Ajak Anak Muda Melek Politik, Academia Politicia Ungkap Krisis Iklim Bikin Nelayan Sengsara Melaut

Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 05 Juli 2025 | 10:34 WIB
Ajak Anak Muda Melek Politik, Academia Politicia Ungkap Krisis Iklim Bikin Nelayan Sengsara Melaut
Sebanyak 64 pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa di Ambon mengikuti program pelatihan generasi muda yang diselenggarakan oleh Yayasan Partisipasi Muda. (Foto: Dok Academia Politica)

Suara.com - Sebanyak 64 pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa di Ambon mengikuti program pelatihan generasi muda yang diselenggarakan oleh Yayasan Partisipasi Muda (YPM), yakni Acadmia Politicia Tahun ini, pelatihan tersebut mengangkat tema yang menyentil langsung realitas di lapangan, yakni “Dampak Perubahan Iklim Ambon: Nelayan Sulit Dapat Ikan, Kita Sulit Dapat Makan.”

Lewat program ini, Academia Politicia berupaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus politik di kalangan generasi muda Ambon, yang dinilai punya peran strategis dalam menyelamatkan masa depan wilayah pesisir Maluku dari dampak krisis iklim.

Co-Founder dan Executive Director YPM, Neildeva Despendya Putri, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya tentang teori lingkungan. Lebih jauh, ini adalah ruang kaderisasi calon pemimpin yang sadar akan isu keberlanjutan.

"Harapannya agar para partisipan yang hadir dapat tumbuh menjadi pemimpin di Ambon bahkan di tingkat Maluku dalam menghadapi tantangan krisis iklim," kata Neildeva dalam keteranganya dikutip pada Sabtu (5/7/2025).

Ia menyoroti pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap isu lingkungan, terutama karena krisis iklim sangat erat kaitannya dengan kebijakan politik.

"Keterkaitan antara perubahan iklim dan politik membuka dengan pertanyaan reflektif: 'Kenapa anak muda harus melek politik?' Jawabannya karena setiap keputusan politik berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari," tegas dia.

Neildeva juga menyebut sejumlah contoh dampak nyata, seperti udara buruk akibat PLTU batu bara, pencemaran laut akibat tambang, hingga rusaknya sumber mata pencaharian nelayan.

"Selama uang masih jadi tujuan utama, keputusan-keputusan soal lingkungan akan terus menyakiti bumi," wantinya.

Dalam sesi berbeda, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Pattimura, Mike J. Rolobessy membeberkan kondisi ekologi Maluku yang kian tertekan akibat ulah manusia. Ia menyebut kerusakan terumbu karang sebagai gejala paling mencolok dari krisis iklim di laut.

baca juga

"Akibatnya habitat ikan rusak, alga dan tumbuhan laut terganggu, dan ekosistem laut menjadi tidak stabil," ujar Mike.

"Jika kerusakan ini terus berlanjut, banyak spesies laut akan terancam punah. Selain itu, pola migrasi ikan bisa berubah, sehingga nelayan pun kesulitan mencari ikan karena habitat alami ikan menghilang," sambungnya.

Sebanyak 64 pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa di Ambon mengikuti program pelatihan generasi muda yang diselenggarakan oleh Yayasan Partisipasi Muda. (Foto: Dok Academia Politica)
Sebanyak 64 pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa di Ambon mengikuti program pelatihan generasi muda yang diselenggarakan oleh Yayasan Partisipasi Muda. (Foto: Dok Academia Politica)

Kondisi tersebut juga dipertegas oleh perwakilan Dinas Kehutanan dan Perikanan Provinsi Maluku, Selfrida M. Horhoruw. Ia menyampaikan bahwa Maluku adalah bagian dari Coral Triangle, kawasan ekosistem laut paling kaya di dunia yang kini dalam ancaman serius.

"Provinsi Maluku terletak di kawasan Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang—wilayah ekosistem laut yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia," papar Selfrida.

Namun, aktivitas manusia seperti overfishing, eksploitasi karang, dan penggunaan energi fosil mempercepat fenomena coral bleaching yang berujung pada rusaknya terumbu karang.

"Semua ini mempercepat perubahan iklim dan pemanasan global, meningkatkan suhu serta keasaman air laut, yang memicu fenomena coral bleaching (pemutihan karang)," wanti dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Jubir FPI Buka Suara soal Drama Ijazah Jokowi, Munarman Kuliti Kesalahan Polisi, Apa Itu?

Eks Jubir FPI Buka Suara soal Drama Ijazah Jokowi, Munarman Kuliti Kesalahan Polisi, Apa Itu?

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 17:54 WIB

Foto Main Bareng Cucu di Pantai Diduga Editan, Netizen Salfok Kemeja Jokowi: Gak Pernah Ganti Pak?

Foto Main Bareng Cucu di Pantai Diduga Editan, Netizen Salfok Kemeja Jokowi: Gak Pernah Ganti Pak?

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:07 WIB

Sudirman Said Beberkan soal KKN: Gambar Wapres di Sekolah-Kantor Itu Simbol Telanjang Nepotisme!

Sudirman Said Beberkan soal KKN: Gambar Wapres di Sekolah-Kantor Itu Simbol Telanjang Nepotisme!

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 15:05 WIB

Menteri UMKM Banjir Cibiran usai Istri Kegep Pelesiran ke Eropa: Hari Pembalasan di Akhirat Menanti!

Menteri UMKM Banjir Cibiran usai Istri Kegep Pelesiran ke Eropa: Hari Pembalasan di Akhirat Menanti!

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 12:08 WIB

Terkini

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

×