40 Pasangan di Bogor Cerai Tiap Hari, Ternyata Ini 3 Biang Kerok Utamanya

Andi Ahmad S | Suara.com

Selasa, 15 Juli 2025 | 20:09 WIB
40 Pasangan di Bogor Cerai Tiap Hari, Ternyata Ini 3 Biang Kerok Utamanya
Ilustrasi perceraian di Bogor.(Freepik)

Suara.com - Sebuah krisis senyap tengah melanda rumah tangga di Kabupaten Bogor. Data dari Pengadilan Agama (PA) Cibinong menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan.

Sekitar 9.000 pasangan memutuskan berpisah setiap tahunnya. Jika dirata-rata, ada 40 gugatan cerai yang masuk setiap hari.

Angka fantastis ini bahkan mendorong Pemkab Bogor dan PA Cibinong meluncurkan layanan jemput bola bernama "Layanan Jemput Asa" (LJA) untuk mengatasi membludaknya perkara.

Namun, pertanyaan yang lebih dalam muncul, Apa sebenarnya biang kerok di balik gelombang perceraian massal ini?

Bukan Sekadar 'Sudah Tidak Cocok' Lagi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, membenarkan bahwa perceraian mendominasi 70-80% dari total 12.000 perkara yang masuk ke PA Cibinong setiap tahun.

"Jadi ada sekitar 9.000 an perkara (perceraian) setiap tahun nya di Kabupaten Bogor," ungkapnya.

Meskipun setiap kasus memiliki cerita unik, data nasional dari berbagai Pengadilan Agama, termasuk di wilayah aglomerasi seperti Bogor, secara konsisten menunjuk pada tiga faktor utama yang menjadi pemicu runtuhnya bahtera rumah tangga.

Tiga 'Bom Waktu' dalam Pernikahan:

1. Perselisihan dan Pertengkaran Terus-Menerus

  • Ini adalah penyebab yang paling sering tercatat dalam data resmi. Namun, "pertengkaran" seringkali merupakan puncak gunung es dari masalah yang lebih dalam.
  • Mulai dari perbedaan prinsip, kurangnya komunikasi yang sehat, hingga campur tangan pihak keluarga yang berlebihan.
  • Ketika pertengkaran menjadi menu harian dan tidak ada lagi solusi, perceraian seringkali dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar.

2. Masalah Ekonomi (Faktor Paling Sensitif)

  • Tekanan finansial adalah salah satu pemicu pertengkaran yang paling destruktif.
  • Masalah seperti salah satu pihak kehilangan pekerjaan, terlilit utang (termasuk pinjol), gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan, hingga ketidakjujuran dalam mengelola keuangan keluarga bisa menjadi bom waktu.
  • Kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi akibat masalah ekonomi seringkali memicu stres berkepanjangan yang merusak keharmonisan.

3. Orang Ketiga atau Meninggalkan Salah Satu Pihak

  • Ketidaksetiaan atau kehadiran orang ketiga masih menjadi salah satu penyebab utama perceraian.
  • Di era digital, godaan perselingkuhan menjadi lebih mudah diakses melalui media sosial dan aplikasi kencan.

Selain itu, faktor "meninggalkan salah satu pihak," di mana pasangan pergi tanpa kabar untuk waktu yang lama (seringkali karena masalah ekonomi atau tanggung jawab), juga menjadi alasan kuat bagi pasangannya untuk mengajukan gugatan cerai.

Menyadari bahwa ribuan warganya terjebak dalam masalah rumah tangga yang pelik, Pemkab Bogor dan PA Cibinong tidak tinggal diam. Inovasi "Layanan Jemput Asa" (LJA) diluncurkan bukan hanya untuk mempermudah akses, tetapi juga untuk merespons krisis sosial ini.

Layanan ini juga bertujuan memberantas calo yang sering memangsa warga yang sedang kalut karena masalah keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Daftar 'Dosa' yang Diincar Polisi di Operasi Patuh Lodaya Bogor 2025, Jangan Sampai Kena Tilang!

Ini Daftar 'Dosa' yang Diincar Polisi di Operasi Patuh Lodaya Bogor 2025, Jangan Sampai Kena Tilang!

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 18:35 WIB

Dedi Mulyadi Nangis Lihat Aktivitas Tambang di Bogor: Rakyatku Jadi Keset Kalian!

Dedi Mulyadi Nangis Lihat Aktivitas Tambang di Bogor: Rakyatku Jadi Keset Kalian!

News | Senin, 14 Juli 2025 | 19:58 WIB

Hari Keempat Pencarian Pegawai Kemendagri di Ciliwung, Tim SAR Hadapi Medan Berbatu dan Ancaman

Hari Keempat Pencarian Pegawai Kemendagri di Ciliwung, Tim SAR Hadapi Medan Berbatu dan Ancaman

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 19:42 WIB

Perjuangkan 1.000 Hektar Tanah, Belasan Warga Rumpin Nekat Jalan Kaki Temui Dedi Mulyadi

Perjuangkan 1.000 Hektar Tanah, Belasan Warga Rumpin Nekat Jalan Kaki Temui Dedi Mulyadi

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 16:48 WIB

Pengumuman SPMB Kabupaten Bogor 2025: Link Hasil Seleksi TK, SD, dan SMP Terbaru

Pengumuman SPMB Kabupaten Bogor 2025: Link Hasil Seleksi TK, SD, dan SMP Terbaru

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 12:41 WIB

Terkini

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 21:32 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB

Cerita ASN Terobos Api Lewat Tangga Darurat Saat Kebakaran Gedung Kemendagri

Cerita ASN Terobos Api Lewat Tangga Darurat Saat Kebakaran Gedung Kemendagri

News | Senin, 20 April 2026 | 20:54 WIB

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Apa Isi Piagam ASEAN? Disinggung China Terkait Izin Terbang Militer AS di Wilayah Indonesia

Apa Isi Piagam ASEAN? Disinggung China Terkait Izin Terbang Militer AS di Wilayah Indonesia

News | Senin, 20 April 2026 | 20:28 WIB

16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 20:22 WIB

Legislator DKI Hardiyanto Kenneth Endus Praktik 'Parkir Gelap' di Mal Jakarta

Legislator DKI Hardiyanto Kenneth Endus Praktik 'Parkir Gelap' di Mal Jakarta

News | Senin, 20 April 2026 | 20:15 WIB

Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!

Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!

News | Senin, 20 April 2026 | 20:10 WIB

Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025

Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025

News | Senin, 20 April 2026 | 19:59 WIB

Nus Kei Dibunuh karena Dendam Lama, Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati

Nus Kei Dibunuh karena Dendam Lama, Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati

News | Senin, 20 April 2026 | 19:53 WIB