Terbongkar! Sistem 'Barak Militer' untuk Anak Nakal ala Dedi Mulyadi Juga Ada di Finlandia?

Dinda Rachmawati

Selasa, 20 Mei 2025 | 15:18 WIB
Terbongkar! Sistem 'Barak Militer' untuk Anak Nakal ala Dedi Mulyadi Juga Ada di Finlandia?
Dedi Mulyadi

Suara.com - Program pendidikan karakter berbasis disiplin ketat yang digagas oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Kebijakan yang mengarahkan siswa dengan perilaku nakal untuk mengikuti pelatihan ala barak militer ini sempat menuai kritik keras, salah satunya datang dari seorang wali murid asal Babelan, Kabupaten Bekasi, Adhel Setiawan.

Dalam sebuah acara televisi, Adhel dengan lantang menolak kebijakan tersebut dengan membandingkannya dengan sistem pendidikan di Finlandia, negara yang dikenal memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia.

“Yang pendidikannya maju nih, Finlandia dan lain sebagainya, gak ada satu pun menggunakan instrumen militer,” ujar Adhel seperti Suara.com kutip pada Selasa (20/5/2025). 

Ia bahkan meragukan pemahaman Dedi Mulyadi terhadap filosofi pendidikan yang berakar dari nilai-nilai kemanusiaan dan empati. Namun pernyataan tersebut justru dibantah oleh seorang netizen Indonesia yang tinggal dan bekerja sebagai guru taman kanak-kanak di Finlandia.

Melalui akun TikTok-nya @diananjs, Diana memberikan penjelasan rinci yang mengejutkan banyak warganet. Menurut Diana, sistem serupa barak militer juga diterapkan di Finlandia, meski dengan pendekatan yang lebih halus dan nama yang berbeda.

“Disini tuh namanya adalah kayak family center gitu, ada bahasa Finlandianya sendiri,” jelas Diana. 

Ia melanjutkan bahwa tempat tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami masalah perilaku serius, seperti tidak mau sekolah, sering tawuran, kecanduan alkohol atau zat terlarang, hingga berasal dari keluarga disfungsional.

“Mereka itu akan dimasukkan ke dalam sekolah ini dan dia pun menginap disitu. Jadi dia tidak tinggal dengan keluarganya,” terang Diana. 

baca juga

Meski bukan barak militer dalam arti harfiah, sistemnya kata Diana mirip dalam hal pengawasan ketat dan penanaman disiplin. Anak-anak juga tidak sepenuhnya dikurung, karena tetap bersekolah di luar institusi tersebut dan diantar jemput oleh aparat keamanan.

“Untuk antar jemput ke sekolah itu melakukan yang antar jemputnya itu bapak polisi… polisi sama TNI sama nggak sih? Beda ya, tapi itu militer juga nggak sih? Jatuhnya sama-sama aparat negara kan, aparat keamanan kan,” ungkap Diana dengan nada kritis namun informatif.

Diana juga menyoroti bahwa di pusat rehabilitasi tersebut tersedia fasilitas lengkap seperti dokter, psikolog, psikiater, dan guru. Anak-anak juga mendapatkan makan gratis, serta lingkungan yang kondusif untuk membentuk kembali perilaku dan karakter mereka.

Meski metode pelatihan di barak militer terkesan keras, sistem ini bukan tanpa dukungan. Sebagian orang tua dan pengamat pendidikan melihatnya sebagai solusi alternatif dalam mengatasi krisis moral generasi muda yang sulit ditangani dengan pendekatan konvensional.

Dengan kemunculan testimoni dari Diana, warga Indonesia yang bekerja di sistem pendidikan Finlandia, kini masyarakat memiliki perspektif baru: bahwa sistem pendidikan terbaik dunia pun memiliki cara tersendiri dalam menangani anak-anak bermasalah dan itu tidak sepenuhnya jauh berbeda dari gagasan Dedi Mulyadi.

Seperti yang disampaikan Diana dalam penutup videonya, “Secara nggak langsung, disini aku mau bilang kepada Gubernur Jawa Barat, Bapak hebat karena sudah menerapkan sistem yang ada disini, dibawa ke Indonesia, negara kita tercinta.”

Menanggapi hal ini, banyak netizen kemudian meninjau ulang kebijakan Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta ini dikenal dengan berbagai program pendidikan karakter berbasis budaya dan kedisiplinan.

Termasuk menerapkan program pelatihan semi-militer untuk siswa-siswa yang terlibat masalah sosial atau melanggar tata tertib sekolah. Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, keberanian, dan keteraturan sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Rafathar, Rieta Amilia Adukan Lily ke Dedi Mulyadi Gara-Gara Ogah Makan: Bawa Aja Nih Kang Dedi

Usai Rafathar, Rieta Amilia Adukan Lily ke Dedi Mulyadi Gara-Gara Ogah Makan: Bawa Aja Nih Kang Dedi

Entertainment | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:43 WIB

Bangun Kesadaran Self-Compassion, Psikologi UNJA Adakan Lomba dan Seminar

Bangun Kesadaran Self-Compassion, Psikologi UNJA Adakan Lomba dan Seminar

Your Say | Selasa, 20 Mei 2025 | 11:44 WIB

Geger! Dedi Mulyadi Datangi KPK, Ada Apa dengan Anggaran Jawa Barat?

Geger! Dedi Mulyadi Datangi KPK, Ada Apa dengan Anggaran Jawa Barat?

Video | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:12 WIB

Terkini

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:58 WIB

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

×