Pemerintah Siapkan Program Pemberdayaan untuk Pekerja Migran Terdampak Konflik IsraelIran

Dwi Bowo Raharjo, Dea Hardiningsih Irianto

Kamis, 26 Juni 2025 | 18:46 WIB
Pemerintah Siapkan Program Pemberdayaan untuk Pekerja Migran Terdampak Konflik IsraelIran
Serangan Iran ke Israel. Pemerintah berkomitmen menyiapkan program pemberdayaan bagi WNI yang dipulangkan dari luar negeri akibat terdampak konflik bersenjata antara Israel dan Iran. (ist / tangkap layar)

Suara.com - Pemerintah berkomitmen menyiapkan program pemberdayaan bagi WNI yang dipulangkan dari luar negeri akibat terdampak konflik bersenjata antara Israel dan Iran.

Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, mengatakan bahwa pemerintah terus berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan WNI yang kembali ke tanah air tidak hanya selamat, tetapi juga memiliki akses ke program pemberdayaan berkelanjutan.

"Pasti (ada pemberdayaan). Jadi kalau kita lihat, saya secara pribadi juga mengikuti berita, kita lihat Menteri Luar Negeri juga sudah mengusahakan sebaik mungkin untuk mengevakuasi," kata Leon kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Dia mengungkapkan bahwa telah ada beberapa pekerja migran Indonesia yang dipulangkan ke Tanah Air, baik yang ada di area Israel maupun Iran, akibat dampak dari perselisihan kedua negara tersebut.

Selanjutnya, kata Leon, pemerintah akan memperkuat program-program berbasis desa seperti Desa Migran Produktif (Desmigratif) dan Desa Migran Tangguh dan Mandiri Sejahtera (Desmigratmas) sebagai basis pemberdayaan terhadap mantan pekerja migran.

Kemenko PM pun mendorong lembaga teknis seperti Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) agar lebih masif dalam pelaksanaan program-program tersebut.

"Sekarang itu ada desmigratif, desmigratmas juga ada. Jadi kita akan pasti memperkuat itu, kita mendorong teman-teman kementerian teknis, misalnya KP2MI kita dorong juga untuk lebih masif dalam melakukan hal tersebut," ujarnya.

Pemerintah berharap program pemberdayaan ini dapat memulihkan kondisi ekonomi dan sosial WNI yang terdampak konflik luar negeri, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik kawasan.

Sebelumnya Kemlu menyatakan sebanyak 68 orang dari total 97 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran masih menunggu jadwal pemulangan ke Tanah Air.

baca juga

Direktur Jenderal (Dirjen) Protokol dan Konsuler Kemlu Andy Rahmianto di Tangerang, Rabu, mengatakan 68 WNI tersebut saat ini masih berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dan Baku.

"Jadi sisanya 68 orang itu sekarang posisinya sudah ada di KBRI Baku. Sekarang kita sedang mengurus jadwal penerbangan mereka untuk bisa segera kita pulangkan," jelasnya.

Serangan AS ke Iran juga berpotensi membangkitkan jaringan radikalisme dan terorisme.(IST)
Serangan AS ke Iran. (IST)

Ia menyebutkan total ke 97 orang WNI yang berhasil dievakuasi tersebut dilakukan beberapa tahapan pemulangan, dimana tahap pertama ada 29 orang diterbangkan ke Tanah Air dengan menggunakan penerbangan pesawat yang berbeda-beda.

Namun, lanjutnya, dengan kondisi dan situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas, maka hanya sebanyak 11 WNI yang tiba di Indonesia.

Sedangkan untuk ke 68 orang sisanya, kata dia, KBRI Teheran dan Baku untuk menunggu pemulangan ke Indonesia.

"11 orang sudah tiba di Jakarta, mereka berasal dari dua daerah, yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Ada 18 orang lagi tertahan di Qatar karena di sana ada penutupan bandara, jadi untuk penerbangannya tertunda," tuturnya.

Ia juga menambahkan Pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan proses evakuasi terhadap WNI yang masih terjebak di Iran.

"Yang baru tercatat ada 380-an WNI yang masih di Iran. Jadi pemerintah sudah memutuskan kita akan melakukan evakuasi tahap kedua. Jumlahnya masih terus kita pantau," ucapnya.

Menurutnya, jumlah WNI yang masih berada di Iran belum sepenuhnya diketahui secara pasti, lantaran tim KBRI masih terus menerima informasi adanya permintaan tambahan untuk dievakuasi dan pemulangan ke Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR akan Beri Masukan Presiden Menyikapi Langkah Indonesia dalam Konflik Iran-Israel

DPR akan Beri Masukan Presiden Menyikapi Langkah Indonesia dalam Konflik Iran-Israel

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 18:22 WIB

Malaysia Harusnya Jadi Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Malaysia Harusnya Jadi Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 26 Juni 2025 | 18:15 WIB

Paus Leo XIV Turun Tangan: Desak Iran dan Israel Hentikan Balas Dendam

Paus Leo XIV Turun Tangan: Desak Iran dan Israel Hentikan Balas Dendam

Video | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:45 WIB

Kemenko PM Akan Siapkan Job Fair Buat Kerja ke Luar Negeri, Bisa Langsung Lamar?

Kemenko PM Akan Siapkan Job Fair Buat Kerja ke Luar Negeri, Bisa Langsung Lamar?

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:01 WIB

Trump Umumkan Perang Iran-Israel Berakhir, Tapi Mengapa Ia Juga Sebut Bisa Meletus Lagi 'Segera'?

Trump Umumkan Perang Iran-Israel Berakhir, Tapi Mengapa Ia Juga Sebut Bisa Meletus Lagi 'Segera'?

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 14:12 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×