Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 11 Juni 2025 | 13:32 WIB
Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan
Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan. (Instagram @jokowi)

Suara.com - Pengamat politik, Rocky Gerung mencermati soal langkah Presiden ke-7 RI, Jokowi yang akhirnya memilih berlabuh kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Terkait hal itu, Rocky Gerung menyebut jika Jokowi masih ketagihan kekuasaan setelah satu dekade menjadi kepala negara.

Pernyataan itu disampaikan Rocky Gerung dalam siniar yang tayang di akun Youtube pribadinya, beberapa waktu lalu.

Dalam siniar itu, Rocky Gerung juga menyebut alasan Jokowi menjadikan PSI sebagai kendaraan politiknya untuk menangkal sejumlah isu yang berkembang termasuk upaya pemakzulan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang diserukan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI.

"Ya memang Pak Jokowi harus ada persiapan, backup politik karena apa pun analisis orang terhadap pemakzulan
Gibran misalnya, terhadap kasus Fufufafa, terhadap ijazah pak Jokowi," kata Rocky Gerung.

"Tetap Jokowi sudah tumbuh sebagai, kita sebut saja politisi yang sudah ketagihan kekuasaan. Kita nyebut ketagihan dalam arti apa pun yang bisa dikenang oleh beliau, terhadap 10 tahun itu (menjabat presiden). Dalam 10 tahun itu membekas di dalam lobus frontalnya di dalam bagian depan otaknya. Artinya dia akan pakai seluruh pengalaman politiknya untuk menguji apakah dia masih mampu untuk mengatur politik Indonesia," lanjut Rocky sebagaimana dikutip Suara.com pada Rabu (11/6/2025).

Rocky pun meyakini jika Jokowi tidak mungkin pensiun dari percaturan politik di Tanah Air selepas purnatugas sebagai presiden. Menurutnya, Jokowi masih terus mencoba membuka kembali pengaruh demi menjaga dinasti politiknya. 

Pengamat Politik Rocky Gerung. [Tangkapan layar YouTube]
Pengamat Politik Rocky Gerung. [Tangkapan layar YouTube]

"Pensiun tentu tidak mungkin karena dia masih harus terlibat mempersiapkan anak-anaknya. Dia masih harus beraktivitas secara intensif untuk menggalang potensi dia kembali berpengaruh atau paling tidak ada di dalam lingkaran politik elite itu. Jadi itu adalah hal yang sebutnya saja yang natural," beber Rocky.

Lebih lanjut, Rocky menduga jika PSI memang sengaja dibentuk untuk kepentingan Jokowi. Diketahui, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep masih memegang kendali PSI setelah didapuk menjadi ketua umum.

"Jadi politik itu sudah menjadi DNA-nya Pak Jokowi, apalagi semua anaknya sudah diinvestasikan ke dalam dunia politik. Jadi masuk akal kalau Pak Jokowi mulai berpikir untuk memiliki partai sendiri dan kelihatannya memang yang paling tepat adalah PSI, karena itu partai yang memang disediakan atau dia ingin disediakan buat dia tuh," ungkap Rocky.

Rocky juga menambahkan jika langkah Jokowi untuk menjadi Ketum PSI sangat mudah karena putranya kini memegang pucuk kepemimpinan partai berlambang kepalan tangan yang menggenggam bunga mawar putih itu.

"PSI dengan sendirinya langsung terkait kepentingan putik Pak Jokowi. Entah itu dinasti. Entah itu seolah-olah harus dibuat kompetisi yang fair untuk jadi ketua. Tetapi dari segi potensi Pak Jokowi memimpin partai itu yang mudah sekali kan. Dengan cara apa pun, dia akan ada di dalam partai itu karena anaknya adalah ketua partai," ungkap Rocky.

Pilih Gabung PSI Ketimbang PPP

Diberitakan sebelumnya, Jokowi secara blak-blakan memilih bergabung dengan PSI. Pernyataan itu disampaikan Jokowi setelah namanya sempat masuk dalam bursa Calon Ketua Umum PPP. Namun Jokowi tidak tertarik untuk menjadi ketua umum partai berlambang kabah tersebut. 

Jokowi saat berbincang dengan putra bungsunya yang juga Ketum PSI Kaesang Pangarep. (Ist)
Jokowi saat berbincang dengan putra bungsunya yang juga Ketum PSI Kaesang Pangarep. (Ist)

"Ndak lah, yang di PPP saya kira banyak calon-calon ketua umum yang jauh lebih baik yang punya kapasitas, kapasitas, punya kompetensi. Banyak calon yang sudah beredar kan banyak. Banyak sekali," kata dia saat ditemui, Jumat 6 Juni 2025. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut lebih tertarik menjadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kian Mesra, Siti Zuhro: Hubungan Prabowo-Megawati Bisa Redam Pengaruh Politik Jokowi

Kian Mesra, Siti Zuhro: Hubungan Prabowo-Megawati Bisa Redam Pengaruh Politik Jokowi

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 21:25 WIB

Seret Nama Jokowi, Rocky Gerung soal Pemakzulan Gibran: Bukan Proses Berbahaya

Seret Nama Jokowi, Rocky Gerung soal Pemakzulan Gibran: Bukan Proses Berbahaya

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 17:00 WIB

Blak-blakan Dukung Forum Purnawirawan TNI Lengserkan Gibran, Rocky Gerung: Sangat Masuk Akal!

Blak-blakan Dukung Forum Purnawirawan TNI Lengserkan Gibran, Rocky Gerung: Sangat Masuk Akal!

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 11:26 WIB

Diri di Belakang Megawati, Rocky Gerung Sebut Gibran Canggung: Wapres Kehilangan Marwah karena...

Diri di Belakang Megawati, Rocky Gerung Sebut Gibran Canggung: Wapres Kehilangan Marwah karena...

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 12:33 WIB

Terkini

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:25 WIB

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:15 WIB