DPR Turun Tangan, Desak Polisi Ungkap Misteri Kematian Diplomat ADP dan Singgung Isu Sensitif TPPO

Bangun Santoso

Kamis, 10 Juli 2025 | 11:30 WIB
DPR Turun Tangan, Desak Polisi Ungkap Misteri Kematian Diplomat ADP dan Singgung Isu Sensitif TPPO
Ilustrasi garis polisi. ANTARA/HO

Suara.com - Misteri kematian janggal diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), di sebuah indekos di Menteng, Jakarta Pusat, kini mendapat sorotan tajam dari parlemen. Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan tidak berspekulasi.

Kematian ADP yang ditemukan dengan kepala terlilit lakban memicu keprihatinan mendalam, terutama karena tugas korban yang bersinggungan dengan isu-isu sensitif.

"Atas nama Komisi I DPR RI, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya salah satu diplomat muda kita, ADP, dalam kondisi yang sangat mencurigakan. Sebagai wakil rakyat yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi, kami mendesak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini secara tuntas dan transparan," kata Sarifah dalam keterangannya, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (10/7/2025).

Sarifah menyoroti potensi sensitivitas kasus ini, mengingat ADP aktif menangani kasus perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan sedang dalam proses penugasan ke Finlandia.

"Korban diplomat Kemenlu meninggal itu harus segera dicari sebabnya dibunuh atau enggak, kan, belum tahu, ya, tetapi indikasinya pembunuhan," katanya.

Untuk itu, Komisi I DPR menekankan tiga poin krusial: otopsi forensik menyeluruh, penggalian mendalam terhadap motif, dan menjaga objektivitas proses hukum. Sarifah mendesak agar aparat tidak membiarkan isu liar berkembang terkait vokalitas korban dalam isu TPPO.

"Kami meminta Polri untuk mempercepat proses visum et repertum, mengoptimalkan pemeriksaan TKP dan analisis forensik digital, melakukan koordinasi intensif dengan Kemlu sebagai institusi korban, dan memberikan update berkala kepada publik untuk mencegah disinformasi," paparnya.

Pihak Kemenlu sendiri telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwenang. Direktur Pelindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, membenarkan bahwa ADP bertugas menangani isu-isu perlindungan WNI di luar negeri.

"Kami tidak ingin berspekulasi, kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," tegas Judha.

baca juga

Komisi I DPR berkomitmen akan terus memantau perkembangan kasus ini bersama kepolisian dan Kemenlu, serta mendorong Kemenlu untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kami meminta semua pihak menghormati proses hukum dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi," tegas Sarifah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Isu Diplomat Arya Daru Dibunuh Karena Endus Mafia Perdagangan Manusia? Ini Kata Kemlu

Benarkah Isu Diplomat Arya Daru Dibunuh Karena Endus Mafia Perdagangan Manusia? Ini Kata Kemlu

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 11:17 WIB

Sidik Jari Diplomat Kemlu di Lakban Jadi Kunci? Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian di Kos Terkunci

Sidik Jari Diplomat Kemlu di Lakban Jadi Kunci? Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian di Kos Terkunci

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 11:14 WIB

Fakta-fakta Kasus Arya Daru Pangayunan, Diplomat Muda Tewas Mengenaskan di Kosan

Fakta-fakta Kasus Arya Daru Pangayunan, Diplomat Muda Tewas Mengenaskan di Kosan

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 08:59 WIB

Apa Hubungan Arya Daru Pangayunan dengan Ganjar Pranowo? Turut Berduka atas Kematiannya

Apa Hubungan Arya Daru Pangayunan dengan Ganjar Pranowo? Turut Berduka atas Kematiannya

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 08:41 WIB

Siapa Arya Daru Pangayunan, Diplomat Muda Tewas dengan Kepala Terlilit Lakban

Siapa Arya Daru Pangayunan, Diplomat Muda Tewas dengan Kepala Terlilit Lakban

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 08:21 WIB

Cerita Arya Daru Pangayunan Ditugasi Jadi Intel Awasi Demo OPM di Australia

Cerita Arya Daru Pangayunan Ditugasi Jadi Intel Awasi Demo OPM di Australia

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 20:45 WIB

Unggahan Terakhir Diplomat Kemlu Arya Daru Sebelum Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban

Unggahan Terakhir Diplomat Kemlu Arya Daru Sebelum Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 19:36 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×