NTT Percepat Aksi Iklim Berkeadilan Lewat Kolaborasi: Mencari Solusi di Tengah Krisis

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 22 Mei 2025 | 11:36 WIB
NTT Percepat Aksi Iklim Berkeadilan Lewat Kolaborasi: Mencari Solusi di Tengah Krisis
ilustrasi kekeringan. [pexels/Sebastian Timothy]

Suara.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kekeringan berkepanjangan, penurunan hasil pertanian, hingga ancaman terhadap ekosistem laut menjadi tantangan nyata yang dihadapi masyarakat.

Sayangnya, belum semua kebijakan daerah mampu merespons persoalan ini secara menyeluruh dan adil, terutama bagi kelompok rentan seperti masyarakat adat dan nelayan kecil.

Menyadari urgensi ini, Pemerintah Provinsi NTT bersama Voices for Just Climate Action (VCA) Indonesia menggelar dialog kebijakan bertema “Mendorong Kebijakan Adaptasi Perubahan Iklim yang Berkeadilan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia” pada 19–20 Mei 2025.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 18 perangkat daerah kabupaten/kota serta berbagai organisasi masyarakat sipil.

 Perempuan Menanggung Beban Terbesar dari Krisis Iklim di Asia. (Dok. Istimewa)
Perempuan Menanggung Beban Terbesar dari Krisis Iklim di Asia. (Dok. Istimewa)

Dari forum tersebut, lahir sejumlah rencana aksi iklim kolaboratif. Di antaranya penyusunan Peraturan Daerah tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat, pengembangan konservasi laut berbasis kearifan lokal, serta pengadaan mesin pengolahan sampah plastik.

Tak hanya itu, dialog ini juga menekankan pentingnya mobilisasi pendanaan serta pelibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan kebijakan iklim.

“Kolaborasi antara pemerintah, CSO, dan mitra pembangunan sangat penting untuk memastikan aksi adaptasi dan mitigasi berjalan nyata,” ujar Sherly S. Wila Huky, Kabid Pengendalian dan Perlindungan DLHK Provinsi NTT.

Ia menambahkan bahwa hasil dialog ini akan didorong untuk diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD.

“Dialog selama dua hari telah menghasilkan satu rencana yang baik bagi NTT untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, dan membangun berbagai solusi iklim berbasis pengetahuan lokal,” ujarnya.

baca juga

VCA Indonesia dalam penutupan acara dialog tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT yang membuka tangan untuk berkolaborasi merespons perubahan iklim. Ini sesuai dengan komitmen dari Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang dalam pembukaan acara dialog menyatakan isu perubahan iklim adalah tantangan mendesak yang harus direspons oleh Pemerintah Provinsi NTT.

“Kolaborasi ini adalah langkah maju bagi NTT dan bagi Indonesia untuk merespons perubahan iklim. Ini adalah salah satu bentuk rekognisi pemerintah atas berbagai program yang selama ini telah dikerjakan oleh VCA Indonesia,” pungkasnya.

Kerentanan NTT terhadap krisis iklim

Sebagai wilayah kepulauan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di garis depan krisis iklim. Setiap tahun, masyarakatnya semakin akrab dengan dampak perubahan cuaca ekstrem—banjir, kekeringan panjang, abrasi pantai, hingga ancaman gagal panen dan terganggunya hasil tangkapan laut.

Kondisi ini memukul kehidupan petani, nelayan, masyarakat urban, hingga komunitas adat yang sangat bergantung pada alam. Namun, krisis iklim di NTT bukan hanya soal bencana alam. Di baliknya, tersembunyi persoalan ketidakadilan dan ketimpangan sosial yang memperparah kerentanan masyarakat. Akses terhadap peluang pembangunan belum merata.

Anak muda dan masyarakat miskin kesulitan mengakses ruang tumbuh karena keterbatasan informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi. Perempuan di sektor pertanian juga kerap menerima upah lebih rendah dibanding laki-laki, meski beban kerja mereka setara. Sementara itu, tantangan pendidikan di daerah terpencil menjadi hambatan besar bagi warga untuk memahami, apalagi merespons krisis iklim dengan tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Padang Lamun dan Lahan Gambut: Aset Indonesia untuk Menangkal Perubahan Iklim

Padang Lamun dan Lahan Gambut: Aset Indonesia untuk Menangkal Perubahan Iklim

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 17:52 WIB

Sirine Bahaya Krisis Iklim Berbunyi Keras: Saatnya Pendidikan Jadi Garda Terdepan!

Sirine Bahaya Krisis Iklim Berbunyi Keras: Saatnya Pendidikan Jadi Garda Terdepan!

Your Say | Rabu, 21 Mei 2025 | 13:25 WIB

Panas Ekstrem Akibat Krisis Iklim Picu Risiko Kehamilan, Adakah Solusi Atasinya?

Panas Ekstrem Akibat Krisis Iklim Picu Risiko Kehamilan, Adakah Solusi Atasinya?

Health | Rabu, 21 Mei 2025 | 08:41 WIB

Terkini

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

×