Beras Wilmar Bermasalah, Kekayaan Martua Sitorus Sang Pendiri Meroket di 2025

Wakos Reza Gautama

Selasa, 15 Juli 2025 | 14:57 WIB
Beras Wilmar Bermasalah, Kekayaan Martua Sitorus Sang Pendiri Meroket di 2025
Kekayaan Martua Sitorus, pendiri Wilmar Grup. [Forbes]

Instingnya yang tajam segera melihat potensi "emas cair" yang sesungguhnya dari tanah Sumatera: minyak kelapa sawit.

Ia memulai langkahnya sebagai pedagang kecil, mengumpulkan dan menjual kelapa sawit, membangun jaringan dan reputasi sebagai mitra yang bisa diandalkan.

Pendidikan dan Pertemuan yang Mengubah Takdir

Berbeda dengan beberapa taipan yang menempuh jalur non-formal, Martua membekali dirinya dengan pendidikan tinggi. Ia merupakan alumnus dari Universitas HKBP Nommensen di Medan, di mana ia berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi.

Bekal ilmu ekonomi ini terbukti menjadi fondasi kokoh dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya yang kian kompleks.

Namun, titik balik paling krusial dalam perjalanannya terjadi saat ia bertemu dengan Kuok Khoon Hong, keponakan dari taipan legendaris Malaysia, Robert Kuok.

Pertemuan dua pikiran brilian ini melahirkan visi yang sama: menciptakan sebuah perusahaan agribisnis terintegrasi yang dominan, dari perkebunan di hulu hingga distribusi di hilir.

Pada tahun 1991, visi tersebut mewujud menjadi Wilmar International. Nama "Wilmar" sendiri adalah perpaduan cerdas dari nama kedua pendirinya: Willy, yang merupakan panggilan akrab Martua Sitorus, dan nama keluarga Kuok.

Dari satu kilang minyak sawit dan kebun di Sumatera, mereka memulai perjalanan untuk menaklukkan dunia.

baca juga

Kekayaan Terbaru Martua Sitorus Versi Forbes 2025

Meskipun dikenal sangat sederhana, kekayaan Martua Sitorus adalah cerminan dari skala raksasa bisnis yang ia bangun.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis majalah bisnis terkemuka, Forbes, untuk tahun 2025, kekayaan bersih Martua Sitorus dan keluarga tercatat mengalami peningkatan yang signifikan.

Forbes menempatkan kekayaan Martua Sitorus di angka USD3,5 miliar di tahun 2025. Jumlah kekayaan ini menempatkan Martua di urutan 1045 orang terkaya di dunia dan di urutan 18 orang terkaya di Indonesia. 

Angka ini jika dikonversikan ke rupiah (dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar), setara dengan lebih dari Rp 56 triliun.

Di tahun 2024, kekayaan Martua Sitorus USD3,4 miliar. Artinya ada peningkatan USD1 miliar dalam satu tahun.

Lonjakan kekayaan ini didorong oleh kinerja solid Wilmar di pasar komoditas global serta diversifikasi investasi yang cerdas melalui Gama Corp.

Gama Corp adalah kendaraan investasi pribadi keluarga Sitorus yang ia dirikan bersama saudaranya, Ganda Sitorus.

Perusahaan ini memiliki portofolio bisnis yang luas, mencakup perkebunan, properti (termasuk proyek-proyek prestisius di Jakarta), semen, hingga infrastruktur.

Perusahaan semen milik keluarga, Cemindo Gemilang, mencatatkan sahamnya pada tahun 2021 dan berhasil mengumpulkan dana sebesar USD77 juta.

Perusahaan rumah sakit mereka, Murni Sadar, berhasil mengumpulkan dana sebesar USD21 juta melalui IPO pada tahun 2022.

Diversifikasi ini terbukti menjadi langkah strategis untuk mengamankan dan melipatgandakan kekayaannya di luar Wilmar.

Mundur dari Panggung, Tetap Mengendalikan di Balik Layar

Pada tahun 2018, Martua Sitorus secara resmi mengundurkan diri dari jajaran dewan eksekutif Wilmar International. Langkah ini menandai peralihan generasi dan regenerasi kepemimpinan di dalam perusahaan.

Namun, pengunduran dirinya tidak berarti ia kehilangan pengaruh. Ia tetap menjadi salah satu pemegang saham utama, dan melalui Gama Corp, pengaruhnya di lanskap bisnis Indonesia justru semakin kuat dan terdiversifikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:49 WIB

Geger 212 Beras Oplosan! Ini Panduan Cerdas Cara Mengenali Beras Asli dan Palsu

Geger 212 Beras Oplosan! Ini Panduan Cerdas Cara Mengenali Beras Asli dan Palsu

Lifestyle | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:47 WIB

Ada Merek Sania hingga Raja Platinum, Ini 4 Produsen Raksasa di Pusaran Kasus Beras Oplosan

Ada Merek Sania hingga Raja Platinum, Ini 4 Produsen Raksasa di Pusaran Kasus Beras Oplosan

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:12 WIB

Nasi di Rumah Lembek Warnanya Aneh? Awas, Itu Ciri Beras Oplosan Kata Pakar IPB

Nasi di Rumah Lembek Warnanya Aneh? Awas, Itu Ciri Beras Oplosan Kata Pakar IPB

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:02 WIB

Nasi di Piring Ternyata Beras Oplosan: DPR Murka, Rano Karno Ancam Tindak BUMD Nakal

Nasi di Piring Ternyata Beras Oplosan: DPR Murka, Rano Karno Ancam Tindak BUMD Nakal

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 13:55 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×