Gibran Ikut Tren Tarian Pacu Jalur, Netizen: Segera Daftarkan ke UNESCO Pak

Eviera Paramita Sandi

Selasa, 08 Juli 2025 | 16:47 WIB
Gibran Ikut Tren Tarian Pacu Jalur, Netizen: Segera Daftarkan ke UNESCO Pak
Tarian Pacu Jalur Ala Wapres Gibran [Tiktok]

Suara.com - Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka Kembali membuat gebrakan di sosial media, lantaran mengikuti tren tarian Pacu Jalur yang sedang viral.

Gibran membuat konten soal pacu jalur di akun Tiktoknya @gibran_rakabuming. Konten yang diunggahnya tersebut berupa video pendek.

Gibran terlihat seolah menirukan gaya tarian pacu jalur dengan latar belakang pegunungan. Video tarian Pacu Jalur itu berlatar musik ‘DJ Tari Pacu Jalur Lagi Viral’ dari Izky RR.

Dalam video pendek tersebut juga dicantumkan gambar anak-anak yang menari di ujung sampan saat berlomba.

Gerakan dan tarian anak-anak tersebut kemudian diikuti satu per satu oleh Gibran, mulai dari tangannya berputar-putar di depan dan di samping.

Gibran dibuat sedang menari berlenggak lenggok dengan kemeja warna abu-abu tua dan celana panjang hitam.

“Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singigi, Riau, Semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia. Berbagai klub besar dan pemengaruh dunia turut merayakannya,” tulis Gibran, dikutip dari Tiktok @gibran_rakabuming, Selasa (8/7/25).

Gibran mengungkapkan bahwa sosial media kini mampu memperkenalkan Tari Pacu Jalur ke kancah dunia.

“Inilah kekuatan diplomasi budaya di era digital dimana konten mampu menjadi jembatan, memperkenalkan kearifan lokal Indonesia ke mata dunia,” tambahnya.

baca juga

Menurut Gibran, Pacu Jalur ini bukanlah sebuah tradisi biasa, melainkan sudah menjadi identitas Indonesia yang mampu menginspirasi dunia.

“Pacu Jalur bukan hanya tradisi, ia adalah narasi, warisan, dan identitas Indonesia yang menginspirasi dunia,” tulis Gibran.

Dalam postingan Gibran tersebut, banyak netizen yang memenuhi kolom komentar. Salah satu netizen bahkan berharap jika kedepannya Pacu Jalur bisa didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“segera daftarkan ke UNESCO pak, biar gak ada yang klaim,” tulis @Pratama.

“salam kayuaahh pak ayok ke kuansing nonton pacu jalur bulan agustus,” sahut @sh.

“terimakasih pak wapres di tunggu kehadiran ,” ujar @Foto.Rihandro.

Apa Itu Festival Pacu Jalur?

Festival Pacu Jalur merupakan tradisi tua yang telah diwariskan turun-temurun oleh Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Tradisi tersebut mencerminkan semangat kolektif, kehormatan kampung, serta nilai spiritual dan sosial yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

Pacu Jalur sendiri merupakan lomba perahu Panjang yang digelar setiap tahun di Sungai Kuantan.

Tak sekadar olahraga tradisional, acara ini juga menjadi panggung budaya dan simbol solidaritas antar-kampung.

Melansir dari Digital Kuansing, Pacu Jalur ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17.

Awalnya jalur digunakan sebagai alat angkut hasil bumi disepanjang Sungai Kuantan, namun aktivitas ini berkembang menjadi ajang perlombaan antar-kampung saat perayaan adat dan hari besar keagamaan.

Di jaman Belanda, Pacu Jalur menjadi agenda resmi untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda.

Namun setelah Indonesia Merdeka, waktu penyelenggaraannya disesuaikan dan digelar setiap bulan Agustus untuk memperingati HUT RI.

Lokasi utama Pacu Jalur kini berada di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Pacu Jalur ini tidak hanya soal kecepatan mendayung. Dalam setiap aspeknya terkandung nilai adat, spiritual dan filosofi Melayu.

Sebelum lomba, Masyarakat menggelar prosesi buka jalur, sebuah upacara pembersihan spiritual dan doa keselamatan

Tokoh adat atau dukun kampung akan memimpin ritual tersebut agar jalur terbebas dari gangguan dan membawa keberuntungan bagi awaknya.

Struktur awak jalur terdiri dari komando jalur, juru mudi, tukang gelek (penabuh irama), hingga penari jalur yang biasanya anak-anak.

Untuk panjang perahu jalur bisa mencapai 40 meter dan diisi hingga 60 awak. Jalur dihias dengan ornament warna-warni seperti kepala naga, payung kuning, dan umbul-umbul yang mencerminkan identitas serta kekuatan kampung.

Sejak 2014, Pacu Jalur ditetapkan sebagai warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kemendikbudristek.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Tugaskan Gibran Berkantor di Papua, Deddy Sitorus PDIP: Bagus Sekali, Semoga Lama di Sana

Prabowo Tugaskan Gibran Berkantor di Papua, Deddy Sitorus PDIP: Bagus Sekali, Semoga Lama di Sana

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 16:32 WIB

Misteri Sosok Andini Permata Bareng Bocil dan Jebakan di Balik Link Viral yang Harus Kamu Tahu

Misteri Sosok Andini Permata Bareng Bocil dan Jebakan di Balik Link Viral yang Harus Kamu Tahu

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 16:05 WIB

Pandji Pragiwaksono Sindir Gibran dan Kaesang soal Jabatan: Anak Jokowi Nggak Bisa Nunggu

Pandji Pragiwaksono Sindir Gibran dan Kaesang soal Jabatan: Anak Jokowi Nggak Bisa Nunggu

Entertainment | Selasa, 08 Juli 2025 | 16:01 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×