Pendidikan Noe Letto, Anak Cak Nun yang Berani Sindir Bahlil Soal Lapangan Kerja

Wakos Reza Gautama

Kamis, 10 Juli 2025 | 16:26 WIB
Pendidikan Noe Letto, Anak Cak Nun yang Berani Sindir Bahlil Soal Lapangan Kerja
Pendidikan Noe Letto yang berani sindir Bahlil. [Instagram/@sinausabrangmdp]

Suara.com - Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto, menyindir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai lapangan pekerjaan. 

Saat berpidato dalam acara Human Capital Summit 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (3/6/2025), Bahlil melontarkan kalimat nyelekit mengenai pengangguran.

Bahlil menyebut bahwa masyarakat seharusnya melakukan introspeksi dan tidak “kufur nikmat” ketika berbicara soal ketersediaan lapangan kerja di Indonesia.

"Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa lapangan pekerjaan tidak ada, saya pikir harus kita menjadi introspeksi kolektif gitu ya dan jangan kufur nikmat," kata Bahlil.

Dalam akun Youtube pribadi Noe Letto, @Sabrang MDP Official yang tayang pada Rabu (10/7/2025), putra Cak Nun itu menanggapi pernyataan Bahlil.

"Kalau yang penting cari duit, berarti ya boleh aja toh nyopet, korupsi, muka mah taruh mana aja, enggak masalah, harga diri enggak penting, kejujuran enggak penting. Yang penting kan makan. Merugikan orang lain enggak penting. Itu harus-harus benar itu introspeksi dirinya. Yang penting kan dapat duit itu tadi," sindir Sabrang.

Lebih lanjut, Sabrang juga menyinggung soal orang yang mencari keuntungan dengan cari tidak halal. Bahkan, Sabrang memberikan kalimat yang nyelekit terkait orang-orang yang hanya mencari keuntungan pribadi lewat pekerjannya.

"Nah, kalau berusaha mencari duit ya enggak usah pakai banyak halangan, enggak usah pakai syarat-syarat yang banyak, enggak perlu syarat moral, enggak perlu syarat halal, enggak perlu syarat macam-macam. Cari duit kok istilahnya" ujarnya.

"Yang penting sekarang saya bisa tertawa-tertawa. Duduk santai sambil ngopi. Eh, ngopi bukan kelasnya ya. Duduk santai sambil minum whisky dan kemudian ee menikmati hidup. Kalau kamu enggak bisa cari pekerjaan, mungkin itu salahmu kurang introspeksi diri. Banyak yang bisa dilakukan untuk mencari duit," imbuhnya menyindir Bahlil yang fotonya sedang minum wiski pernah viral di media sosial.

baca juga

Masa Kecil Noe Letto

Sabrang Mowo Damar Panuluh adalah putra dari pasangan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun dengan Neneng.

Ketika usianya masih 6 tahun, pria kelahiran Yogyakarta, 10 Juni 1979, ini dihadapi kenyataan pahit: kedua orang tuanya bercerai.

Perpisahan ini sempat membuat vokalis band Letto ini bertanya-tanya, mengapa itu bisa terjadi? Dia pun sering menanyakan perihal ini ke sang ayah. 

Jawaban-jawaban Cak Nun mampu membuat Noe menerima terhadap keputusan kedua orang tuanya itu. Dia menanggap itu bukanlah perpisahan.

"Saya tidak menerima itu sebagai suatu perpisahan. Karena CN sering datang ke lampung. Hubungan mereka tetap seperti saudara. sampai sekarangpun tetap baik," ujar Noe dikutip dari the-letto.blogspot.com.

Noe mengaku perceraian kedua orang tuanya tidak menjadi pengalaman traumatis dalam hidupnya. Bagi dia itu adalah keputusan logis, bukan emosional semata.

"Yang terbaik emang seperti itu. kalaupun mereka pisah saya nggak merasa kehilangan apapun," terang anak pertama dari empat bersaudara ini.

Pendidikan

Bicara pendidikan, Noe Letto merupakan lulusan SDN 1 Yosomulyo, Metro, Lampung. Dia lalu mengeyam pendidikan SMP di SMP Xaverius Metro. 

Setelah itu, Noe melanjukan jenjang pendidikan menengah atas di SMAN 7 Yogyakarta. Pada tahun 1998, Noe menantang otaknya di University of Alberta Kanada di Kanada, mengambil konsentrasi Matematika.

Tak puas, ia menambah lagi satu bidang yang tak kalah rumit: Kimia. Namun, di tengah dinginnya Kanada dan kerasnya ilmu eksak, sebuah benih lain mulai tumbuh.

Ia juga mempelajari teknologi musik, sebuah persimpangan tak terduga antara seni dan sains. Ketika ia kembali ke Indonesia pada 2004, ia pulang dengan kepala yang penuh ide.

"Ide-ide tentang ilmu yang dulu saya pelajari di Kanada tak kumpulin di HP. Entah kapan punya kesempatan untuk merealisasikan ide itu," kenangnya.

Menjadi Musisi

Cita-citanya saat itu bukanlah menjadi bintang rock, melainkan memiliki pusat riset ilmu pengetahuan.
Lantas, bagaimana seorang calon ilmuwan bisa banting setir menjadi vokalis band ternama? Jawabannya tersembunyi dalam sebuah kaset bekas.

Pemberian dari pamannya saat ia masih SMP, sebuah kaset berisi kumpulan lagu Queen, menjadi titik baliknya.

Musik legendaris itu menggerakkan sesuatu dalam dirinya, sebuah hasrat untuk menciptakan karya yang bisa "menggerakkan rasa dan menggerakkan perasaan orang lain." Keyboard menjadi medium pertamanya.

Ironisnya, pria bersuara khas ini mengaku tak bisa bernyanyi. Perannya sebagai vokalis lahir dari keterpaksaan.

"Sebenernya aku gak iso nyanyi. Karena kebetulan saat bikin lagu, tidah ada yang nyanyi. jadi sebenernya terpaksa. lantas kemudian ketika memasuki wilayah industri, harus nyanyi," candanya.

Studio Kyai Kanjeng milik ayahnya menjadi laboratorium musiknya. Di sanalah alkimia itu terjadi.

Pengetahuan tentang mixing, mastering, dan produksi ia lahap habis. Kreativitasnya yang terasah di antara tumpukan buku sains kini bermetamorfosis menjadi lagu-lagu hits yang kita kenal hari ini.

Meski karyanya dipuja, Noe tetap membumi, sadar akan kekurangannya. Ia tak malu berguru pada siapa saja.

"Saya belajar kepada ibu Bertha. Menimba ilmu dengan siapa saja. Malah kalo ketemu Rendra, saya banyak belajar dari dia bagaimana mengangkat performance di atas panggung," akunya jujur.

Sikapnya yang matang juga tercermin saat ditanya soal narkoba, sebuah godaan yang akrab dengan dunia hiburan.

Dengan kecerdasan seorang diplomat, ia menjawab, "Semua orang tau bahwa api itu panas. Apa perlu membuktikan sendiri kalo api itu panas. Begitu juga narkoba. saya sudah melihat sendiri bagaimana efek yang ditimbulkan narkoba."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindir soal Korupsi hingga Moral, Kritik Telak Putra Cak Nun usai Bahlil Bilang Jangan Kufur Nikmat

Sindir soal Korupsi hingga Moral, Kritik Telak Putra Cak Nun usai Bahlil Bilang Jangan Kufur Nikmat

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 14:38 WIB

Mendagri Minta Kementerian ESDM Berikan Relaksasi Ekspor Hasil Tambang

Mendagri Minta Kementerian ESDM Berikan Relaksasi Ekspor Hasil Tambang

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 08:00 WIB

Pelaku Usaha Warteg: Jangan Cuma Harga LPG 3 Kg Satu Harga, Isi Gas Juga Harus Jelas

Pelaku Usaha Warteg: Jangan Cuma Harga LPG 3 Kg Satu Harga, Isi Gas Juga Harus Jelas

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 17:02 WIB

Harga LPG 3 Kg Seragam, Pelaku Usaha Warteg: Mending Pemerintah Pastikan Stok Tak Langka

Harga LPG 3 Kg Seragam, Pelaku Usaha Warteg: Mending Pemerintah Pastikan Stok Tak Langka

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:09 WIB

Ngamuk di DPR Gara-gara Data Desa Tanpa Listrik Amburadul, Bahlil: Masih Mau Jadi Dirjen Kau?

Ngamuk di DPR Gara-gara Data Desa Tanpa Listrik Amburadul, Bahlil: Masih Mau Jadi Dirjen Kau?

Video | Jum'at, 04 Juli 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:32 WIB

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:50 WIB

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:35 WIB

Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya

Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:23 WIB

Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor

Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:16 WIB

5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia

5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:06 WIB

Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?

Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:05 WIB

×