Pedagang Beras Cipinang Menjerit: Harga Meroket Bikin Gudang Sepi

Rabu, 04 Juni 2025 | 18:10 WIB
Pedagang Beras Cipinang Menjerit: Harga Meroket Bikin Gudang Sepi
ILUSTRASI--Pedagang Beras Cipinang Menjerit: Harga Meroket Bikin Gudang Sepi. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Tingginya harga beras belakangan ini dikeluhkan sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Hal ini disinyalir terjadi karena sejumlah kebijakan pemerintah terkait penyediaan beras untuk pedagang.

Salah satu manajer gudang toko beras di Pasar Induk Beras Cipinang mengatakan pihaknya sampai kesulitan mencari pasokan beras untuk dijual.

Pantauan Suara.com, di gudang yang dikelola perusahaan itu memang terlihat sepi.

Terdapat beberapa tumpukan beras dan kardus tapi tak sampai memenuhi seperempat kapasitas gudang.

"Ini dari 200 ton (kapasitas) aja cuma berapa. Paling 10 sampai 15 (ton) saja ini (terisi)," ujarnya saat ditemui Suara.com di lokasi, Rabu (4/6/2025).

Ia menilai ada faktor perusahaannya yang kurang mendapatkan pasokan beras dengan harga wajar dari daerah.

Namun, ia mengakui banyak toko lainnya di Pasar Induk Beras Cipinang yang tak memiliki stok beras dalam jumlah banyak.

Ilustrasi beras. [Ist]
Ilustrasi beras. [Ist]

"Kami juga kekurangan, mungkin pasokan dari daerah juga berkurang. Biasanya pagi truk datang pada penuh ini gak terlalu," jelasnya.

Menurutnya, tingginya harga beras ini sudah terjadi sejak bulan Mei lalu, khususnya setelah lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

Baca Juga: Bela Gibran? Golkar soal Usulan Pemakzulan di MPR-DPR: Mas Wapres Belum Langgar Hukum

Biasanya, setelah puncak kenaikan harga beras terjadi sebelum lebaran, setelahnya harga kembali landai dan pasokan lebih aman. Jika dibandingkan dengan musim setelah lebaran, ia mengakui tahun ini kenaikan harga beras cukup parah.

"Kan biasanya sebelum lebaran ya ramai (pasokan beras) jadinya. Setelah lebaran landai tapi gak sekosong sekarang," ungkapnya.

Di satu sisi, ia mengaku mendengar adanya kebijakan pemerintah yang memfokuskan penyerapan beras ke Bulog selalu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Stok beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (29/2/2024). [Suara.com/Faqih]
Stok beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (29/2/2024). [Suara.com/Faqih]

Belum lagi ditambah dengan larangan impor beras dari pemerintah yang mengakibatkan kurangnya ketersediaan pasokan beras.

"Kan pemerintah lagi gencar menuhin Bulog ya. Jadi masayarakat langsung ke Bulog. Penyerapan langsung ke sana," ucapnya.

Mengenai pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut kenaikan harga beras terjadi karena anomali dalam distribusi beras, ia mengaku tak mengetahuinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI