Bisa Picu Konflik di Raja Ampat, Senantor Papua: Jangan Adu Domba Kita Cuma Gara-gara Tambang!

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 20 Juni 2025 | 14:43 WIB
Bisa Picu Konflik di Raja Ampat, Senantor Papua: Jangan Adu Domba Kita Cuma Gara-gara Tambang!
Anggota DPD Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor membongkar fakta soal izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan Raja Ampat yang ternyata belum dicabut oleh pemerintah pusat. (Tangkapan layar/Youtube)

Suara.com - Keberadaan perusahaan tambang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya dianggap mendatangkan mudarat bagi masyarakat adat di sana. Pasalnya, tak hanya merusak keindahan alam, kedatangan perusahaan tambang yang mengeruk nikel juga dianggap bisa memicu konflik horizontal antarmasyarakat adat di Raja Ampat.

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPD Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor dalam siniar yang ditayangkan akun Youtube milik, Greenpeace Indonesia pada Kamis (19/6/2025).

Dalam siniar itu, Paul Finsen awalnya mencurigai masyarakat adat sengaja diadu domba terkait polemik izin tambang nikel di Raja Ampat. Kecurigaan itu muncul saat Paul Finsen menyoroti demonstrasi yang diduga dirancang oleh pihak perusahaan pengeruk nikel.

"Berkaitan dengan masyarakat yang demo-demo di bawah, saya indikasi kuat bahwa dugaan kuat saya itu by desain (direncanakan), didesain oleh oknum-oknum yang ada di perusahaan itu," ungkap Senator Papua itu dikutip Suara.com pada Jumat (20/6/2025).

penambangan di raja ampat
ILUSTRASI--Dampak kerusakan lingkungan akibat eksploitasi tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. 

Selain itu, Paul Finsen juga menganggap ada dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan sejumlah perusahaan tambang di Raja Ampat karena belum adanya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Dia pun mendesak agar aparat hukum mengusut soa dugaan pelanggaran hukum tersebut.

"Sekarang kalau eksplorasi terus RAKB-nya belum keluar itu kan perbuatan melawan hukum betul harus dicari dong diproses hukum, ditangkap. Iya bukan dibiarkan digiring hanya isu lingkungan sambil menggeser ada unsur pidana di dalam itu harus diproses hukum, kan masyarakat ini tidak tahu apa-apa itu baru eksplorasi," ujarnya.

Paul Finsen juga menyoroti iming-iming pekerjaan dari perusahaan tambang di Raja Ampat sehingga memicu pro-kontra antara masyarakat adat.

"Masyarakat disuruh juga ke sana jadi ya mungkin jadi pekerja lepas saja karena masyarakat di situ kan ya kita lihat macam waktu mereka demo, mereka bilang kita ini datang cuma bawa KTP dengan kartu keluarga saja bisa kerja. Artinya kan pendidikannya bukan yang S1, kalau pendidikannya bukan yang S1 berarti ya dia juga tidak mungkin jadi asisten manager lah betul kepala mandor juga mungkin tidak iya paling ya buruk kasar," ungkapnya.

"Nah kenapa mereka bisa ribut begitu ya pasti ada yang main di belakang (ada) dalangnya. Makanya saya sudah bicara di media-media nasional maupun lokal saya desak Mabes Polri cari tahu otak di balik itu dalangnya. Proses hukum, tangkap, jangan benturkan masyarakat kami di bawah, ada yang pro-kontra lalu jatuh korban lalu kamu yang otak di balik itu menghindar hilang ke Jakarta," sambungnya.

baca juga

Lebih lanjut, Paul Finsen juga menyebut jika masalah di Raja Ampat mulai terjadi setelah muncul perusahaan-perusahaan tambang.

"Masyarakat yang bentrok terus sepanjang hidup mereka itu tidak boleh, saya juga imbau kepada masyarakat Raja Ampat, dulu tanah-tanah itu tidak bermasalah, tapi datangnya tambang itu mulai bermasalah. Saya pikir saya imbau untuk tidak boleh ada masyarakat yang karena orang dari luar datang bawa aturan dari luar akhirnya kamu baku hajar sendiri di dalam itu, akan berpotensi untuk perpecahan dalam keluarga besar kita," bebernya.

Dia pun mengakui jika masyarakat adat khususnya di Raja Ampat sudah makmur tanpa hidup dari tambang. Dia pun kembali mengimbau agar masyarakat adat di Raja Ampat tidak mudah terprovokasi soal pemilik izin tambang.

"Jadi semua harus kepala dingin sadar duduk tenang pikirkan baik-baik supaya ada solusi, bapak Gubernur Bapak Bupati Raja Ampat, saya sendiri sebagai wakil dari Papua Barat Daya kita sudah memikirkan solusi-solusinya, kamu itu bukan hidup dari tambang saja. Sebelum ada tambang kita sudah bisa bertahan hidup dan berhasil termasuk saya yang ada di sini. Jadi jangan orang adu domba kita hanya gara-gara tambang saja," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta IUP Raja Ampat Belum Dicabut, Senator Papua Sentil Bahlil: Mau Dibawa ke Mana Negara Ini?

Fakta IUP Raja Ampat Belum Dicabut, Senator Papua Sentil Bahlil: Mau Dibawa ke Mana Negara Ini?

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 13:05 WIB

Ungkit Uni Soviet, Puji-puji Prabowo ke Putin: Rusia Bantu Kita Tanpa Minta Cepat Kembalikan Utang

Ungkit Uni Soviet, Puji-puji Prabowo ke Putin: Rusia Bantu Kita Tanpa Minta Cepat Kembalikan Utang

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 08:12 WIB

3 Mahasiswa Pendemo Gibran Ditangkap Paspampres, Wali Kota Blitar: Saya Malu dan Kecewa Sekali

3 Mahasiswa Pendemo Gibran Ditangkap Paspampres, Wali Kota Blitar: Saya Malu dan Kecewa Sekali

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 07:42 WIB

Usai Dicap Wahabi oleh Gus Ulil Imbas Tolak Tambang Raja Ampat, HP Aktivis Greenpeace Nyaris Diretas

Usai Dicap Wahabi oleh Gus Ulil Imbas Tolak Tambang Raja Ampat, HP Aktivis Greenpeace Nyaris Diretas

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×