“Untuk korban kedua kita masih lakukan pendalaman,” imbuhnya.
Penemuan dua korban tewas itu menambah deretan korban dari tragedi KMP Tunu Pratama Jaya.
Hingga pencarian hari keempat kemarin, Tim SAR Gabungan sudah mengevakuasi total 38 korban.
30 di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 8 orang lainnya tewas akibat kejadian tersebut.
Dari data manifest kapal, ada 65 orang pada saat tenggelamnya kapal. Sehingga, ada 27 korban lain yang masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan juga menurunkan tim penyelam untuk melakukan pencarian terhadap lokasi bangkai kapal. Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya menjelaskan jika proses tersebut dilaksanakan oleh Distrik Navigasi (Disnav).
“Masih dalam proses ya, proses deteksi oleh kapalnya dari Disnav ya. Mudah-mudahan dideteksi posisi kapal tersebut dan tim dari underwater atau penyelam bisa langsung melakukan atau aksi yang dilakukan oleh tim penyelam tersebut,” tutur Sidakarya pada Sabtu (5/7/2025).
Sebelumnya diberitakan, KMP Tunu Pratama Jaya terbalik saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Kamis (3/7/2025) sekitar pukul 00.16 WITA.
Diduga insiden ini diakibatkan kebocoran di ruang mesin kapal yang menyebabkan kapal bermuatan truk tronton tersebut tenggelam di Selat Bali.
Peristiwa ini bermula ketika panggilan darurat diterima oleh channel 17 yang menerima panggilan darurat dari kapal tersebut yang melaporkan adanya kebocoran mesin dan permohonan bantuan.
Namun, hanya dalam 3 menit atau pukul 00.19 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami blackout atau mati total.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda