Pengungsi Israel Terlibat Perkelahian di Penampungan, Semprotan Merica Picu Kepanikan Massal

Yohanes Endra

Senin, 23 Juni 2025 | 16:11 WIB
Pengungsi Israel Terlibat Perkelahian di Penampungan, Semprotan Merica Picu Kepanikan Massal
Warga Israel terlibat perkelahian di tempat pengungsian (X/IRIran_Military)

Suara.com - Memasuki hari ke sepuluh, perang antara Iran dan Israel masih berlanjut. Berbagai dampak serius ditimbulkan imbas serangan rudal yang diluncurkan kedua negara tersebut.

Warga Israel bahkan sudah mulai meninggalkan negaranya untuk mengungsi ke tempat lain. Mereka berbondong-bondong mencari tempat aman untuk menghindari ancaman rudal Iran.

Meski demikian, masih banyak warga Israel lainnya yang bertahan dan memilih berlindung di tempat penampungan.

Seiring banyaknya warga Israel yang berlindung, kondisi tempat penampungan kini semakin padat.

Saking padatnya tempat tersebut hingga tak jarang menimbulkan kekacauan bahkan mengakibatkan perkelahian.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di salah satu tempat penampungan di Tel Aviv. Dari unggahan yang dibagikan akun X @IRIran_Military terlihat perkelahian antar sesama warga pengungsian.

Salah seorang pria berbaju hitam tampak adu jotos dengan pria berbaju putih. Kemudian pria berbaju putih terlihat menyemprotkan cairan yang belakangan diketahui adalah semprotan merica.

Semprotan merica tersebut membuat para pengungsi lainnya terkena imbas. Mereka tampak buru-buru keluar dari ruangan tersebut karena tak tahan dengan bau merica yang tajam dan membuat mata perih.

Pengungsi Israel Terlibat Perkelahian di Tempat Penampungan (X/IRiran_military)
Pengungsi Israel Terlibat Perkelahian di Tempat Penampungan (X/IRiran_military)

Para pengungsi yang keluar terpaksa menutup hidung mereka untuk menghindari aroma dari semprotan merica yang sangat menyengat. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat batuk-batuk.

baca juga

Dilansir dari Ynetnews, polisi telah menahan tiga tersangka yang terlibat dalam perkelahian di tempat penampungan di lingkungan Shapira, Tel Aviv, saat serangan rudal dari Iran.

Efek dari semprotan merica tersebut memaksa penduduk keluar saat sirene berbunyi dan tetap berada di luar tanpa perlindungan.

Polisi setempat lalu meminta para pengungsi bersikap baik selama mereka berada di tempat penampungan.

"Kami mengimbau penduduk untuk bersikap toleran dan menghindari kekerasan, terutama selama hari-hari yang menegangkan ini, khususnya di tempat-tempat yang dilindungi tempat keluarga dan anak-anak berada," kata polisi setempat dikutip dari Ynetnews pada Senin, 23 Juni 2025.

Unggahan warga Israel terlibat perkelahian di tempat penampungan itu mendapat respons beragam dari netizen.

“Aku tak sabar menunggu mereka saling serang seperti tikus dan memakan satu sama lain,” kata akun @drag***

“Mereka pantas mendapatkan yang lebih dari sekedar semprotan merica,” komen akun @phest***

“Perlahan-lahan mereka akan mati satu per satu akibat bunker yang tidak sehat dan virus yang menyebar di antara mereka. Tangan Allah pasti bekerja,” ujar akun @Ermer***

“Sulit membayangkan bagaimana hidup bersama di dalam bunker. Tidak ada seorang pun seharusnya hidup seperti ini, penuh ketakutan dan kekacauan, bahkan sekarang semprotan merica. Orang-orang layak mendapatkan kedamaian,” komen akun @christ***

Warga Israel Mulai Mengungsi ke Negara Lain

Sejak beberapa hari lalu, warga Israel berbondong-bondong mengungsi dari negaranya menuju tempat yang jauh lebih aman.

Mengutip The New Arab, ratusan warga Israel diam-diam meninggalkan negara itu melalui jalur laut.

Warga Israel mengungsi ke Siprus menghindari serangan Iran (YouTube/Associated Press)
Warga Israel mengungsi ke Siprus menghindari serangan Iran (YouTube/Associated Press)

Mereka terpaksa menggunakan jalur laut lantaran pemerintah membuat larangan pada maskapai untuk mencegah warganya pergi karena perang dengan Iran semakin memanas.

Dermaga Herzliya menjadi pusat keberangkatan utama. Warga Israel terlihat berangkat sejak dini hari dengan membawa koper, menaiki kapal pesiar yang menuju Siprus.

Saat tiba di Siprus, warga Israel justru disambut dengan yel-yel dukungan dan bendera Palestina.

Selain Siprus, Yunani juga menjadi salah satu negara tujuan Israel untuk kabur sementara selama perang belum berakhir.

Sama halnya di Siprus, kedatangan warga Israel di Yunani juga disambut yel-yel dukungan terhadap Palestina.

Kontributor : Rizka Utami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Dihantui Perang, Mantan Wamenlu Ingatkan Presiden Prabowo Segera Isi Kursi Dubes yang Kosong

Dunia Dihantui Perang, Mantan Wamenlu Ingatkan Presiden Prabowo Segera Isi Kursi Dubes yang Kosong

News | Senin, 23 Juni 2025 | 15:56 WIB

9 Negara Pemilik Senjata Nuklir dan Kekuatan Mengerikan di Baliknya

9 Negara Pemilik Senjata Nuklir dan Kekuatan Mengerikan di Baliknya

News | Senin, 23 Juni 2025 | 14:37 WIB

Siapa Baoxia Liu? Buronan FBI Dihargai Rp245 Miliar Terkait Perang Iran-Israel

Siapa Baoxia Liu? Buronan FBI Dihargai Rp245 Miliar Terkait Perang Iran-Israel

News | Senin, 23 Juni 2025 | 14:41 WIB

'Kiamat' Ekonomi Dimulai, Yang Terjadi Jika Iran Tutup Selat Hormuz: Harga BBM di RI Bisa Meledak

'Kiamat' Ekonomi Dimulai, Yang Terjadi Jika Iran Tutup Selat Hormuz: Harga BBM di RI Bisa Meledak

News | Senin, 23 Juni 2025 | 13:53 WIB

Konflik AS dan Iran Guncang Pasar Kripto, Bitcoin Sentuh Level Terendah Sejak Mei

Konflik AS dan Iran Guncang Pasar Kripto, Bitcoin Sentuh Level Terendah Sejak Mei

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×