6 Orang Tinggal di Gubuk 4x4, Masyarakat Miskin Ekstrem di Bandung Ini Jadi Sasaran Sekolah Rakyat

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 29 Mei 2025 | 15:47 WIB
6 Orang Tinggal di Gubuk 4x4, Masyarakat Miskin Ekstrem di Bandung Ini Jadi Sasaran Sekolah Rakyat
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung meninjau kondisi keluarga Pak Herman di Kabupaten Bandung. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Di tengah derasnya arus pembangunan, masih banyak keluarga yang tercecer di garis belakang. Salah satunya adalah keluarga Pak Herman, seorang kuli bangunan dengan empat anak yang tinggal di rumah sempit di daerah Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Rumah sempit berukuran sekitar 4x4 meter itu bahkan dibangun di atas tanah milik Dinas Pekerjaan Umum dan harus menampung enam orang. Kehidupan keluarga Herman beserta istrinya, Fitri, dan keempat anaknya menjadi potret nyata dari kemiskinan ekstrem yang masih ada di sebagian masyarakat Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung meninjau kondisi keluarga Pak Herman di Kabupaten Bandung. Kunjungannya itu sekaligus untuk asesment calon siswa Sekolah Rakyat.

"Pak Herman, ini kuli bangunan, punya empat anak, tentu penghasilannya tidak kurang dari Rp1 juta setiap bulannya dan tidak cukup untuk mencukupi keluarganya. Keluarga-keluarga seperti inilah yang menjadi sasaran dari sekolah rakyat sebagaimana yang diarahkan oleh Presiden," ucap Gus Ipul di Bandung, Kamis (29/5/2025).

Keluarga Pak Herman menjadi satu dari sekian banyak rumah tangga yang masuk dalam kategori desil satu, kategori miskin ekstrem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka menjadi sasaran utama dari program Sekolah Rakyat.

Dalam tahap awal, baru anak pertama Pak Herman yang kini berusia 12 tahun, Aldan akan masuk ke Sekolah Rakyat setelah lulus SD.

Namun ke depannya, seluruh keluarga akan masuk dalam sistem pendampingan terintegrasi, yang melibatkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial Kabupaten Bandung, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kira-kira begini konsepnya, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, tadi sudah ada diskusi, insya Allah orang tuanya akan diberdayakan kalau mereka ingin usaha akan diberi modal, tapi sebelum itu akan dilatih," jelas Gus Ipul.

Program pemberdayaan ini juga mencakup perbaikan tempat tinggal. Namun masalah di lapangan tak sederhana. Banyak keluarga seperti Pak Herman yang tinggal di tanah sewa atau tanah milik pihak lain, sehingga perbaikan rumah menjadi tidak memungkinkan. Bahkan rumah keluarga pasangan Herman dan Fitri dibangun di atas tanah milik Dinas Pekerjaan Umum (PU).

baca juga

"(Rumah keluarga Pak Herman dibangun) di tanah milik Dinas PU. Jadi ini jelas berdiri di atas tanah yang bukan miliknya. Tapi cukup memprihatinkan rumahnya ya. Dengan sekecil ini ditinggali oleh 6 orang. (Solusinya) direlokasi kalau ini, nggak mungkin dibangun di sini. Tapi nanti kerjasama dengan kabupaten maupun dengan provinsi," ucapnya.

Gus Ipul menekankan kalau program Sekolah Rakyat bertujuan memutus kemiskinan yang terjadi di masyarakat melalui pendidikan. Dia berharap, setiap anak dari keluarga miskin yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat pada akhirnya bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan lebih baik dari orangtuanya.

Ke Bandung

Pada Kamis ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul tinjau calon lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Dalam kunjungan itu, Gus Ipul menegaskan kalau penggunaan Wisma Atlet sebagai asrama dan ruang belajar bagi Sekolah Rakyat bersifat sementara.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, di Kabupaten Bandung. (Suara.com/Lilis)
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, di Kabupaten Bandung. (Suara.com/Lilis)

"Tahun ini, tahun ajaran 2025-2026 ini menggunakan Wisma Atlet ya. Kami lihat tadi ruang belajarnya, ruang tidurnya. Meskipun ini masih sementara, tetapi tetap ini disurvei, tetap diassessment oleh Kementerian Pekerjaan Umum," kata Gus Ipul ditemui usai meninjau calon asrama Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Kamis (29/5/2025).

Dia menuturkan kalau setiap bangunan yang diusulkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat harus melalui tahapan verifikasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum, terutama dari sisi kapasitas dan kelayakan fisik bangunan.

"Jadi setelah pemerintah daerah, baik kabupaten, kota maupun provinsi mengusulkan salah satu bangunan yang bisa digunakan untuk penyelenggaraan sekolah raya tahun ini itu lalu akan disurvey oleh Kementerian PU. Setelah itu, kalau dinyatakan layak, maka akan ditindaklanjuti oleh PU dengan melakukan renovasi-renovasi ringan dan sedang," ujarnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa Wisma Atlet Jalak Harupat telah dinyatakan layak pakai dan akan difungsikan sebagai tempat tinggal dan belajar bagi siswa Sekolah Rakyat selama satu tahun ajaran ke depan. Selanjutnya, para siswa itu akan dipindahkan ke Sekklah Rakyat di area Ciwidey dengan kalasitas lebih besar

"Pindah di sekolah yang memang dibangun khusus untuk sekolah rakyat. Sudah disediakan Ciwidey, yang ini kan (wisma atlet) sementara," jelas Gus Ipul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinjau Calon Sekolah Rakyat, Mensos Pastikan Wisma Atlet Jalak Harupat Cuma Sementara

Tinjau Calon Sekolah Rakyat, Mensos Pastikan Wisma Atlet Jalak Harupat Cuma Sementara

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 13:06 WIB

Santai MK Gratiskan SD-SMP, Gus Ipul Tetap Pede Sekolah Rakyat Bakal Banyak Peminat, Apa Alasannya?

Santai MK Gratiskan SD-SMP, Gus Ipul Tetap Pede Sekolah Rakyat Bakal Banyak Peminat, Apa Alasannya?

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 12:33 WIB

Bansos Triwulan II Cair Mulai Rabu, Pemerintah Gelontorkan Rp10 Triliun untuk 16,5 Juta Keluarga

Bansos Triwulan II Cair Mulai Rabu, Pemerintah Gelontorkan Rp10 Triliun untuk 16,5 Juta Keluarga

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 07:13 WIB

Sebuah Fakta: Bruno Fernandes 0 Trofi, Kakang Rudianto 2 Piala dalam Sepekan

Sebuah Fakta: Bruno Fernandes 0 Trofi, Kakang Rudianto 2 Piala dalam Sepekan

Bola | Rabu, 28 Mei 2025 | 23:32 WIB

Terkini

Kupas Tuntas Misteri Adegan Pasca-kredit Film Spider-Man: Brand New Day

Kupas Tuntas Misteri Adegan Pasca-kredit Film Spider-Man: Brand New Day

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:50 WIB

Tiga Tahun Beruntun, PT Importa Jaya Abadi Sabet Top Brand Award 2026 Kategori Furniture Besi

Tiga Tahun Beruntun, PT Importa Jaya Abadi Sabet Top Brand Award 2026 Kategori Furniture Besi

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:49 WIB

Saat Bankir, Ekonom hingga Bos BUMN Tinggalkan Jas, Lalu Naik Panggung Ketoprak

Saat Bankir, Ekonom hingga Bos BUMN Tinggalkan Jas, Lalu Naik Panggung Ketoprak

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:47 WIB

Ubaidillah Amin Stafsus Menkeu Purbaya Ditunjuk Jadi Komisaris Pelindo

Ubaidillah Amin Stafsus Menkeu Purbaya Ditunjuk Jadi Komisaris Pelindo

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:46 WIB

Profil Syerly Salim, Lurah Paya Pasir Viral Sindir Warga yang Ngeluh soal Penerangan Jalan

Profil Syerly Salim, Lurah Paya Pasir Viral Sindir Warga yang Ngeluh soal Penerangan Jalan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:43 WIB

Modus TPPO Makin Beragam, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Revisi UU

Modus TPPO Makin Beragam, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Revisi UU

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:43 WIB

Siap-siap War Tiket Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Kuota Terbatas Hanya 8.100 Orang

Siap-siap War Tiket Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Kuota Terbatas Hanya 8.100 Orang

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:42 WIB

Di Tengah Efek Pemangkasan TKD, Pemkab Bogor Pastikan Gaji Pegawai dan Operasional Tetap Aman

Di Tengah Efek Pemangkasan TKD, Pemkab Bogor Pastikan Gaji Pegawai dan Operasional Tetap Aman

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:41 WIB

Fenomena Purnama Buck Moon Akhir Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar!

Fenomena Purnama Buck Moon Akhir Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar!

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:40 WIB

'Kalau Diubah Kusut'! Menkeu Purbaya Ikut Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG di 2028

'Kalau Diubah Kusut'! Menkeu Purbaya Ikut Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG di 2028

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:39 WIB

×