Di Balik Pintu KBRI: Pengakuan Staf yang Dipaksa Jadi 'Pelayan' Keluarga Pejabat

Bangun Santoso

Senin, 07 Juli 2025 | 13:24 WIB
Di Balik Pintu KBRI: Pengakuan Staf yang Dipaksa Jadi 'Pelayan' Keluarga Pejabat
Foto sebagai ilustrasi KBRI: Pesta Rakyat di KBRI Stockholm, Swedia. (Dok. KBRI Stockholm/ANTARA)

Suara.com - Beredarnya sebuah "surat sakti" dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang meminta fasilitas pendampingan untuk istri menteri di tujuh kota di Eropa menjadi puncak gunung es.

Di baliknya, tersimpan borok dan praktik feodalisme yang telah mengakar selama bertahun-tahun di perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.

Disitat dari laman BBC Indonesia, Senin (7/7/2025), sejumlah staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di beberapa negara akhirnya buka suara.

Mereka mengaku kerap dipaksa "melayani" keluarga pejabat untuk urusan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan tugas negara.

Dari menjadi sopir pribadi di akhir pekan, pemandu belanja, hingga mencarikan restoran untuk makan malam.

"Ada juga pejabat yang tidak menjalankan tugas negara atau dinas ke luar negeri tapi tetap meminta fasilitas dari KBRI," kata salah-seorang staf KBRI kepada BBC News Indonesia.

Mereka berbicara dengan syarat anonimitas demi keamanan pekerjaan mereka.

Pengakuan ini mengonfirmasi bahwa insiden yang melibatkan istri Menteri UMKM, Agustina Hastarini, bukanlah kasus pertama, melainkan sebuah pola yang sudah menjadi rahasia umum di kalangan diplomat.

'Apapun Permintaannya, Kami Jalani'

baca juga

Bagi sebagian staf, praktik melayani pejabat dan keluarganya sudah dianggap sebagai hal yang "normal".

Mereka merasa tidak punya kuasa untuk menolak, terutama jika permintaan datang melalui surat resmi atau instruksi atasan.

"Kami kan abdi negara yang diharapkan dapat memberikan pelayanan prima kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia," ucap seorang staf, menyiratkan adanya tekanan psikologis untuk selalu patuh.

"Jadi ya apapun permintaannya, kami jalani dengan sepenuh hati. Jangan sampai ada yang merasa tidak diperhatikan oleh Perwakilan RI di luar negeri," tambahnya.

Staf lain menceritakan skenario yang sering terjadi. Saat seorang pejabat datang untuk tugas dinas, keluarganya yang ikut serta akan "ditemani" oleh anggota Dharma Wanita untuk berjalan-jalan atau berbelanja. Setelah tugasnya selesai, sang pejabat pun akan diajak berkeliling dan dijamu makan.

Yang lebih parah, fasilitas negara diduga ikut dimanfaatkan. "Mereka itu 'memakai' jasa para staf bahkan di luar jam kerja, misal menemani dinner atau saat akhir pekan dipakai mengajak mereka jalan-jalan atau belanja.

Pakai mobil KBRI karena enggak mungkin mereka sewa mobil di negara setempat," ungkap seorang staf.

Surat Sakti dan Anggaran 'Siluman'

Ahli hukum tata negara Bivitri Susanti menegaskan bahwa penggunaan kop surat kementerian atau lembaga negara bukan sekadar logo, melainkan memiliki nilai instruksi yang kuat di lingkungan birokrasi.

"Mereka enggak bisa berdalih ini sebenarnya cuma pemberitahuan aja seperti fyi gitu. Karena penggunaan kop surat itu sebenarnya sudah mengandung perintah kalau kita bicara lembaga pemerintahan," ujar Bivitri.

Inilah yang membuat staf di KBRI atau KJRI tidak berdaya. Surat berkop resmi menjadi semacam "katebelece" atau surat sakti yang secara tidak langsung memerintahkan mereka untuk memberikan fasilitas khusus.

Lebih jauh lagi, ada dugaan anggaran negara ikut "diakali" untuk membiayai jamuan ini. Seorang staf mengungkapkan, agar pengeluaran bisa dipertanggungjawabkan, seringkali dibuat acara fiktif.

"Dibuatkan acara khusus yang biasanya berjudul 'jamuan' atau 'sosialisasi' agar anggaran yang terpakai itu laporannya jelas tetap untuk kegiatan KBRI. Padahal demi menjamu pejabat," ungkapnya. "Mereka menganggap dirinya tamu KBRI, jadi ya harus dilayani sebagai tamu."

Bantahan Menteri dan Kultur Feodal

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, telah membantah memerintahkan pembuatan surat tersebut.

Ia mengklaim kepergian istrinya murni untuk urusan pribadi menemani anak mereka dalam misi budaya, dan seluruh biaya, termasuk tiket, akomodasi, hingga sopir, dibayar dari kantong pribadi.

Namun, para ahli menilai bantahan itu tidak menyentuh akar masalah: budaya feodalisme dan mentalitas "Asal Bapak Senang" (ABS) di kalangan birokrat.

"Di negara kita, ada juga kebiasaan bawahan ini semacam ingin memberikan servis," ujar Bivitri. Ia bahkan berbagi pengalaman melihat langsung seorang staf KBRI sibuk menggeret koper belanjaan pejabat di sebuah factory outlet di luar negeri.

"Mereka belanja seenak-enaknya dimasukin koper. Yang tukang geret, tukang cariin restoran pegawai kementerian yang jadi kayak pelayan."

Ahli hukum administrasi negara dari UGM, Oce Madril, juga menegaskan bahwa penggunaan surat dinas untuk kepentingan pribadi adalah tindakan keliru yang dilarang. Menurutnya, masalah ini hanya bisa diselesaikan dari atas.

"Sifatnya top down. Jadi memang butuh kesadaran dari mereka yang jadi pejabat untuk tidak lagi mencari peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau keluarga," jelas Oce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kehebohan Surat Menteri UMKM Minta Kedubes Fasilitasi Jalan-jalan Istrinya, Kemenlu Buka Suara

Kehebohan Surat Menteri UMKM Minta Kedubes Fasilitasi Jalan-jalan Istrinya, Kemenlu Buka Suara

News | Senin, 07 Juli 2025 | 13:07 WIB

Bela Istri di Tengah Polemik, Aksi Menteri Maman Abdurrahman Datangi KPK Tuai Apresiasi Guru Besar

Bela Istri di Tengah Polemik, Aksi Menteri Maman Abdurrahman Datangi KPK Tuai Apresiasi Guru Besar

News | Senin, 07 Juli 2025 | 10:09 WIB

Istri Menteri UMKM Diduga Minta Fasilitas Negara, Ternyata Segini Biaya Lomba Sang Anak di Eropa

Istri Menteri UMKM Diduga Minta Fasilitas Negara, Ternyata Segini Biaya Lomba Sang Anak di Eropa

Entertainment | Minggu, 06 Juli 2025 | 18:24 WIB

Sosok Arif Rahman Hakim yang Tanda Tangani Surat Kunjungan Tina Astari Istri Menteri UMKM

Sosok Arif Rahman Hakim yang Tanda Tangani Surat Kunjungan Tina Astari Istri Menteri UMKM

Entertainment | Minggu, 06 Juli 2025 | 17:02 WIB

Geger 'Surat Sakti' Istri Menteri, Salah Siapa?

Geger 'Surat Sakti' Istri Menteri, Salah Siapa?

News | Minggu, 06 Juli 2025 | 13:01 WIB

Penjelasan Lengkap Istri Menteri UMKM Bantah Minta Fasilitas Negara untuk Tur Eropa

Penjelasan Lengkap Istri Menteri UMKM Bantah Minta Fasilitas Negara untuk Tur Eropa

Entertainment | Sabtu, 05 Juli 2025 | 15:33 WIB

Kenapa Menteri UMKM Tak Bisa Jawab Surat Sakti Tur Eropa Istri Asli atau Palsu?

Kenapa Menteri UMKM Tak Bisa Jawab Surat Sakti Tur Eropa Istri Asli atau Palsu?

Entertainment | Sabtu, 05 Juli 2025 | 13:48 WIB

Terkini

BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium, Jaga Kesehatan dengan Layanan Eksklusif

BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium, Jaga Kesehatan dengan Layanan Eksklusif

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 15:55 WIB

BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda

BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 15:48 WIB

Cerita di Balik Layar Kepindahan Maarten Paes ke Ajax: Dering Telepon Tengah Malam

Cerita di Balik Layar Kepindahan Maarten Paes ke Ajax: Dering Telepon Tengah Malam

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:47 WIB

Hak Jawab dan Koreksi Kuasa Hukum Dona Ayu soal Eksekusi dan Laporan Polisi PN Padang

Hak Jawab dan Koreksi Kuasa Hukum Dona Ayu soal Eksekusi dan Laporan Polisi PN Padang

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 15:47 WIB

Promo CGV: Nonton Bioskop dan Beli Popcorn Dapat Cashback 20% Pakai QRIS BRImo

Promo CGV: Nonton Bioskop dan Beli Popcorn Dapat Cashback 20% Pakai QRIS BRImo

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 15:46 WIB

Breaking News! Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Jakarta

Breaking News! Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Jakarta

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:42 WIB

Pasca Jenazah ABK Teridentifikasi, Kapolda Banten Belum Bisa Pastikan Nasib 5 Jurnalis yang Hilang

Pasca Jenazah ABK Teridentifikasi, Kapolda Banten Belum Bisa Pastikan Nasib 5 Jurnalis yang Hilang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:41 WIB

Indonesia dan 7 Negara Muslim Ultimatum Israel Soal Gaza, Puji Setinggi Langit Peran AS

Indonesia dan 7 Negara Muslim Ultimatum Israel Soal Gaza, Puji Setinggi Langit Peran AS

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:40 WIB

Bukan Cuma Buka Rekening Gratis, Pemerintah Cari Cara Agar Tak Jadi Dormant

Bukan Cuma Buka Rekening Gratis, Pemerintah Cari Cara Agar Tak Jadi Dormant

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:40 WIB

Mengenal Danjong di The King's Warden, Raja Kecil yang Pernah Pimpin Joseon

Mengenal Danjong di The King's Warden, Raja Kecil yang Pernah Pimpin Joseon

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:40 WIB

×