Ketimpangan Akses Hunian Tuai Sorotan: Kawasan Pesisir Bisa jadi Penyelamat?

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 28 Mei 2025 | 16:31 WIB
Ketimpangan Akses Hunian Tuai Sorotan: Kawasan Pesisir Bisa jadi Penyelamat?
ILUSTRASI--Ketimpangan Akses Hunian Tuai Sorotan: Kawasan Pesisir Bisa jadi Penyelamat? (Dok: Istimewa)

Suara.com - Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian pasar, sektor properti di Indonesia masih menunjukkan pergerakan. Meski begitu, sejumlah tantangan mendasar seperti backlog perumahan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian signifikan.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menyebut kawasan pesisir bisa menjadi contoh pengembangan untuk sektor properti. 

Bambang Ekajaya mencontohkan salah satu pengembangan kawasan pesisir seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) yang berjalan konsisten, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“PIK adalah salah satu benchmark (tolak ukur/patokan untuk) properti nasional. Meski situasi pasar fluktuatif, pengembangan terus berlanjut hingga PIK 3 dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa jika konsep pengembangannya kuat dan konsisten, pasar tetap merespons positif,” beber Bambang Ekajaya dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (28/5/2025).

Di tengah laju pembangunan yang terus berjalan, angka backlog perumahan masih cukup tinggi. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, terdapat kekurangan sekitar 15 juta unit rumah—menandakan bahwa kebutuhan dasar masyarakat akan hunian belum terpenuhi secara menyeluruh.

Bird Sanctuary PIK2: Oase Hijau di Tengah Pesatnya Pembangunan Pesisir Jakarta (Dok. PIK2)
ILUSTRASI Pembangunan Pesisir Jakarta. Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian pasar, sektor properti di Indonesia masih menunjukkan pergerakan. Meski begitu, sejumlah tantangan mendasar seperti backlog perumahan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian signifikan. (Foto Dokumen PIK2)

“Potensi pasarnya besar sekali. Tapi harus kita akui, lebih dari 70 persen kebutuhan properti saat ini datang dari segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah bawah (MBT),” jelas Bambang Ekajaya.

Sayangnya, menurut Bambang, kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan kelompok tersebut belum ideal.

Pada 2025, pemerintah menargetkan pembangunan 420 ribu unit rumah bersubsidi. Angka itu masih jauh dari kebutuhan riil yang diperkirakan mencapai 3 juta unit per tahun.

Pilihan hunian perkotaan cenderung beragam, salah satunya hunian yang dibangun secara vertikal atau biasa disebut dengan apartemen. (Foto PPK Kemayoran).
ILUSTRASI pembangunan hunian vertikal atau apartemen--Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian pasar, sektor properti di Indonesia masih menunjukkan pergerakan. Meski begitu, sejumlah tantangan mendasar seperti backlog perumahan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian signifikan.(Foto PPK Kemayoran).

“Gap (jarak) ini harus dijembatani dengan kebijakan yang lebih agresif dan dukungan dari semua pihak, termasuk sektor swasta. Tanpa itu, backlog akan semakin sulit dikejar,” ungkap Bambang Ekajaya.

Di sisi lain, lanjutnya, kondisi pasar juga membuka peluang bagi kalangan tertentu, khususnya investor dengan ketersediaan dana tunai.

Lebih lanjut, Bambang Ekajaya juga menambahkan, saat ini banyak lahan dan properti komersial yang ditawarkan di bawah harga pasar.

“Bagi yang punya dana cash (tunai), ini waktu yang sangat bagus untuk beli properti. Banyak aset bagus sedang ditawarkan dengan harga menarik. Tinggal pilih yang prospektif dan sesuai kebutuhan,” beber Bambang Ekajaya.

Mengenai jenis hunian, preferensi pasar masih cenderung mengarah ke rumah tapak. Sementara itu, hunian vertikal seperti apartemen dan kondominium belum menunjukkan pemulihan yang signifikan, terutama di kelas menengah ke bawah.

“Pasar masih lebih menyukai rumah tapak. Hunian vertikal belum sepenuhnya pulih, terutama di segmen menengah bawah. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengembang dan pemerintah untuk mengubah persepsi dan menciptakan ekosistem vertikal yang nyaman,” papar Bambang Ekajaya. 

Lebih lanjut, Bambang Ekajaya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan properti nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Bongkar Borok Roy Suryo dkk ke Polisi, Silfester Matutina: Seenaknya Bunuh Karakter Pak Jokowi

Siap Bongkar Borok Roy Suryo dkk ke Polisi, Silfester Matutina: Seenaknya Bunuh Karakter Pak Jokowi

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 16:22 WIB

Memanas Imbas Skandal Judol, PDIP Sindir Budi Arie Tak Punya Malu: Harusnya Mundur!

Memanas Imbas Skandal Judol, PDIP Sindir Budi Arie Tak Punya Malu: Harusnya Mundur!

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 17:44 WIB

Megawati Murka Partainya Dituding Dalang Framing Judol, PDIP Siap Polisikan Budi Arie: Keterlaluan!

Megawati Murka Partainya Dituding Dalang Framing Judol, PDIP Siap Polisikan Budi Arie: Keterlaluan!

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 13:27 WIB

Tuding PDIP-BG Framing Kasus Judol, Budi Arie Diultimatum Segera Minta Maaf: Ditunggu 1x 24 Jam!

Tuding PDIP-BG Framing Kasus Judol, Budi Arie Diultimatum Segera Minta Maaf: Ditunggu 1x 24 Jam!

News | Senin, 26 Mei 2025 | 14:37 WIB

Terkini

AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:12 WIB

Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri

Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 07:31 WIB

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB