Presiden Prabowo Turun Tangan! Instruksikan Evakuasi WNI dari Iran di Tengah Peningkatan Eskalasi

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 17:07 WIB
Presiden Prabowo Turun Tangan! Instruksikan Evakuasi WNI dari Iran di Tengah Peningkatan Eskalasi
Ilustrasi perang Iran Israel. Presiden Prabowo perintahkan untuk mengevakuasi WNI dari Iran setelah eskalasi konflik di Kawasan Teluk meningkat. (Foto: Ist)

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto terus mengikuti perkembangan terkini mengenai perang antara Iran dan Israel.

Kepala negara mengamati secara cermat perkembangan dari waktu ke waktu.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan Prabowo juga sudah memberitahukan kepada seluruh jajaran agar mengikuti setiap perkembangan.

"Sudah memberitahukan kepada seluruh jajarannya, baik di Indonesia maupun perwakilan-perwakilan di negara-negara yang terkait untuk mengikuti perkembangan yang terjadi di sana dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika terkait dengan keselamatan WNI," kata Juri di Kemensetneg, Jakarta, Selasa 24 Juni 2025.

Termasuk mengenai evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, Prabowo juga telah memberikan instruksi kepada jajaran.

"Jadi untuk keselamatan WNI, Pak Presiden sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi dan menyelamatkan jika ada hal-hal yang memang perlu dilakukan untuk mengevakuasi WNI yang di sana, dan itu sudah berjalan," kata Juri.

Juri menegaskan kembali sikap Indonesia terhadap perang Iran san Israel. Ia menyampaikan Indonesia sebagai negara non-blok, mendorong terjadinya perdamaian antara kedua pihak.

"Perdamaian jauh lebih bagus, perdamaian jauh lebih baik ketimbang perang yang membawa korban kedua belah pihak. Jadi untuk sambil mengikuti perkembangan ini, presiden melakukan berbagai upaya untuk mendorong deeskalasi, mendorong menurunnya eskalasi konflik di kawasan itu," kata Juri.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah berencana evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran, menyusul eskalasi di Kota Teheran imbas perang dengan Israel.

Sugiono mengatakan bahwa ada sekira 380 WNI yang berada di Iran, baik berada di Teheran maupaun kota lain.

"Yang saya kira berada di dalam posisi yang tidak baik, ya, terancam karena serangan yang terus meningkat ini," kata Sugiono di St Petersburg, Rusia pada Rabu 18 Juni 2025 waktu setempat.

Sugiono mengatakan bahwa sejak dua hari lalu, telah menyampaikan kepada jajaran Kemlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran untuk melakukan assessment terhadap rencana dan kemungkinan melakukan evakuasi WNI.

"Terus dari perkembangan dua hari ini, di mana intensitas serangan Israel semakin meningkat. Kemudian yang disasar juga lagi bukan saja target-target militer tapi juga target-target sipil maka saya memutuskan untuk meningkatkan level kesiagaan di Kedutaan Teheran dari level siaga 2 menjadi level siaga 1," kata Sugiono.

Selain meningkatkan level kesiagaan kantor kedutaan di Teheran, Menlu Sugiono mengatakan pihaknya mulai melaksanakan langkah-langkah kontingensi dan langkah-langkah evakuasi bagi WNI.

"Saya juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa negara tetangga Iran memohon supaya pada saat terjadi evakuasi nanti warga negara kita diberikan kemudahan melewati perbatasannya karena situasinya juga semakin tidak menguntungkan. Namun kita berharap juga ketegangan ini bisa segera selesai," katanya.

Menteri Luar Negeri Sugiono. [Tangkapan layar]
Menteri Luar Negeri Sugiono. [Tangkapan layar]

Sebelumnya diberitakan, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan bahwa hingga sejauh ini WNI yang berada di Iran telah dipantau pihak KBRI di Teheran.

Siapkan Jalur Komunikasi

Mereka juga telah menyiapkan jalur komunikasi jika berada di dalam kondisi darurat.

"Tugas kami sebagai Pemerintah Republik Islam Iran adalah menjamin dukungan dan perlindungan mereka oleh kami," kata Boroujerdi di Kedubes Iran untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa 17 Juni 2025.

Boroujerdi menegaskan bahwa pihaknya siap membantu KBRI bila akan mengevakuasi WNI dari Iran.

"Apabila ada upaya atau rencana untuk evakuasi atau terdapat keinginan dari para WNI untuk meninggalkan negara kami, tentu kami siap untuk memberikan asistensi dan pelayanan agar memudahkan operasi evakuasi ini," jelasnya.

Boroujerdi menegaskan bahwa pihaknya bakal terus melakukan serangan balik terhadap Israel, selama mereka masih mendapatkan gempuran dari pihak zionis.

Ia juga menegaskan bahwa serangan yang dilakukan negaranya merupakan aksi bela diri terhadap negaranya.

"Selama Iran diserang dan agresi masih terus berlanjut tentu kami akan melanjutkan bela diri aksi bela diri kami terhadap negara kami," ucapnya.

Boroujerdi menegaskan bahwa Iran bukan bagian dari Gaza yang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan perlawanan.

Lantaran Gaza selama ini, lanjut Boroujerdi, telah dibuat tidak berdaya oleh Israel dengan cara menyebarkan kelaparan kemudian melakukan serangan, termasuk kepada wanita dan anak-anak.

"Kami adalah negara yang sangat kuat, yang mampu memberikan pembalasan dan bela diri dan ini menjadi momentum yang sangat penting bagi negara-negara yang dizalimi oleh rezim zionis," ucapnya.

"Khususnya bangsa Palestina di jalur Gaza, Lebanon dan juga berbagai negara lainnya, ketika mereka melihat Iran dengan kekuatannya memberikan pelajaran kepada rezim zionis mereka senang dan gembira dan kami pun senang dan gembira," katanya.

Kegembiraan mereka timbul, lantaran Negeri Para Mullah itu mampu memberikan perlawanan dan membela diri, dari serangan Israel.

“Kami membela negara kami, kedua karena kami untuk menjaga kepentingan dari umat Islam memberikan tamparan dan pelajaran kepada rezim zionis,” katanya.

Sebelumnya, ketegangan antara Iran dan Israel meningkat tajam setelah serangan udara terkoordinasi yang dilakukan militer Zionis pada sejumlah lokasi di Teheran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, pada Jumat 13 Juni 2025 lalu, yang segera dibalas Iran dalam hitungan jam.

Hingga kini, perang masih terus terjadi. Bahkan, Amerika Serikat turut menyerang tiga fasilitas nuklir milik Iran dan berbuntut pada aksi balasan dari Militer Iran yang membombardir pangkalan markas tentara Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, seperti Qatar, Kuwait hingga Uni Emirat Arab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Serang Tenda Pengungsi di Jalur Gaza, Puluhan Warga Tewas

Israel Serang Tenda Pengungsi di Jalur Gaza, Puluhan Warga Tewas

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 15:23 WIB

Menteri Luar Negeri Iran: Belum Ada Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel

Menteri Luar Negeri Iran: Belum Ada Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 12:36 WIB

Kondisi Qatar Usai Pangkalan Militer AS di Doha Diserang Iran

Kondisi Qatar Usai Pangkalan Militer AS di Doha Diserang Iran

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 09:11 WIB

Terkini

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:27 WIB

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:05 WIB

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:38 WIB