Dibayangi Asap Batu Bara, Transisi Hijau ke Mobil Listrik Jadi Bumerang?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2025 | 16:58 WIB
Dibayangi Asap Batu Bara, Transisi Hijau ke Mobil Listrik Jadi Bumerang?
Ilustrasi Kendaraan Listrik, Mobil Listrik. (Photo by Daniel Andraski/Pexels)

Guna memperkuat ekosistem kendaraan listrik, Indonesia juga mulai membangun industri pendukung seperti pabrik sel baterai di Karawang. Ini penting karena baterai adalah jantung dari kendaraan listrik, dan sekaligus menjadi penentu biaya serta dampak lingkungan EV itu sendiri.

Sampai awal 2025, sejumlah perusahaan besar seperti BYD, Vinfast, Citroen, hingga Volkswagen telah mengajukan izin impor kendaraan listrik ke Indonesia, sesuai Permeninvest No. 6 Tahun 2023. Ribuan unit telah masuk sebagai langkah awal, seiring dorongan pemerintah terhadap investasi sektor ini.

Namun, sebagaimana disoroti oleh studi internasional tersebut, jika listrik yang digunakan untuk mengisi EV masih bergantung pada batu bara, maka dampak lingkungan dari semua upaya ini bisa jadi hanya ilusi.

Kendaraan Listrik Bukan Solusi Hijau

Peneliti juga menemukan bahwa inovasi teknologi ramah lingkungan, peningkatan energi terbarukan, dan perencanaan kota yang kompak jauh lebih berdampak pada penurunan emisi. Pertumbuhan ekonomi, tanpa transformasi energi, justru cenderung meningkatkan emisi karbon.

"Transportasi tidak bisa didekarbonisasi secara terpisah," tegas Poletti. Artinya, kendaraan listrik harus menjadi bagian dari transformasi menyeluruh menuju sistem energi bersih—bukan berdiri sendiri sebagai solusi tunggal.

Dendy menambahkan, kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci untuk mewujudkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Bila dikembangkan secara menyeluruh—dari rantai pasok baterai, jaringan pengisian, hingga bauran energi bersih—EV bisa menjadi tulang punggung ekonomi hijau di masa depan.

Namun hingga saat itu tiba, langkah Indonesia perlu tetap hati-hati. Transisi tidak hanya soal mengganti mesin, tapi juga memastikan sumber energinya benar-benar bersih. Jika tidak, kendaraan listrik hanya akan menjadi solusi semu yang menunda krisis, bukan menyelesaikannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seberapa Menjanjikan Green Jobs Bagi Zilenial, dan Bagaimana Tips Memulainya?

Seberapa Menjanjikan Green Jobs Bagi Zilenial, dan Bagaimana Tips Memulainya?

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:06 WIB

Penjualan Mobil Anjlok: Industri Dorong Insentif Lebih Luas

Penjualan Mobil Anjlok: Industri Dorong Insentif Lebih Luas

Otomotif | Rabu, 21 Mei 2025 | 14:46 WIB

Mobil Listriknya Dihujani Isu Negatif, Xiaomi: Kami Diserang Buzzer

Mobil Listriknya Dihujani Isu Negatif, Xiaomi: Kami Diserang Buzzer

Otomotif | Rabu, 21 Mei 2025 | 14:42 WIB

Terkini

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:47 WIB

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:42 WIB

Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026

Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:33 WIB

Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV

Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:30 WIB

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 15 April 2026 | 00:14 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

News | Selasa, 14 April 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB