SDM Terbatas Hambat Transisi ke Energi Surya, Bisakah Inisiatif Ini jadi Jawaban?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:35 WIB
SDM Terbatas Hambat Transisi ke Energi Surya, Bisakah Inisiatif Ini jadi Jawaban?
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Sengkol di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat [SuaraSulsel.id/KSP]

Suara.com - Pemanfaatan energi surya di Indonesia masih belum optimal. Padahal, potensi sinar matahari yang melimpah menjadikan sektor ini sebagai salah satu andalan dalam transisi energi bersih.

Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain.

Salah satu tantangan utama adalah kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.  Mulai dari installer, engineer, technical analyst, hingga safety engineer. Jumlah tenaga terampil belum sebanding dengan kebutuhan industri.

Di tengah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang membutuhkan investasi besar dan operasional jangka panjang, kekosongan ini bisa jadi penghambat serius.

Dua orang petugas melakukan pemelihataan solar panel yang kerap digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS atap buatan PT Krakatau Chandra Industri (PT KCE).
Dua orang petugas melakukan pemelihataan solar panel yang kerap digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS atap buatan PT Krakatau Chandra Industri (PT KCE).

 Wakil Ketua Dewan Pakar Bidang Riset & Teknologi dari Asosiasi Energi Surya Indonesia, Arya Rezavidi, MEE, Ph.D, menggarisbawahi hal tersebut.

Ia menyebut, “Kualitas SDM menjadi faktor krusial. Karena itu, kami menyambut baik kehadiran Solar Academy Indonesia dalam meningkatkan potensi SDM lokal serta memperkuat ekosistem PLTS secara berkelanjutan.”

Tantangan ini tak berdiri sendiri. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang baru disahkan, energi surya mendapat porsi terbesar dalam bauran energi baru terbarukan, yaitu 17,1 GW. Tak hanya penting bagi kedaulatan energi, pengembangan sektor ini diproyeksikan membuka peluang besar, termasuk menciptakan lebih dari 350.000 green jobs.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Xurya Daya Indonesia, Huawei Indonesia, dan JJ-LAPP Cable Indonesia kembali berkolaborasi menghadirkan Solar Academy Indonesia 2025. Program pelatihan intensif ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan SDM lokal di bidang PLTS dan akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2025 di Huawei ASEAN Academy Engineering Institute.

Pelatihan ini menyasar para praktisi Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) di sektor energi surya. Pendaftaran dibuka sejak 19 Juni hingga 1 Juli 2025 melalui https://bit.ly/SAI-2025.

“Pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan mitra swasta. Kami berharap akademi ini dapat menjadi mitra strategis dalam menyediakan pelatihan yang meningkatkan keterampilan SDM, serta mendorong pengembangan ekosistem energi surya yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wahyudi Joko Santoso, Koordinator Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan.

Program ini memiliki empat kurikulum utama:

  • PV System Overview – mengenalkan prinsip dasar sistem fotovoltaik.
    PV System Design & Installation – fokus pada desain dan pemasangan sistem PLTS.
    Monitoring, Operation & Maintenance – pengawasan dan pemeliharaan sistem PLTS.
    ESS System Introduction & Installation – pengenalan sistem penyimpanan energi (ESS).
  • Pelatihan akan diadakan setiap minggu dalam enam sesi satu hari penuh. Dengan kurikulum yang komprehensif, peserta akan belajar dari teori hingga praktik langsung.

“Program ini bertujuan mencetak SDM berkualitas yang mampu berkontribusi maksimal dalam pengembangan kedaulatan energi surya nasional,” kata Philip Effendy, Vice President of Operations, Xurya Daya Indonesia.

Tak hanya teori, Solar Academy Indonesia juga menjanjikan pengalaman global.

“Sepuluh lulusan terbaik akan mendapatkan kesempatan mengunjungi kantor pusat Huawei di Shenzhen, Tiongkok, untuk memperdalam pengetahuan teknologi energi surya,” jelas Jimmy Carlos Simamora, Channel Marketing Manager, Huawei Indonesia.

Komitmen untuk penguatan SDM juga ditegaskan JJ-LAPP Cable Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PIPES 2025: Menyatukan Visi Energi Nasional Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan

PIPES 2025: Menyatukan Visi Energi Nasional Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 15:00 WIB

Potensi Energi Surya di Lahan Bekas Tambang Indonesia Sangat Besar, Tapi Masih Belum Dimaksimalkan

Potensi Energi Surya di Lahan Bekas Tambang Indonesia Sangat Besar, Tapi Masih Belum Dimaksimalkan

News | Kamis, 19 Juni 2025 | 12:33 WIB

Krisis Pabrik Kertas Jerman: Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok, Energi Hijau Jadi Penyelamat?

Krisis Pabrik Kertas Jerman: Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok, Energi Hijau Jadi Penyelamat?

Video | Selasa, 17 Juni 2025 | 17:01 WIB

Terkini

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB