Pernah Ditertawai Dikira Hanya Buat Dukun, Wapres Gibran: Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan Loh

Chandra Iswinarno

Selasa, 15 Juli 2025 | 19:29 WIB
Pernah Ditertawai Dikira Hanya Buat Dukun, Wapres Gibran: Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan Loh
Wapres Gibran Rakabuming Raka membahas hilirisasi di hadapan peserta Lemhanas angkatan ke-68 di Istana Wakil Presiden, Jakarta. [Tangkapan layar YouTube Setwapres]

Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mengangkat wacana hilirisasi kemenyan yang sempat menjadi sorotan.

Kali ini, ia menyampaikannya di hadapan Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 68 Lemhanas di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Dalam pidatonya yang ringkas, Gibran membahas sejumlah program andalan, mulai dari kecerdasan buatan hingga bonus demografi.

Namun, saat masuk ke topik hilirisasi, ia langsung menyoroti pengalamannya saat berkunjung ke Humbang Hasudutan (Humbahas), Sumatra Utara.

"Saya kapan hari itu ke Humbang Hasudutan, Humbahas. Di sana ada pusat riset dan di sana kita menemukan yang namanya, kemenyan," katanya seperti dilihat dari Kanal YouTube Setwapres, Selasa (15/7/2025).

Gibran mengakui bahwa gagasannya soal hilirisasi kemenyan seringkali disambut dengan tawa dan respons negatif karena identik dengan dunia mistis.

"Saya pernah bicara itu masalah hilirisasi kemenyan. Banyak yang ketawa. 'Kemenyan buat dukun ini.' Salah," tegasnya.

Ia menegaskan, nilai kemenyan sebenarnya setara dengan nikel, salah satu komoditas tambang andalan Indonesia.

Namun, Gibran memberi catatan penting: kemenyan hanya akan bernilai tinggi jika diolah terlebih dahulu sebelum diekspor.

baca juga

"Kemenyan itu sama berharganya dengan nikel. Tapi dari dulu, ya sekali lagi kita dari dulu jualnya jual mentah."

Untuk mematahkan stigma, Gibran membongkar fakta bahwa banyak parfum dari jenama ternama dunia justru menggunakan kemenyan sebagai bahan bakunya.

"Ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci dan lain-lain, itu dari kemenyan loh."

Mantan Wali Kota Solo ini menekankan, hilirisasi menjadi kunci agar nilai jual komoditas tersebut meroket.

Kemenyan merupakan salah satu yang menjadi komoditas penting bagi masyarakat khususnya di Tapanuli, Sumatera Utara (Sumut). [Ist]
Kemenyan merupakan salah satu yang menjadi komoditas penting bagi masyarakat khususnya di Tapanuli, Sumatera Utara (Sumut). [Ist]

Oleh karena itu, ia menilai pentingnya hilirisasi dilakukan secara merata, tidak hanya terfokus pada nikel, tetapi juga pada berbagai komoditas lain yang dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

"Kita jualnya mentah terus, makanya kita dorong anak-anak muda untuk riset, kita sediakan tempat yang baik untuk riset, alat-alat terkini, hilirisasi. Bukan hanya hilirisasi nikel dan lain-lain."

"Ada yang namanya hilirisasi kemenyan dan masih banyak lagi yang saya temukan di sana."

Gibran pun memberikan sinyal bahwa program ini bukan sekadar wacana.

"InsyaAllah tahun ini pusat riset itu akan diresmikan pak presiden," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Lempar Senyum Misterius Saat Diberondong Pertanyaan 'Konspirasi Politik' ke Jokowi

Puan Lempar Senyum Misterius Saat Diberondong Pertanyaan 'Konspirasi Politik' ke Jokowi

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:59 WIB

Gibran Batal ke Papua, Rocky Gerung: Kalau di Jakarta Bagi-bagi Skincare Lagi

Gibran Batal ke Papua, Rocky Gerung: Kalau di Jakarta Bagi-bagi Skincare Lagi

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 12:49 WIB

Soal Surat Pemakzulan Gibran: Puan Klaim Masih Diproses, Purnawirawan TNI Kasih Waktu 1 Bulan

Soal Surat Pemakzulan Gibran: Puan Klaim Masih Diproses, Purnawirawan TNI Kasih Waktu 1 Bulan

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×