Kronologi Dahlan Iskan Jadi Tersangka Dugaan Pidana Serius

Muhammad Yunus

Selasa, 08 Juli 2025 | 17:05 WIB
Kronologi Dahlan Iskan Jadi Tersangka Dugaan Pidana Serius
Dahlan Iskan. Mantan Menteri BUMN dan bos jaringan media Diswayjadi tersangka di Polda Jatim (ANTARA)

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia hukum. Dahlan Iskan, tokoh yang tak asing lagi sebagai mantan Menteri BUMN dan bos jaringan media Disway, kini harus menghadapi babak krusial dalam perjalanan hukumnya.

Polda Jawa Timur (Polda Jatim) secara resmi menaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, sebuah langkah yang mengakhiri spekulasi berbulan-bulan.

Penetapan Dahlan Iskan tersangka ini bukan sekadar rumor. Keputusan ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Ini menandakan bahwa penyidik meyakini telah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk melanjutkan proses hukum ke tahap berikutnya.

Kronologi Penetapan Tersangka oleh Polda Jatim

Penetapan status tersangka ini diresmikan melalui dokumen bernomor B/1424/SP2HP-8/VII/RES.1.9./2025/DIRRESKRIMUM yang dikeluarkan pada 7 Juli 2025.

Dalam surat tersebut, nama Dahlan Iskan tidak sendirian. Seorang individu lain, Nany Wijaya, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran kasus yang sama.

Kehadiran dua nama ini menguatkan dugaan penyidik bahwa tindak pidana yang disangkakan tidak dilakukan seorang diri, melainkan melibatkan pihak lain.

Kasus Dahlan Iskan ini berpotensi membuka jaringan yang lebih luas jika terbukti ada unsur kerja sama atau persekongkolan.

baca juga

Jerat Pasal Berlapis

Yang membuat kasus ini menjadi sorotan utama adalah serangkaian pasal berlapis dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang disangkakan oleh penyidik.

Ini bukan tuduhan tunggal, melainkan gabungan beberapa dugaan tindak pidana serius.

Pemalsuan Surat (Pasal 263 KUHP): Ini adalah sangkaan utama yang menyasar dugaan pembuatan atau penggunaan surat palsu yang dapat menimbulkan kerugian.

Dalam konteks hukum, kejahatan ini dianggap serius karena menyerang keaslian dokumen dan kepercayaan publik.

Penggelapan dalam Jabatan (Pasal 374 KUHP): Pasal ini menjadi kunci. Berbeda dari penggelapan biasa, pasal ini secara spesifik menyasar perbuatan yang dilakukan oleh seseorang yang menguasai barang karena hubungan kerja atau jabatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Licin Dahlan Iskan: Kini Tersangka Keempat Kalinya, Akankah Kembali Lolos dari Jerat Hukum?

Jejak Licin Dahlan Iskan: Kini Tersangka Keempat Kalinya, Akankah Kembali Lolos dari Jerat Hukum?

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 16:04 WIB

Kombes Komarudin Dimutasi Jadi Dirlantas Polda Metro Jaya Gantikan Latif Usman

Kombes Komarudin Dimutasi Jadi Dirlantas Polda Metro Jaya Gantikan Latif Usman

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 14:52 WIB

Danantara Dibongkar Dahlan Iskan: Peluang Besar atau Bom Waktu

Danantara Dibongkar Dahlan Iskan: Peluang Besar atau Bom Waktu

Tekno | Minggu, 23 Februari 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Berapa Biaya Balik Nama Motor Bekas? Ini Komponen yang Wajib Dibayar

Berapa Biaya Balik Nama Motor Bekas? Ini Komponen yang Wajib Dibayar

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Bencana Nasional, Klaim Masih Mampu Atasi

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Bencana Nasional, Klaim Masih Mampu Atasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Review Love Reset: Ketika Kita Jatuh Cinta Lagi setelah Sempat Saling Benci

Review Love Reset: Ketika Kita Jatuh Cinta Lagi setelah Sempat Saling Benci

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Bukan Kesepian, Solo Date Bisa Menjadi Cara Seseorang Menikmati Jeda Bersama Diri Sendiri

Bukan Kesepian, Solo Date Bisa Menjadi Cara Seseorang Menikmati Jeda Bersama Diri Sendiri

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Bus TransJakarta Diadang Rombongan Pengantar Jenazah di Gunung Sahari, Sopir Terlibat Adu Mulut

Bus TransJakarta Diadang Rombongan Pengantar Jenazah di Gunung Sahari, Sopir Terlibat Adu Mulut

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Tiga Bulan Tak Juga Padam, DPR Minta Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Karhutla

Tiga Bulan Tak Juga Padam, DPR Minta Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Karhutla

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Chery Recall Ribuan Omoda 5 Lagi Akibat Kasus As Roda Copot

Chery Recall Ribuan Omoda 5 Lagi Akibat Kasus As Roda Copot

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Doli Kurnia Semprot Balik Hasyim Asy'ari Soal Gibran: Dapat Komisaris BUMN Itu Hadiah Siapa?

Doli Kurnia Semprot Balik Hasyim Asy'ari Soal Gibran: Dapat Komisaris BUMN Itu Hadiah Siapa?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Prabowo Pilih Prof Satyawan Jadi Kepala BPGMN, Bakal Dilantik Pekan Depan

Prabowo Pilih Prof Satyawan Jadi Kepala BPGMN, Bakal Dilantik Pekan Depan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu

Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×