didatangkan angkutan umum.

“Cape pak Dedi, tuh lihat temen juga jalan kaki, pengen dijemput angkot pak Dedi,” ujar pelajar tersebut.

“Panas Pak Dedi, saya panas ini, gak ada angkot pak,” sahut teman lainnya.

Tak hanya itu, pelajar ini juga mengeluhkan keadaan temannya yang sedang sakit kaki, sehingga jalannya kesusahan.

Namun semua itu mereka ungkapkan dengan nada penuh candaan.

Mereka sontak mengungah di sosial media dengan menandai sang Gubernur.

“ini ada agak pincang kesulitan pak Dedi,” ucapnya.

“Pak tolong Pak Dedi, angkot satu,” sahut lainnya.

Melihat video mereka, Dedi sontak merasa terpanggil hatinya. Pihaknya sontak merepost video tersebut dan justru memberikan semangat.

Bukan memberikan bantuan angkutan umum seperti yang mereka minta, Dedi justru memberi semangat agar mereka tetap jalan kaki setiap hari dan tidak menyerah.

“Jagoan pantang meminta bantuan, Semangat terus,” tulis Dedi dalam captionnya di Instagram @dedimulyadi71.

Peraturan Jalan Kaki Ke sekolah

Peraturan baru untuk para pelajar di Jawa Barat agar membiasakan diri berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi adalah bagian dari gaya hidup sehat.

Dedi menilai jika pola hidup anak jaman sekarang dengan orang jaman dahulu sangat berbanding terbalik.

Menurut Dedi, orang-orang jaman dahulu pergi kemana-mana selalu mengandalkan kedua kakinya, tanpa melihat jarak yang ditempuhnya.

Alhasil kondisi tubuh mereka justru memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa.

Berbeda dengan anak jaman sekarang, karena tidak terbiasa berjalan kaki, apalagi dengan jarak yang lumayan jauh, akhirnya kedua kaki mereka tidak terlatih.

Banyak sekali yang mengeluhkan sakit kaki hingga tidak bisa digerakkan lantaran harus berjalan kaki.

Imbauan dari Dedi Mulyadi untuk jalan kaki ke sekolah atau naik sepeda ini bagi mereka yang jaraknya masih bisa ditempuh dengan jalan kaki dan bersepeda.

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi juga mengatakan bahwa pihaknya mengkhawatirkan soal meningkatnya kasus penyakit serius di kalangan remaja, seperti diabetes dan gangguan ginjal.

Sehingga ia memulai hal paling sederhana yaitu dengan membiasakan diri berjalan kaki dengan jarak tempuh yang tidak begitu jauh.

Sebelumnya Dedi Mulyadi juga membuat gebrakan soal rencana program barak militer untuk siswa bermasalah di Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program barak tersebut akan dikhususkan bagi anak-anak yang melakukan kenakalan dalam kategori tindak kriminal.

Ia mengatakan bahwa masalah kenakalan remaja sudah seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

Oleh karena itu, aturan barak militer yang akan bekerja sama dengan TNI dan Polri bagi siswa nakal akan menjadi salah satu cara untuk mengembalikan jati diri dan pola disiplin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nangis, Orangtua Tak Ikhlas Aura Cinta Jadi Bulan-bulanan Usai Kritik Dedi Mulyadi

Nangis, Orangtua Tak Ikhlas Aura Cinta Jadi Bulan-bulanan Usai Kritik Dedi Mulyadi

Entertainment | Jum'at, 02 Mei 2025 | 22:03 WIB

Dedi Mulyadi Cuek  Diancam Ormas Hercules: Saya Tidak Akan Pernah Mendengarkan

Dedi Mulyadi Cuek Diancam Ormas Hercules: Saya Tidak Akan Pernah Mendengarkan

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 20:17 WIB

Ogah Ikuti Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri

Ogah Ikuti Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 19:55 WIB

Terkini

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB