Air Sungai Berubah Jadi Biru, Pemprov Jabar Janji Tindak Tegas Pencemar Citarum

M. Reza Sulaiman

Rabu, 25 Juni 2025 | 16:07 WIB
Air Sungai Berubah Jadi Biru, Pemprov Jabar Janji Tindak Tegas Pencemar Citarum
Seorang warga mengambil air Sungai Citarum di Curug Jompong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). [ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj]

Suara.com - Kasus pencemaran Sungai Citarum oleh limbah cair industri kembali menjadi sorotan publik. Air sungai yang berubah warna menjadi biru kehijauan akibat limbah produksi kertas PT Pindo Deli 1 menunjukkan betapa rentannya ekosistem air tawar terhadap kelalaian dan lemahnya pengawasan.

Namun di balik kejadian ini, terbuka pula peluang bagi penguatan sistem perlindungan lingkungan hidup—sebuah langkah krusial di tengah krisis iklim yang kian nyata.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk tidak berkompromi terhadap pelaku pencemaran. Ia telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar untuk menindaklanjuti kasus ini, dan menjatuhkan sanksi tegas bila terbukti terjadi pelanggaran.

"Saya tegaskan bahwa saya sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk memproses dan bersikap tegas dan konsisten, serta memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran," katanya melansir ANTARA, Rabu (25/6/2025).

Dedi menyampaikan tidak akan berkompromi dengan para pelaku usaha di Jabar yang kedapatan melakukan pelanggaran dan pencemaran lingkungan.

"(Pencemaran) berakibat pada kematian ikan di Sungai Citarum dan sungainya berubah menjadi membiru," tegasnya lagi.

Citarum: Sungai Strategis yang Semakin Tertekan

Sungai Citarum bukan sekadar aliran air biasa. Ia mengaliri 13 kabupaten/kota dan menjadi sumber air bersih bagi sekitar 35 juta jiwa di Jawa Barat. Sayangnya, sungai ini juga menjadi salah satu yang paling tercemar di dunia. Sampah rumah tangga, limbah ternak, dan buangan industri bertahun-tahun telah menurunkan kualitas airnya secara drastis.

Kematian ikan dan perubahan warna air dalam insiden terbaru adalah bukti nyata bahwa Sungai Citarum terus berada dalam kondisi darurat ekologis. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, Iwan Ridwan, mengungkapkan bahwa air limbah produksi kertas berwarna biru dari PT Pindo Deli 1 belum sepenuhnya terurai di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan tersebut. Akibatnya, pigmen warna masih terbawa dan mencemari aliran sungai.

baca juga
Foto udara sampah yang menumpuk di Sungai Citarum Lama di Cicukang, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc]
Foto udara sampah yang menumpuk di Sungai Citarum Lama di Cicukang, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc]

DLH Karawang telah memberikan teguran, dan langkah lanjutan kini berada di tangan DLH Provinsi. Selain itu, DPRD Karawang juga telah melakukan kunjungan kerja ke lokasi pabrik untuk menindaklanjuti temuan ini.

Pencemaran industri di Sungai Citarum bukan kali ini saja terjadi. Namun demikian, kasus terbaru ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum lingkungan. Sanksi administratif semata tidak cukup. Diperlukan langkah hukum yang memberikan efek jera dan mendorong perubahan perilaku industri secara menyeluruh.

Peristiwa ini harus mendorong pembelajaran dan perubahan sistemik, bukan sekadar pelaporan insiden. Diperlukan sistem pelaporan yang lebih transparan, partisipasi aktif masyarakat, serta audit lingkungan yang rutin dan independen terhadap aktivitas industri di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

Mengapa perlindungan sungai begitu penting? Sungai tidak hanya menjadi sumber air minum, tetapi juga habitat ribuan spesies, penopang sektor pertanian dan perikanan, serta pengatur sistem hidrologi kawasan. Jika sungai terus tercemar, ancaman tidak hanya datang dari sisi ekologi, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Pencemaran seperti ini dapat menghancurkan mata pencaharian petani dan nelayan, merusak hasil panen, mengganggu kesehatan masyarakat, serta memperbesar beban pengeluaran negara untuk pemulihan lingkungan dan infrastruktur air bersih.

Dari Reaksi Menuju Aksi Kolaboratif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Sungai Batang Anai Terkuak: Ini Kronologi Pembunuhan Sadis dan Mutilasi yang Menggemparkan!

Misteri Sungai Batang Anai Terkuak: Ini Kronologi Pembunuhan Sadis dan Mutilasi yang Menggemparkan!

Video | Senin, 23 Juni 2025 | 08:05 WIB

Di Depan Pramono, KDM Butuh Rp8 T untuk Bebaskan Permukiman Pinggir Sungai: Demi Selamatkan Jakarta

Di Depan Pramono, KDM Butuh Rp8 T untuk Bebaskan Permukiman Pinggir Sungai: Demi Selamatkan Jakarta

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 16:38 WIB

Tingkatkan Ekonomi Nelayan, Desa Energi Berdikari Pertamina Sulap Limbah Ikan Jadi Cuan

Tingkatkan Ekonomi Nelayan, Desa Energi Berdikari Pertamina Sulap Limbah Ikan Jadi Cuan

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×