Di Tengah Putusan MK Gratiskan SD-SMP, Keluarga Miskin Lebih Pilih Sekolah Rakyat Prabowo, Mengapa?

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Kamis, 29 Mei 2025 | 19:30 WIB
Di Tengah Putusan MK Gratiskan SD-SMP, Keluarga Miskin Lebih Pilih Sekolah Rakyat Prabowo, Mengapa?
Di Tengah Putusan MK Gratiskan SD-SMP, Keluarga Miskin Lebih Pilih Sekolah Rakyat Prabowo, Mengapa? (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Meski Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa biaya pendidikan tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta agar digratiskan, sebagian orang tua dari keluarga miskin tetap memilih Sekolah Rakyat sebagai tempat belajar anak-anak mereka.

Sekolah Rakyat yang diperuntukan bagi siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem itu diketahui juga tanpa dipungut biaya apa pun, hanya saja sistem pendidikan dibuat boarding school alias berasrama. 

Dipilihnya Sekolah Rakyat itu diwakili oleh Fitri dan Sukana, dua orang tua dari keluarga miskin di Kabupaten Bandung yang anaknya kini menjadi calon siswa Sekolah Rakyat, salah satu program di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Bagi Fitri, keputusan untuk tetap menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat bukan hanya soal biaya. Meskipun sekolah reguler juga digratiskan, ia melihat ada nilai tambah yang ditawarkan oleh Sekolah Rakyat, terutama karena sistemnya yang berasrama.

Ilustrasi siswa sekolah dasar di 3T Indonesia (Pexels/muallim nur)
Ilustrasi siswa sekolah dasar. (Pexels/muallim nur)

"Mendingan anak saya di sekolah berasrama karena (bukan hanya) secara pendidikan, agama juga terjamin. Bukannya ini ya, cuma kalau sekolah (reguler) kan siang sekolah udah (pulang). Kalau (Sekolah Rakyat) itu kan ada tahapan lagi, selain sekolah ada mengaji, bisa mengembangkan hobi anak saya," kata Fitri ditemui Suara.com di rumahnya di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/5/2025).

Fitri mengakui bahwa melepas anak untuk tinggal di asrama bukanlah perkara mudah sebagai orang tua. Akan tetapi, dia menimbang hal itu sebagai bagian dari perjuangan demi masa depan anaknya agar bisa lebih baik.

"Ya enggak apa-apa (tinggal di asrama) karena kan anak saya di sana juga belajar pendidikan. Orang tua mana sih yang rela ngelepasin anaknya, tapi kan demi masa depan anak saya. Saya cuma bisa mendukung anak saya," ucapnya.

Sementara itu, Sukana memprioritaskan faktor jarak dan kenyamanan. Ia tetap bersyukur dengan keberadaan Sekolah Rakyat karena selama ini biaya pendidikan anak terasa beban yang berat baginya, terutama dengan penghasilan yang tak menentu.

Sukana, salah satu masyarakat miskin di Kabupaten Bandung memilih anaknya masuk Sekolah Rakyat di tengah putusan MK menggratiskan biaya SD-SMP baik negeri maupun swasta. (Suara.com/Lilis Varwati)
Sukana, salah satu masyarakat miskin di Kabupaten Bandung memilih anaknya masuk Sekolah Rakyat di tengah putusan MK menggratiskan biaya SD-SMP baik negeri maupun swasta. (Suara.com/Lilis Varwati)

"Kalau di sini (Sekolah Rakyat) gratis, Alhamdulillah, terbantu. Ibu mah penghasilannya kecil. Enggak tentu, kadang gak dapat sama sekali, kadang mah sebulan sejuta (Rp1 juta)," ujar Sukana.

baca juga

Namun jika harus memilih antara Sekolah Rakyat atau sekolah reguler yang juga gratis, Sukana mrnjawabnya dengan lugas.

"Ya pilihnya mah yang deket rumah aja," katanya.

Dibebaskan Pilih Sekolah

Diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kalau masyarakat miskin diperbolehkan untuk memilih antara Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler SD-SMP yang gratis. Terpenting, katanya, orang tua memberikan izin di mana pun anaknya akan sekolah.

"Ya boleh aja, bebas kan. Jadi ada sekolah unggulan, ada sekolah reguler, ini ada Sekolah Rakyat. Makanya yang mau di Sekolah Rakyat ini kan harus ada kesediaan orang tua ya untuk memberikan dukungan," kata Gus Ipul ditemui saat meninjau Wisma Atlet Jalak Harupat, Bandung, yang akan jadi calon asrama Sekolah Rakyat.

Di sisi lain, Gus Ipul juga tak khawatir Sekolah Rakyat akan sepi meminat apabila kebijakan SD-SMP negeri maupun swasta digratiskan, sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Gus Ipul yakin kalau Sekolah Rakyat juga banyak diminati oleh masyarakat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curigai Bareskrim, Rismon Sebut Skripsi Jokowi Pakai Font Times New Roman: Tak Sesuai Zamannya!

Curigai Bareskrim, Rismon Sebut Skripsi Jokowi Pakai Font Times New Roman: Tak Sesuai Zamannya!

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 16:44 WIB

Pekik Gak Punya Otak, Dedi Mulyadi Disentil Gegara Ngamuk ke Suporter Persikas: Kelihatan Aslinya!

Pekik Gak Punya Otak, Dedi Mulyadi Disentil Gegara Ngamuk ke Suporter Persikas: Kelihatan Aslinya!

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 16:12 WIB

Dicap Tak Punya Kapasitas Sebut Ijazah Jokowi Palsu, Solmet Sindir Roy Suryo: Dia Bukan Siapa-siapa!

Dicap Tak Punya Kapasitas Sebut Ijazah Jokowi Palsu, Solmet Sindir Roy Suryo: Dia Bukan Siapa-siapa!

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 12:53 WIB

Jokowi Santer Maju Ketum PSI: Siasat jadi King Maker Demi Muluskan Jalan Gibran di 2029?

Jokowi Santer Maju Ketum PSI: Siasat jadi King Maker Demi Muluskan Jalan Gibran di 2029?

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 18:11 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×