Kementerian PKP Usulkan Anggaran Rp49,85 Triliun untuk Wujudkan Rumah Layak Huni pada 2026

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 11 Juli 2025 | 19:33 WIB
Kementerian PKP Usulkan Anggaran Rp49,85 Triliun untuk Wujudkan Rumah Layak Huni pada 2026
Konferensi Pers Kementerian PKP terkait Penjelasan Raker DPR tentang Kebijakan dan Program Perumahan Dalam Usulan Anggaran Kementerian PKP Tahun 2026. (suara.com/Tantri Amela Iskandar)

Suara.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengusulkan anggaran sebesar Rp49,85 triliun dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni dan penanganan kawasan kumuh di seluruh Indonesia, di Jakarta, Jumat (11/7/2025). 

Dari total usulan tersebut, sebesar 91,37% atau sekitar Rp45,55 triliun dialokasikan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang menargetkan pembangunan dan renovasi 2 juta unit rumah tidak layak huni milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menanggulangi kemiskinan dan memperkuat ekonomi rakyat. 

Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel menyampaikan bahwa angka tersebut jauh melampaui pagu indikatif awal sebesar Rp1,824 triliun. Tambahan usulan anggaran diperlukan untuk mendukung target ambisius pembangunan dan renovasi 3 juta rumah, serta penanganan kawasan kumuh seluas 925 hektare. 

“Backlog rumah tidak layak huni masih mencapai 26,64 juta unit. Kami menargetkan 2 juta unit dapat diperbaiki melalui BSPS. Sisanya akan diupayakan melalui FLPP, kredit daerah, hingga investasi swasta,” jelasnya. 

Program lain yang juga masuk dalam rencana anggaran 2026, mulai dari pembangunan rumah susun sebanyak 3.047 unit (anggaran Rp1,67 triliun), pembangunan rumah khusus sebanyak 1.166 unit (anggaran Rp287,08 miliar), penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) untuk 18.609 unit rumah (anggaran Rp290,82 miliar), penanganan kawasan kumuh di 15 lokasi (target 30.000 unit, anggaran Rp660 miliar).  

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur menekankan bahwa proyek-proyek ini akan fokus pada masyarakat terdampak bencana dan kawasan kumuh dengan kategori berat atau sedang. Beberapa lokasi prioritas termasuk daerah terdampak bencana gunung api seperti Leotobi dan Gunung Ruang. 

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian PKP, Heri Jerman, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawasi penggunaan anggaran secara ketat demi mencegah penyelewengan. Dalam lima bulan terakhir, pihaknya telah menyerahkan lima kasus dugaan penyimpangan ke aparat penegak hukum. 

“Karena itu sudah menjadi perintah Bapak Presiden, Bapak Menteri bahwa tidak boleh ada penyimpangan sedikitpun, tidak boleh ada korupsi di lingkungan kementerian, perumahan dan kawasan pemerintahan,” tegasnya. 

baca juga

Kementerian PKP juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemendagri untuk memastikan sasaran program berbasis data sosial ekonomi terbaru. Dengan penganggaran yang tepat dan pengawasan ketat, program perumahan rakyat ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan nasional di tahun 2026. ***

Kontributor : Tantri Amela Iskandar 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paradoks Kabinet Prabowo: Presiden Minta Efisiensi, Kementerian Ramai-ramai Minta Tambah Anggaran

Paradoks Kabinet Prabowo: Presiden Minta Efisiensi, Kementerian Ramai-ramai Minta Tambah Anggaran

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 15:45 WIB

Rp335 Triliun untuk MBG, BGN Ungkap Rincian Anggaran Jumbo di DPR

Rp335 Triliun untuk MBG, BGN Ungkap Rincian Anggaran Jumbo di DPR

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 21:06 WIB

Polri Usul Anggaran Naik Rp63,7 T, tapi Apakah Pelayanan Rakyat Ikut Naik?

Polri Usul Anggaran Naik Rp63,7 T, tapi Apakah Pelayanan Rakyat Ikut Naik?

Your Say | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:03 WIB

Belum Ada Dana Pencegahan dan Penindakan Korupsi, KPK Minta Tambahan Anggaran Rp1,34 T Buat 2026

Belum Ada Dana Pencegahan dan Penindakan Korupsi, KPK Minta Tambahan Anggaran Rp1,34 T Buat 2026

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 14:17 WIB

Menhan Minta Tambahan Anggaran Pertahanan Rp184 Triliun: Harga Kedaulatan Itu Sangat Mahal

Menhan Minta Tambahan Anggaran Pertahanan Rp184 Triliun: Harga Kedaulatan Itu Sangat Mahal

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 20:04 WIB

Utang Negara Membengkak, Kenapa Para Menteri Justru Ramai-ramai Minta Tambahan Anggaran?

Utang Negara Membengkak, Kenapa Para Menteri Justru Ramai-ramai Minta Tambahan Anggaran?

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 19:42 WIB

Terkini

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

×